RIYADH – Sudah menjadi rahasia umum dimana selama Raja Abdullah bin Abdul Aziz berkuasa di Saudi, banyak sekali keputusan pemerintah yang dikrtiik oleh para Ulama Robbani, sehingga akibat dari kritikan tersebut, Ulama Robbani pun harus menelan pil pahit, masuk dalam sel penjara.

Raja Salman, selaku pemegang kekuasaan di Kerajaan Saudi saat ini, memang sangat terlihat berbeda dengan raja sebelumnya. Banyak reformasi yang dilakukan untuk kembali kepada tatanan Islam yang sesungguhnya meski secara perlahan.

Kebijakan-kebijakan Raja Abdullah yang dinilai keluar dari jalur syariah dan terlalu condong kepada Barat mulai dihapus pelan-pelan. Sikap Raja Salman ini mendapatkan banyak simpatik dan acungan jempol dari masyarakat Saudi secara umum. Terlebih masyarakat Saudi yang menginginkan perubahan menuju Islam yang kaffah.dan menjadi poros perjuangan Islam.

Kerajaan Arab Saudi, pada Selasa (17/2/2015)yang lalu, menetapkan pencabutan cekal atas ulama dan dai, Syaikh Salman Audah, setelah lama menjalaninya di masa kekuasaan Raja Abdullah bin Abdul Aziz.

Pernyataan itu disampaikan sumber pejabat kerajaan. “Cekal atas Syaikh Salman Audah telah dicabut. Nama tertulis dalam daftar orang-orang yang dicabut cekalnya untuk bepergian ke luar negeri.”

Seperti yang banyak dikabarkan, Syaikh Salman Al Audah adalah Ulama Robbani yang lurus aqidahnya di atas manhaj ahlus sunah wal jamaah. Dimana dia berani terus terang mengkritik setiap kebijakan pemerintah yang dinilai menyimpang dari syariah.

Semoga dengan bebasnya Syaikh Salman Al Audah menjadikan dakwah manhaj nabawiyah kian semarak, dan menjadi tonggak lahirnya para pejuang Islam yang tambah banyak di Saudi [dbs/protonema/voa-islam.com] Jum’at, 2 Jumadil Awwal 1436 H / 20 Februari 2015 23:11 wib

(nahimunkar.com)