Sembilan nama yang mestinya tidak diterima di SMAN 1 Solo saat PPDB online itu kini tercatat sebagai siswa di sekolah tersebut.

Kepala SMAN 1 Solo H.M. Thoyibun yang sempat dijumpai wartawan terkait masalah itu, pekan lalu, menolak memberikan komentar terkait dugaan munculnya siswa-siswa siluman di sekolah yang dipimpinnya itu, menurut berita solopos.com Rabu, 18 September 2013 04:14 WIB

LUIS (Laskar Umat Islam Solo) mengirimkan surat pengaduan kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, atas dugaan adanya pelanggaran PPDB di SMAN 1 Solo. LUIS meminta kasus itu diusut hingga tuntas.

LUIS menduga Kepala SMAN 1 Solo menerima gratifikasi atas tindakan memasukkan sembilan murid yang sebenarnya tidak lolos seleksi PPDB online. Surat pengaduan tersebut ditembuskan kepada Polresta Solo. Menerima tembusan surat itu penyidik selanjutnya menindaklanjutinya.

Pentolan aliran sesat LDII

Dalam kasus di Solo ini, oleh karena kasus 9 siswa siluman mendadak jadi murid di SMA 1 Solo ini kepala sekolahnya adalah orang yang ada di jajaran kepemimpinan suatu aliran sesat, maka beritanya jadi menghangat di kalangan Umat Islam. Apalagi yang melaporkan adalah dari kelompok Islam setempat, LUIS.

Dalam susunan kepengurusan  DPD LDII Kota Surakarta 2010-2015

Ada nama Drs. H. MUHAMMAD THOYIBUN, SH, MM di  Dewan Penasihat sebagai Ketua. Lihat link http://surakarta.ldii.or.id/?p=58

LDII, menurut Rekomendasi MUI 2005 adalah aliran sesat dan agar dibubarkan oleh pemerintah.

Tentang sesatnya LDII menurut MUI, beritanyan sebagai berikut.

Rekomendasi MUI untuk Pembubaran Ahmadiyah, LDII dan sebagainya

MUI dalam Musyawarah Nasional VII di Jakarta, 21-29 Juli 2005, merekomendasikan bahwa aliran sesat seperti Ahmadiyah, LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dan sebagainya agar ditindak tegas dan dibubarkan oleh pemerintah karena sangat meresahkan masyarakat.

Bunyi teks rekomendasi itu sebagai berikut:

“AJARAN SESAT DAN PENDANGKALAN AQIDAH.

MUI mendesak Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan sebagainya. MUI supaya melakukan kajian secara kritis terhadap faham Islam Liberal dan sejenisnya, yang berdampak terhadap pendangkalan aqidah, dan segera menetapkan fatwa tentang keberadaan faham tersebut. Kepengurusan MUI hendaknya bersih dari unsur aliran sesat dan faham yang dapat mendangkalkan aqidah. Mendesak kepada pemerintah untuk mengaktifkan Bakor PAKEM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya baik di tingkat pusat maupun daerah.” (Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, Tahun 2005, halaman 90, Rekomendasi MUI poin 7, Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah).

Adapun kasus 9 Nama Siluman Mendadak Jadi Siswa SMAN 1 Solo, inilah berita selengkapnya.

***

PPDB ONLINE 
9 Nama Siluman Mendadak Jadi Siswa SMAN 1 Solo

SM1SoloSMAN 1 Solo tempat ditemukannya 9 nama siluman yang tak pernah tercantum dalam pengumuman PPDB online (wikimapia.org)

Rabu, 18 September 2013 04:14 WIB | Binti Sholikah/JIBI/Solopos

Solopos.com, SOLO — Penerimaan peserta didik baru (PPDB) online2013 di SMA Negeri (SMAN) 1 Solo diduga bermasalah. Sembilan nama yang mestinya tidak diterima di SMAN 1 Solo saat PPDB onlineitu kini tercatat sebagai siswa di sekolah yang berlokasi di Jl. W. Monginsidi tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh Solopos.com dari Laskar Umat Islam Solo (LUIS), ke-9 nama siluman itu berasal dari dalam maupun luar kota Solo. Mereka sebenarnya tidak diterima di SMAN 1 Solo namun secara resmi menjadi siswa di sekolah tersebut. Bahkan dari beberapa siswa tersebut diketahui memiliki nilai di bawah rata-rata nilai siswa yang diterima di sekolah itu.

Saat Solopos.com, Selasa (17/9/2013), mencoba mengecek data siswa yang diterima di SMAN 1 Solo melalui website PPDB online, ke-9 nama siluman itu tidak terdapat dalam daftar pendaftar yang diterima di SMAN 1 Solo. Namun, ke-9 nama siluman itu kini justru terdapat di dalam dalam daftar presensi di SMAN 1 Solo.

Meskipun terdapat aturan siswa dapat diterima langsung dengan syarat memiliki piagam Juara I tingkat nasional maupun internasional, ke-9 siswa SMAN 1 Solo itu juga diketahui tidak memiliki piagam. Bahkan, kalaupun mereka adalah siswa pindahan, seharusnya menunggu sampai ujian semester I berakhir dan nilai rapor telah keluar.

Kepala SMAN 1 Solo H.M. Thoyibun yang sempat dijumpai wartawan terkait masalah itu, pekan lalu, menolak memberikan komentar terkait dugaan munculnya siswa-siswa siluman di sekolah yang dipimpinnya itu./ solopos.com

***

DUGAAN PENYIMPANGAN PPDB ONLINE
Polisi Periksa 8 Orang Panitia di SMAN 1 Solo

Resor SurakartaIlustrasi (JIBI/SOLOPOS/Is Ariyanto)

.

Rabu, 23 Oktober 2013 18:40 WIB | Rudi Hartono/JIBI/Solopos

 

Solopos.com, SOLO – Penyidik Polresta Solo memeriksa delapan pegawai Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo yang menjadi penitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) online 2013 di SMAN 1 Solo. Pemeriksaan sebagai tindak lanjut penyelidikan kasus dugaan korupsi penerimaan gratifikasi.

Kanit III Reskrim Polresta Solo, AKP Darsono, saat dihubungi Solopos.com, Rabu (23/10/2013), mengemukakan pihaknya telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap delapan panitia PPDB dari Disdikpora sebagai saksi, pekan lalu.

Pemeriksaan dilakukan secara bertahap. Delapan saksi tersebut dikatakan Darsono merupakan sampel dari sekian banyak panitia yang ada. Namun, jika delapan saksi dinilai belum cukup, penyidik tidak menutup kemungkinan bakal memanggil saksi lain lagi.

“Mereka menerangkan masing-masing tugas saat menjadi panitia. Ini kan masih penyelidikan awal, jadi masih banyak yang harus kami lakukan,” papar Darsono mewakili Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Rudi Hartono.

Ia lebih lanjut menginformasikan, penyidik hingga saat ini belum menemukan unsur pidana dalam kasus yang dilaporkan Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) itu.
Pasalnya, penyelidikan masih pada tahap awal. Penyidik dikatakan Darsono, baru mengumpulkan data atau materi untuk memudahkan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami nantinya juga akan memeriksa kasek [Kepala SMAN 1 Solo, H.M. Thoyibun]. Tapi itu masih nanti. Setelah memeriksa panitia dari Disdikpora kami masih akan memeriksa pihak ketiga, yaitu penyedia server PPDB dari UNS Solo,” imbuh Darsono.

Diinformasikannya, sebelumnya penyidik telah memeriksa 22 panitia PPDB dari kalangan guru SMAN 1 Solo. Mereka kepada penyidik menerangkan tugas sesuai dengan divisi kepanitiaan. Ada yang bertugas memasukkan data, pengarsipan dan sebagainya.

Seperti diinformasikan, LUIS mengirimkan surat pengaduan kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, atas dugaan adanya pelanggaran PPDB di SMAN 1 Solo. LUIS meminta kasus itu diusut hingga tuntas.

LUIS menduga Kepala SMAN 1 Solo menerima gratifikasi atas tindakan memasukkan sembilan murid yang sebenarnya tidak lolos seleksi PPDB online. Surat pengaduan tersebut ditembuskan kepada Polresta Solo. Menerima tembusan surat itu penyidik selanjutnya menindaklanjutinya.

Solopos.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.894 kali, 1 untuk hari ini)