Pasukan pengamanan VVIP dengan persenjataan lengkap mengikuti upacara gelar kesiapan pengamanan VVIP


JAKARTA (BM) – Rombongan Raja Arab Saudi telah berdatangan ke Indonesia sejak kemarin. Hari ini, Rabu  (1/3/2017) Raja Salman bin Abdulazis al-Saud dijadwalkan tiba di Bandara Halim sekitar pukul 13.45 WIB. “Kalau tidak ada perubahan untuk Raja Salman dijadwalkan tiba pukul 13.45 WIB dengan menggunakan (pesawat) B-747,” ungkap petugas Officer Incharge (OIC) Bandara Halim Perdanakusuma Bambang S di kantornya, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (28/2/2017).

Bambang menambahkan, setelah pesawat yang mengangkut Raja Salman, kedatangan berikutnya pada pukul 14.00 WIB adalah rombongan tim medis kerajaan Arab Saudi. Akan ada 8 penerbangan kedatangan rombongan Raja Arab Saudi pada Rabu (1/3).

“Paling pertama pada pukul 00.05 WIB, lanjut pukul 03.40 WIB, pukul 13.45 WIB itu Raja Salman, kemudian disusul tim medis pukul 14.00 WIB, pukul 14.00 WIB, pukul 14.05 WIB, lanjut pukul 17.30 WIB, dan pukul 17.30 WIB,” ucap Bambang.

Pada H-1 kedatangan Raja Salman ini, berbagai persiapan telah dilakukan. Salah satunya mensterilkan tempat parkir untuk tamu VVIP.

“Persiapan lahan parkir untuk kendaraan delegasi yang di belakang balihonya Pak Jokowi itu steril dari kendaraan. Kalau dari pengamanan, ada (dari petugas) Lanud dan Paspampres. Dari kami menyiapkan lahan parkir mobil dan untuk pesawatnya,” kata Bambang.

Selain akan bertemu dengan Presiden dan pejabat negara, Raja Salman juga dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pimpinan Ormas Islam Indonesia.

“Berkaitan dengan program kunjungan Raja Salman selama di Indonesia, tentu dia akan bertemu dengan Presiden Jokowi dan menyampaikan pidato di DPR RI. Selanjutnya akan mengunjungi Masjid Istiqlal dan bertemu dengan ormas Islam dan barangkali dengan pemimpin-pemimpin agama lainnya yang akan ditentukan nanti,” kata Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Osama Mohammed al-Shuibi di kantor Kedubes Arab Saudi di Jakarta, Jl HR Rasuna Said Kav B-3, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017).

Osama menegaskan nama-nama pimpinan ormas yang dijadwalkan bertemu didata oleh pihak Kementerian Luar Negeri. Nama-nama itu, menurutnya, direkomendasikan pihak pemerintah Indonesia.

“Yang memutuskan menentukan nama-nama yang diterima oleh Raja Salman itu adalah pihak Kemlu,” imbuhnya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebelumnya mengatakan pemerintah memfasilitasi rencana pertemuan Raja Salman dengan tokoh agama. Tokoh yang akan dimediasi untuk bertemu dengan Raja Salman berasal dari berbagai agama.

Dialog para tokoh agama dengan Raja Salman, menurut Lukman, akan lebih mewujudkan perdamaian di Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya. Karena itu, dialog menjadi diutamakan.

Undangan DPR 

Sejumlah tokoh dan organisasi kemasyarakatan diundang dalam acara penyambutan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz di kompleks parlemen, Senayan. Beberapa di antaranya mantan presiden BJ Habibie, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Tokoh-tokoh yang diundang ada mantan presiden dan mantan wakil presiden. Kayak Megawati, SBY, Habibie, Hamzah Haz, Try Sutrisno, Boediono. Nanti duduk di Blok B,” ujar staf protokol DPR bagian acara Sulistyo, Selasa (28/2/2017).

Selain itu, mantan Ketua DPR turut masuk daftar undangan. Mereka di antaranya Marzuki Alie, Agung Laksono, Akbar Tandjung, dan Ade Komarudin (Akom).

“Pak Marzuki, Akbar Tandjung, Agung Laksono, Pak Ade. Kalau mantan Ketua MPR nggak masuk undangan. Terus juga ada raja-raja Nusantara, seperti Hamengkubuwono, Tidore,” kata Sulistyo.

Saat dimintai konfirmasi kehadiran tokoh-tokoh GNPF MUI, Sulistyo belum bisa memastikan. Ia hanya menjawab yang diundang hanya ormas yang terdaftar di Kementerian Agama.

“Dari Kemenag, kami dapat 60 ormas, kami patokan di situ saja. Soal FPI atau GNPF, kami masih kroscek ke bagian surat-menyurat,” ujar Sulistyo.

Namun, kabar baru menyebutkan,  Habib Rizieq dan para ulama GNPF MUI turut diundang hadir untuk acara di Gedung DPR. “Kami diundang oleh DPR yang sudah berkoordinasi dengan protokoler Raja Salman,” ujar pengacara Habib Rizieq, Kapitra Ampera, dalam perbincangan, Selasa (28/2/2017).

Kapitra turut diundang ke DPR untuk mendengarkan pidato Raja Salman pada Kamis (2/3) siang. Menurut Kapitra, ada sekitar 20 ulama GNPF yang diundang.

Rizieq dan Ulama GNPF MUI Diundang DPR Simak Pidato Raja SalmanFoto: Undangan untuk Kapitra Ampera. “Ada Habib Rizieq, UBN (Ustad Bachtiar Nasir), Ustad Zaitun (Zaitun Rasmin, Waketum GNPF MUI), Al-Khattath (Sekjen FUI Muhammad Al-Khattath), dan lain-lain,” kata Kapitra.

Raja Salman akan menyampaikan pidato politik di Ruang Sidang Gedung Nusantara, Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/3) mendatang. Kedatangan Raja Salman sangat dinanti mengingat Raja Arab Saudi terakhir kali berkunjung ke DPR pada 47 tahun lalu.

Di DPR, berbagai persiapan dilakukan jauh-jauh hari. DPR bahkan menyiapkan jalur khusus bagi Raja Salman. Jalur tersebut dibuat dari besi baja yang dilapisi tripleks dan nantinya akan dipasangi karpet merah. Jalan landai itu dipasang di sejumlah lokasi, khususnya di titik-titik yang ada anak tangganya.

Nota Kesepahaman 

Pemerintah Indonesia akan menyepakati 10 nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah Arab Saudi dalam pertemuan bilateral Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud dan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

Menurut Duta Besar Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 10 MoU tersebut meliputi bidang keamanan, kesehatan, pendidikan, budaya, investasi, UKM, pertanian, perikanan, operasional penerbangan sipil, serta hal-hal mengenai Islam.

“Hubungan baik antara Arab Saudi dan Indonesia diharapkan akan semakin kuat dengan ditandatanganinya 10 MoU ini,” kata Osama.

Meskipun tidak menyebut nilai yang diinvestasikan melalui perjanjian kerjasama tersebut, ia memastikan bahwa kunjungan Raja Salman ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017 dengan membawa lebih dari 1.000 orang delegasi, bernilai besar bagi hubungan kedua negara.

Dalam bidang pendidikan, pemerintah Arab Saudi akan menyetujui kerja sama untuk pengembangan pengajaran Bahasa Arab oleh Lembaga Pendidikan Islam dan Arab (LIPIA) di tiga perguruan tinggi di Makassar, Surabaya, dan Medan.

Sementara kerjasama di bidang pariwisata, pembangkit tenaga listrik, dan energi, belum berhasil difinalisasi oleh tim kementerian terkait dari kedua negara.

“Termasuk pembahasan kerja sama antara Aramco dan Pertamina juga belum selesai dibahas,” ujar Osama.

Osama menjelaskan bahwa pemerintahnya memang akan melepas sebagian saham Saudi Arabian Oil Co atau lebih dikenal dengan nama Saudi Aramco, untuk mendukung visi pembangunan 2030 dengan mengurangi ketergantungan terhadap produksi minyak.

Upaya untuk menambah keragaman pendapatan negara dilakukan pemerintah Saudi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi seiring dengan anjloknya harga minyak dunia.

“Walaupun harga minyak turun tetapi alhamdullilah ekonomi kami tetap stabil dan kuat. Bahkan pemerintah Saudi berencana membuka rekening khusus untuk rakyat, untuk memberi bantuan keuangan dan meningkatkan kesejahteraan,” kata dia.

Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sepanjang 2016 Arab Saudi hanya merealisasikan investasi sebesar 900 ribu dolar AS untuk 44 proyek di Indonesia.

Nilai investasi tersebut menempatkan Arab Saudi di urutan ke-57, di bawah Afrika Selatan yang menanamkan modalnya sebesar 1 juta dolar AS dan Mali yang mampu menginvestasikan 1,1 juta dolar AS.

Dari sisi investasi, Arab Saudi memiliki potensi yang sangat besar. Para investor Saudi sangat identik dengan keluarga istana karena sebagian besar orang-orang kaya Saudi adalah keluarga istana.

Contohnya, adalah Pangeran Walid bin Talal bin Abdul Aziz yang termasuk orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai 20 miliar doar AS. Pada 2005 dia menyumbang Universitas Harvard dan Georgetown sebesar 40 juta dolar AS untuk pengembangan studi Islam. (det/ant/tit)

http://m.beritametro.news

***

20 Ormas Islam Akan Bertemu Raja Salman

Warga berduyun-duyun mendatangi Istana Bogor untuk menyambut kedatangan Raja Arab, Salman bin Abdulaziz Al Saud, Rabu (1/3/2017). Foto/SINDOnews/Isra Triansyah


JAKARTA – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud akan menggelar pertemuan dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana negara, Jakarta, Kamis 2 Maret 2017.

Pertemuan tersebut rencananya dilaksanakan setelah Raja Salman menghadiri kegiatan di DPR dan Masjid Istiqlal, Jakarta.

Pada esok harinya, Raja Salman akan menggelar pertemuan dengan tokoh lintas agama.  “Setelah salat Jumat. Tempatnya masih kita jajaki,” ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai menghadiri acara pengambilan sumpah jabatan Ketua Mahkamah Agung (MA) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/3/2017).

Lukman mengatakan, pertemuan antara Raja Salman dan tokoh ormas Islam dan tokoh lintas agama untuk membahas posisi agama sebagai dasar untuk menciptakan peradaban dunia yang damai.

Menurut dia, pertemuan itu sekaligus untuk membahas upaya penanggulangan terorisme, kekerasan, dan ekstremisme secara bersama.

Lukman menyebut lebih dari 20 ormas Islam akan diundang dalam pertemuan itu. Saat ditanya apakah pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dalam pertemuan itu, Lukman tidak memberikan jawaban secara pasti.

Lukman menjawab secara diplomatis bahwa pengaturannya diserahkan kepada Pemerintah dan protokoler Kerajaan Arab Saudi.

“Segala sesuatu yang terkait hal ini  dipersiapkan Kemenlu dan pihak Pemerintah Saudi, tentu atas persetujuan kedua belah pihak. Ini terus kita matangkan,” katanya. (dam)

https://nasional.sindonews.com/Rakhmatulloh

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.051 kali, 1 untuk hari ini)