Jum’at, 18 Oktober 2013, 14:42

Denny Armandhanu

 

VIVAnews – Masyarakat di Suriah menyambut gembira pengiriman ratusan hewan kurban dari rakyat Indonesia. Beberapa dari mereka tidak sanggup menahan haru, bahagia luar biasa mendapat bantuan makanan di tengah perang yang berkecamuk.

Salah seorang relawan pembawa bantuan asal Indonesia Amirulhuda Romadhoni kepada VIVAnews, Jumat 18 Oktober 2013, mengatakan bahwa perasaan terharu dan menahan rasa sedih adalah salah satu hambatan tersendiri dalam pemberian daging kurban. Amirulhuda bersama lima relawan Indonesia lainnya membagikan daging di berbagai desa di provinsi Idlib dan Lattakia.

Alhamdulillah, masyarakat sangat bahagia dengan adanya program pembagian kurban dari kaum muslimin Indonesia. Terlihat dari wajah mereka sinar kebahagiaan,” kata Amirulhuda, berbicara dari Suriah melalui sambungan internet.

Dia mengisahkan, ketika membagi daging di salah satu lokasi, keluar seorang nenek yang membawa tongkat. Nenek itu menangis bahagia, sesenggukan hebat, sehingga harus ditenangkan keluarganya.

“Ada lagi seorang kakek yang memeluk tim relawan dan berdoa, ‘Semoga Allah membalas kebaikan kalian, karena kalian baik sekali’,” ujarnya.

“Sungguh, keadaan yang sangat menyayat hati jika dibandingkan dengan kondisi kita di Indonesia. Selain membagikan daging kurban, para relawan juga membagi permen untuk anak-anak Suriah, Alhamdulillah anak-anak bisa tersenyum bahagia,” lanjutnya lagi.

Relawan lainnya, Muhammad Nurhuda mengungkapkan ada lebih dari 9.400 keluarga di 15 desa di Idlib dan dua desa di Lattakia yang menerima daging kurban dari Indonesia.

“Ada bapak yang sudah mempersiapkan kayu bakar beberapa hari sebelumnya, ketika ditanya istrinya,’ untuk apa kayu bakar ini?’ maka beliau menjawab, ‘untuk memasak daging kurbannya saudara kita dari Indonesia’,” tulis Nurhuda dalam akun media sosialnya.

Pengiriman hewan kurban terlaksana berkat donasi rakyat Indonesia yang dikumpulkan oleh Peduli Muslim bekerja sama dengan Yufid dan Radio Rodja. Dalam waktu dua bulan terkumpul Rp4 miliar yang dibelikan 301 ekor kambing, 8 sapi dan 1 unta.

Diintai Jet Tempur

Pembagian dilakukan secara bertahap ke berbagai wilayah di Idlib dan Lattakia selama beberapa hari. Pekerjaan ini penuh resiko berbahaya karena terus diintai oleh pasukan rezim Suriah.

Amirulhuda mengatakan, saat mereka berada di kota Jabal Zawiyyah, khususnya di desa Jazif dan Bisamar, tentara rezim Bashar al-Assad terus menyerang sejak sebelum subuh hingga pembagian daging kurban.

“Bahkan, ketika hari kedua Idul Adha, pesawat tentara Bashar Assad terus berkeliling di atas kota Jabal Zawiyyah sehingga membuat para mujahidin mengusir pesawat dengan tembakan dari mobil anti pesawat,” ujarnya.

Pada siang hari saat membagikan dagingn di Lattakia di hari kedua Idul Adha, kondisi relatif aman. Namun malam hari, terdekat ledakan dahsyat di dekat lokasi tim relawan bermalam.

Kendala lainnya adalah perjalanan darat yang cukup jauh, perlu enam jam untuk tiba di lokasi berikutnya.

“Ternyata, medan yang kami lalui cukup berat, yaitu di lokasi pegunungan yang curam serta jalan yang berkelok-kelok dan sempit. Sehingga, di tengah perjalanan kami terpaksa harus memindahkan hewan kurban dari truk kontainer ke dalam beberapa truk kecil,” kata Amirulhuda. (eh)

***

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.007 kali, 1 untuk hari ini)