Wednesday, September 17, 2014 | 17:03

intriknews.com Perjalanan demokrasi yang masih panjang dan tidak tahu kapan ujungnya, dan saat ini rakyat terpaksa di pimpin sama presiden terpilih, Joko “Jokowi” Widodo dan wakil presiden Jusuf Kalla untuk lima tahun kedepan.

Banyak rakyat yang berharap solusi yang akan dirasakan untuk kemajuan bangsa, kesejahteraan ekonomi rakyat, harga BBM yang murah, korupsi yang di berantas, kemacetan yang sirna dari Jakarta (karena masih janji Jokowi), dan tuntasnya kasus pelanggaran HAM, ekonomi kreatif yang maju, rupiah yang disegani dollar, dan lain-lainnya.

Wajar jika rakyat minta semua itu bisa dilaksanakan. Apatah lagi Jokowi memang sudah berjanji akan menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 7%. Dalam pernyataannya Jokowi bisa optimis hal tersebut tercapai, walau banyak omongan Jokowi yang tidak konsisten.

Dengan derasnya arus media terus mencitrakan Jokowi, tetap saja tanda-tanda kebaikan Indonesia belum jelasa dan terang. Yang ada malah ancaman-ancaman kepada rakyat. Seperti BBM akan naik, gaji menteri juga akan dinaikkan, Jokowi dan istri sudah naik mobil “Mercy”mewah, PNS yang terancam karena anggarannya akan di pangkas.

Selain itu, masalah hukum dan pelanggaran HAM pun masih menguap saja. Alih-alih Jokowi mau tuntaskan kasus HAM, eh malah tunjuk pelanggar HAM menjadi penasehatnya, dialah Hendropriyono. Dengan tanpa bersalah Jokowi malah membela dan memberikan alasan-alasan terkait hal tersebut.

Sewaktu kampanye, Jokowi berjanji akan membuat kabinet menjadi ramping, namun sekarang tetap saja isu kabinet menteri Jokowi tidak jauh beda sama SBY, jumlah 34 menteri. Lalu Jokowi pun memberikan alasan atas sikapnya itu. Tidak sampai disitu, ternyata malah Megawati yang pilih dan tunjuk menteri, lha..presidennya siapa?

Jokowi yang dulu menolak kenaikan BBM, kini malah mau menaikkan BBM dan memaksa SBY untuk menaikkan duluan. Bukan solusi yang didapatkan rakyat, namun Jokowi pun memberikan alasan-alasan.

Hematnya, rakyat sampai saat ini masih dihadiahkan rangkaian alasan-alasan Jokowi, bukan solusi. Jika hal ini terus lestari, siapa yang jadi korban?

Bulan Oktober 2014 Jokowi dan Jusuf Kalla akan dilantik, hal yang aneh jika mereka bisa tunaikan janjinya kepada rakyat. [yq/silontong]

(br/nahimunkar.com)

(Dibaca 87 kali, 1 untuk hari ini)