Ketika mereka sulit memurtadkan, maka mereka mengubah targetnya dengan menjauhkan umat Islam dari agamanya. Caranya dengan memunculkan pemahaman Islam yang keliru yang akhirnya menghasilkan orang Islam yang ‘’alergi’’ bahkan membenci ajaran Islam. Gerakan-gerakan anti-Islam itu wujudnya adalah sekulerisme, pluralisme, liberalisme, misionarisme palangis, orientalisme, dan sebangsanya. Dengan kata lain, gerakan dakwah untuk menyelamatkan Indonesia, menghadapi tantangan dari ‘’koalisi hitam’’ yang menggunakan dua virus. Yang pertama adalah cinta dunia, dan kedua kemaksiatan. Demikian dikemukakan Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia KH Syuhada Bahri, dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Dakwah di Aula Masjid Al Furqan Jl Kramat Raya 45, Jakarta Pusat, Jumat (27/02) sore.

Hadir dalam pembukaan Rakernas, segenap pembina, pengawas, dan pengurus harian Dewan Dakwah beserta para pimpinan Dewan Dakwah Perwakilan dari 32 provinsi. Koalisi gerakan anti Islam itu menyebarkan virus wahn (cinta dunia) sehingga ummat Islam menjadi lemah, gampang melakukan kemaksiatan, dan akhirnya mudah dikalahkan. Fenomena ini sudah diperingatkan jauh-jauh hari oleh Rasulullah Saw sebagaimana dilukiskan dalam hadits dari Tsauban.

Dalam hadits itu dikatakan, Rasulullah Saw berkata,

«يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا»، فَقَالَ قَائِلٌ: وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: «بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ، وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ، وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ، وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ»، فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الْوَهْنُ؟ قَالَ: «حُبُّ الدُّنْيَا، وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ» سنن أبي داود (4/ 111) حكم الألباني] : صحيح

“Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya, ”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata, ”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278).

Salah satu virus kesesatan yang diperdagangkan ‘’Koalisi Hitam’’ (gerakan-gerakan anti Islam) adalah narkoba. Menyitir data dari BNN, Syuhada Bahri mengungkapkan bahwa saat ini tercatat ada 4,5 juta pengguna narkoba di Indonesia. Sekitar 1,2 juta di antaranya sudah tidak mungkin direhabilitasi karena kondisi mereka terlalu parah. Bahkan, saban hari ada 40-50 pengguna narkoba yang meninggal. Oleh karena itu, belum lama ini Dewan Dakwah mengeluarkan statemen mendukung pelaksanaan hukuman mati secepatnya bagi pelaku kejahatan perdagangan narkoba yang sudah divonis mati oleh otoritas hukum Indonesia.

Ketua Umum Dewan Dakwah juga memperingatkan kampanye kesesatan yang menyasar generasi muda Islam. Misalnya peredaran buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran”. Buku setebal 218 halaman itu ditulis Toge Aprilianto  dan diterbitkan oleh Brilian Internasional pada 2010. Isinya tentang pacaran, bercinta (membujuk untuk berzina, red nm) , dan hubungan anak dengan orangtua. Mengutip Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Syuhada Bahri mengungkapkan bahwa konten buku tersebut mengajak remaja untuk berbuat dosa pacaran dan bahkan berzina.
Rakernas Dewan Dakwah berlangsung secara sederhana pada 27 Februari hingga 1 Maret 2015. Kegiatan ini merupakan persiapan menyongsong Silaturahim Nasional (Silatnas) yang akan diselenggarakan pada September 2015 nanti. Ketua Pembina Dewan Dakwah Prof AM Saefuddin mengatakan, Silatnas akan membentuk kepengurusan baru periode 2015-2019, menetapkan policy dasar lembaga, dan menyusun program kerja.

rep: bowo
red: shodiq/ si online

(nahimunkar.com)

(Dibaca 447 kali, 1 untuk hari ini)