Kesyirikan Bengkulu 1Foto: MelayuOnline

.

Prosesi membuang tabuik/ tabot ke laut ini melambangkan dibuangnya segala silang sengketa di masyarakat. Sekaligus, melambangkan terbangnya burung Buraq membawa jasad Husein ra ke Surga.

Terkesan, tradisi tabuik ini merupakan perpaduan antara tradisi syi’ah dan Hindu

Pada tahun 2010 lalu, Pesta Budaya Tabuik Pariaman digelar pada tanggal 7 hingga 19 Desember 2010. Agar terlihat Islami, pesta budaya ini diawali dengan Dzkir Bersama dan Tausiyah. Menurut Mukhlis Rahman (Walikota Pariaman), pesta budaya tabuik tahun 2010 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena pada tahun 2010 ini juga ditampilkan pagelaran Barongsai, yang merupakan budaya khas Cina.

Jadi, pesta budaya tabuik pariaman ini campuran berbagai unsur, yaitu syi’ah, Hindu, Cina Konghucu dan Islam. Boleh jadi, ini namanya sinkretisme yang mengandung kemusyrikan, dan dibiayai pemerintah setempat.

Nampaknya, pemkot Pariaman cukup serius menjadikan tradisi tabuik sebagai bagian dari objek wisata lokal yang bisa dijual. Faktanya, pada tanggal 9 April 2011 lalu, pemkot Pariaman meresmikan dua unit Rumah Tabuik, yang dimaksudkan sebagai pusat kebudayaan, seni, dan tradisi Pariaman. Dana pembuatan rumah tabuik ini berasal dari APBN sebesar Rp2,3 miliar dan dana APBD Pariaman Rp1,71 miliar.

(lihat Tabot, Tabuik dan Nikah Mut’ah https://www.nahimunkar.org/tabot-tabuik-dan-nikah-mutah/ ).

Ulama, muballigh, dan umat Islam yang aqidahnya benar tentu mengerti tentang bahaya acara “sesajen” sangat mahal itu. Itu jelas mengandung unsur syirik (dosa terbesar) dan tabdzir (penghamburan harta) yang pelakunya adalah teman syetan. Maka menjadi kewajiban bagi ulama, muballigh, dan siapa saja yang faham serta sanggup untuk menjelaskan bahaya kemusyrikan itu untuk menyampaikan kepada Umat.

Salah satu yang menyampaikan dakwah untuk menjelaskan bahaya kemusyrikannTabot itu ternyata Ustadz Amri, dia berkhutbah di Masjid Ar-Rahman (mungkin nama Baitur Rahman lebih pas?) Bengkulu, pada Jumat (15/11/2013).

Tahu-tahu ada pihak yang memprotesnya dengan alasan tidak menyenangkan. Mestinya yang dapat diduga penodaan agama dengan membiayai perusakan aqidah Islam besar-besaran itu yang perlu diprotes. Sudah menghabiskan dana dari Umat, masih pula merusak aqidah. Oleh karena itu IKMI (Ikatan Masjid Indonesia) Bengkulu mendukung Ustadz Amri.

 

Inilah beritanya.

***

Pengurus IKMI Bengkulu dukung Ustadz Amri, proses Tabot mengandung unsur syirik

Kesyirikan Bengkulu 2Prosesi ritual Tabot yang mengandung syirik kepada Allah Tabaroka wa Ta’ala

.

BENGKULU– Dukungan terhadap Ustadz Amri yang menyampaikan khotbahnya berisi kesesatan acara Tabot di Masjid Ar-Rahman Bengkulu, datang dari Pengurus Ikatan Masjid Indonesia (IKMI) Bengkulu, H. Hambali Nawawi.

H. Hambali Nawawi dengan tegas mengatakan, proses ritual Tabot mengandung unsur syirik. Diantaranya proses duduk penja, mengambil tanah, bakar kemenyan di kuburan yang dihormati.

“Prosesnya banyak yang mengandung syirik. Contoh, mengambil tanah, lalu dibungkus kain, lalu didoakan. Itu bukanlah ajaran Islam. Begitupun dengan ziarah ke makam membawa kemenyan. Ajaran Islam tidak pernah mengajarkan berziarah membakar menyan, kalau memang untuk menghilangkan bau, ya silakan saja pakai obat nyamuk atau parfum,” ungkapnya, seperti dilansir RB.

Terlebih lagi, lanjut Hambali Nawawi pernyataan Ketua KKT (Kerukunan Keluarga Tabot ) Syiafril yang mengatakan bisa mengundang roh-roh leluhur. “Jelas sekali itu syirik. Pak Syiafril pernah mengatakan acara tabot itu bernuansa gaib untuk mengundang para leluhur tabot untuk hadir, nah ajaran Islam yang mana yang mengajarkan kalau roh itu bisa diundang datang,” tanyanya.

Dijelaskan Hambali, Tabot bukanlah budaya maupun tradisi Bengkulu. Tabot adalah kebudayaan yang dibawa oleh Syekh Burhanudin atau Imam Senggolo dari India ke Pariaman, Sumatera Barat, lalu sampailah ke Bengkulu.

Selain membenarkan ustadz Amri, Hambali juga mendukung diadakannya debat terbuka perihal syiriknya proses ritual Tabot.

“Terkait tindakan Ustadz  Amri itu, bagi saya sudah benar dan betul. Tidak ada yang salah. Kami juga mendukung untuk dilakukan debat publik, kita buka-bukaan saja. Buka dalilnya kita buktikan syirik atau tidak prosesi Tabot itu,” pungkasnya. (azm/arrahmah.com) A. Z. MuttaqinSelasa, 15 Muharram 1435 H / 19 November 2013 08:44

***

.

Dari mimbar Jumat Mujahid dakwah sampaikan kesesatan acara Syiah Tabot, KKT mempidanakan

A. Z. MuttaqinSelasa, 15 Muharram 1435 H / 19 November 2013 01:42

Kesyirikan Bengkulu 3Arak-arakan bangunan Tabot di Bengkulu

.

 BENGKULU (Arrahmah.com) – Kerukunan Keluarga Tabot Bengkulu mendatangi Kepolisian Resort Bengkulu, untuk melaporkan Ustadz Amri atas perkara perbuatan tidak menyenangkan pada Jumat (15/11/2013).

Dalam laporan KKT ke Polisi, kasus tindak pidana ini terjadi pada jumat siang saat Ustad Amri  memberikan ceramah sebelum Sholat Jumat di salah satu mesjid di kawasan penurunan.

Pada khotbah Jumatnya, Ustad Amri menyebutkan bahwa ziarah dan beberapa ritual kubur dalam Festival Tabot merupakan perbuatan syirik. Pernyataan ini didengar peserta sholat Jumat lainnya, termasuk salah satu warga asal Depok yang bernama Ahmad Marzuki yang kemudian melaporkan pernyataan ustad ini ke KKT.

Sementara itu Ustadz Amri yang ditemui di kediamannya Jumat malam, mengaku menyampaikan khotbah tersebut atas pendalamannya terhadap ajaran agama Islam selama ini. Bukan hanya dia yang menyebutkan bahwa terlalu meyakini Tabot merupakan perbuatan syirik, tapi juga ribuan warga kota lainnya, termasuk para Ustadz lain di Kota Bengkulu.

Laporan KKT atas delik perbuatan tidak menyenangkan, ditanggapi dengan bijak oleh Ustadz Amri. Saat ditemui di kediamannya, Mujahid dakwah ini menyatakan siap bila dipanggil dan diperiksa pihak kepolisian, rilis RBTV.

Dalam penjelasannya, Ustad Amri mengakui menyampaikan khotbah bahwa bila seseorang menyakini bila Tabot tidak dilaksanakan maka akan terkena bencana, jelas merupakan perbuatan  syirik. Apalagi kiblat perayaan Tabot mengarah pada ajara Syiah yang jelas-jelas sudah dinyatakan sebagai aliran sesat dan menyesatkan oleh Majelis Ulama Indonesia. (azm/arrahmah.com)

***

.

Polisi: Tidak ada unsur pidana pada khotbah Ustadz Amri

 

Z. MuttaqinSelasa, 15 Muharram 1435 H / 19 November 2013 02:06

BENGKULU (Arrahmah.com) – Menanggapi laporan KKT terkait khotbah Ustadz Amri, tentang acara Syiah Tabot, Kapolres Bengkulu, AKBP. Iksantyo Bagus Pramono, SH, MH menyebut sulit dipidana. Artinya, laporan KKT bakal mentok.

Sulit dipidananya Ustadz Amri, menurut Kapolres karena apa yang disampaikan Ustadz Amri itu berdasarkan apa yang diyakininya dalam ajaran Islam.Terlebih lagi saat itu kapasitasnya memang sebagai khotib di Masjid Ar-Rahman.

“Kalau kita lihat, sementara ini belum ada unsur pidananya. Namun bukan berarti laporan kita tolak. Langkah penyelidikan tetap kami lakukan. Karena pada prinsipnya, semua laporan yang masuk ke polisi tidak boleh ditolak. Nanti hasil gelar perkara yang memutuskan apakah laporan ini bisa diproses lebih lanjut atau tidak. Selain itu kami juga berupaya memfasilitasi dilakukan mediasi, kedua belah pihak yang berpolemik bisa berdamai. Jadi nanti kita lihat perkembangannya lebih lanjut,” terang Kapolres, sebagaimana ditulis RB, Ahad (17/11/2013). (azm/arrahmah.com)

(nahimunkar.com).

(Dibaca 5.355 kali, 1 untuk hari ini)