• Dengan bersuamikan orang kafir padahal dia ngakunya muslimah, kan zina seumur hidup itu selama masih bersuamikan kafir, maka pantaslah dia benci kepada situs-situs Islam.
  • Waspadai Eva Sundari, agen asing yang tugasnya merecoki Islam
  • Dia itu tidak pernah mau komentar terhadap masjid yang dibakar orang kafir di Porsea, padahal dia tau persis.

Larangan nikah antara wanita Islam dengan lelaki kafir (bukan Islam) :

فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ

“…maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka…” (QS Al-Mumtahanah/ 60: 10)

 Inilah beritanya.

***

nikah

Eva Sundari PDIP Bersuami orang Kafir Berarti Zina Seumur Hidup

JAKARTA – Umat Islam sepertinya perlu tahu sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

Menurut Munarman, perempuan kelahiran Nganjuk, 8 Oktober 1965 itu meski mengaku sebagai Muslim tetapi bersuami seorang diplomat asal Timor Leste yang kafir.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, suaminya Dubes Timor Leste di Malaysia dan kafir. Artinya dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya sebagai agen asing tidak terdeteksi,” ungkap Munarman kepada voa-islam.com, Ahad (21/7/2013).

Berdasarkan pengakuan Eva sendiri, di beberapa media, ia kerap merayakan natal bersama suaminya di Malaysia.

“Aku menyusul suamiku di Kuala Lumpur yang Natal-an di sana. Semua keluarga kumpul di sana sampai Tahun Baru,” ungkap Eva seperti dikutip Liputan6.com, di Jakarta, Kamis (20/12/2012).

Dengan bersuamikan orang kafir padahal dia ngakunya muslimah, maka pantaslah dia benci kepada situs-situs Islam. Kerena dia sendiri aja nggak ngerti agama

Dengan demikian ini merupakan fakta bahwa Eva Kusuma Sundari pada dasarnya tak mengerti agama. “Ternyata selain agen asing dia juga nggak ngerti agama,” tegas Munarman.

Sehingga wajar, Eva yang bersuamikan orang kafir dan tak mengerti agama itu begitu benci kepada situs-situs Islam.

“Dengan bersuamikan orang kafir padahal dia ngakunya muslimah, maka pantaslah dia benci kepada situs-situs Islam. Kerena dia sendiri aja nggak ngerti agama,” ungkapnya.

Munarman menyampaikan dalam Islam, seorang Muslimah dilarang menikah dengan orang kafir, jika hal itu terjadi pernikahannya tidak sah dan sama saja dengan berzina.

“Kan zinah seumur hidup itu selama masih bersuamikan kafir,” tandasnya. [Ahmed Widad]  (voa-islam.com) Senin, 22 Jul 2013

*** 

Dia itu tidak pernah mau komentar terhadap masjid yang dibakar orang kafir di Porsea, padahal dia tau persis.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu. Suaminya Dubes Timor Leste di Malaysia. Artinya dia dibawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya sebagai agen asing tidak terdeteksi. Dia dulunya bekerja sebagai agen asing yang menggunakan cover funding agency, Asia Foundation,” ungkap Munarman kepada Suara Islam Online, Ahad (21/7/2013).

Dengan status yang demikian, kata Munarman, tak heran bila misi Eva adalah menghancurkan fondasi Islam yang menjadi pedoman banyak kalangan muda. “Saat ini dakwah melalui media online menjadi salah satu agenda yang harus dihancurkan berdasarkan agenda global zionis internasional,” lanjutnya.

Munarman lantas bercerita mengenai ketidak konsistenan Eva. Eva yang biasanya suka berteriak bila terjadi peristiwa yang dianggap menzalimi kaum minoritas, tidak berani berkomentar jika yang menjadi korban adalah minoritas Islam. Padahal dia sendiri tertulis dalam identitasnya beragama Islam.

“Dia itu tidak pernah mau komentar terhadap masjid yang dibakar orang kafir di Porsea, padahal dia tau persis. Juga tidak pernah komentar terhadap pelanggaran HAM berat oleh Densus 88. Juga tak pernah komentar terhadap tindakan main hakim sendiri pecalang pecalang di Bali yang menutup seluruh tempat hiburan dan fasilitas publik lainnya,” Munarman menceritakan.

“Karena memang dia ditugaskan oleh pihak asing khusus untuk merecoki umat Islam,” tandasnya. (SI Online/arrahmah.com)

Samir Musa, Ahad, 14 Ramadhan 1434 H / 21 Juli 2013 20:02

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 15.396 kali, 1 untuk hari ini)