Selain dikenal sebagai anak kyai sepuh di ponpes Tarekat Shiddiqiyyah Ploso Jombang,  M Subchi Azal Tsani juga dikenal sebagai seorang Produser film ” WAGE”/ gelorabangsa

https://www.nahimunkar.org/pakar-hukum-tersangka-dugaan-pencabulan-santriwati-di-jombang-harusnya-sudah-ditahan/

***

Tarekat Shidiqqiyyah pernah divonis Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Muktabaroh Indonesia (JATMI) tidak sah.

Tarekat Shidiqqiyyah pernah divonis Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Muktabaroh Indonesia (JATMI) tidak sah. Ini karena tarekat Shiddiqiyyah dianggap tidak memiliki silsilah mata rantai guru yang bersambung ke Nabi Muhammad.

Hasil keputusan kongres tarekat di Magelang tahun 1971 sebagai tarekat yang ghoiru muktabaroh (Tidak sah) karena dinilai tidak memiliki silsilah berupa susunan mata rantai guru tarekat yang menghubungkannya kepada pusat pembawa agama Islam, yaitu nabi Muhammad SAW.

Sebagai konsekuensinya adalah bahwa JATMI mengimbau masyarakat untuk tidak mengikuti ajaran shiddiqiyyah tersebut. (Tim detikJatim – detikNews, Rabu, 06 Jul 2022 14:36 WIB/ Profil Kiai Jombang yang Lindungi Anaknya DPO Kasus Pencabulan).

 

 

Silakan simak berita yang kini ramai lagi soal pencabulan terhadap santriwati berikut ini.

***

 

Mencekam , Begini Kondisi Pondok Pesantren Tarekat Shiddiqiyyah Ploso Jombang saat Upaya Penangkapan DPO Kasus Pencabulan Santriwati

 

Personel kepolisian dari Polda Jatim berjaga di gerbang Pesantren Shidiqqiyah, Ploso, Jombang, Kamis (7/7/2022). [SuaraJatim.id/Zen Arivin]

SuaraMalang.id – Ratusan personel polisi melakukan pengepungan di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Desa Losari, Ploso, Jombang dalam upaya jemput paksa anak Kiai Jombang, Moch Subchi Al Tsani (MSAT) buron kasus pencabulan, Kamis (7/7/2022).

Ratusan personel yang dikerahkan merupakan gabungan Polres Jombang dan Polda Jawa Timur beserta pasukan Brimob.

Sebelumnya, tim buru sergap telah berada di halaman rumah pengasuh Pondok PesantrenShiddiqiyyah Ploso, Jombang KH Muhammad Mukhtar Mukthi.

Beredar di media sosial kondisi saat polisi melakukan penggerebekan di dalam pondok pesantren. Video itu dibagikan oleh akun instagram @inijawatimur.

Dalam video tampak situasi menegangkan. Puluhan santri tampak panik dan berlarian.

Mereka terdengar menyerukan kalimat “Allahussalam” berulang kali. 

Di dalam pondok juga terlihat satuan brimob yang berjaga di tengah lapangan. Mereka dikerubungi oleh para santri. Suasana pun tampak riuh.

Unggahan tersebut kemudian mengundang beragam komentar dari warganet.

“gara-gara satu orang,” ujar zainul***

“kasihan santrinya,” kata tony***

Sebagai informasi, MSAT dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan terhadap perempuan di bawah umur asal Jawa Tengah dengan Nomor LP: LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG. Korban merupakan salah satu santriwati atau anak didik MSAT di pesantren. Kasus ini kemudian ditarik ke Polda Jatim, antaran MSAT selalu mangkir dari panggilan polisi.

Bahkan upaya penjemputan paksa MSAT selalu mendapat pengadangan dari massa yang berjaga di lingkungan pesantren.

MSAT dua kali melayangkan praperadilan, namun ditolak hakim. Awal 2022 lalu, polisi menetapkan MSAT daftar pencarian orang (DPO) alias buron.

Pada Minggu (3/7/2022), polisi menyergap MSAT di jalanan Jombang. Namun, upaya tersebut gagal lantaran mendapat perlawan dari para pengawal MSAT. Bahkan polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan.

Kapolres Jombang AKBP M Nur Hidayat sempat melakukan negoisasi dengan ayah dari MSAT, Muhammad Muhtar Mu’thi. Namun, justru pihak kepolisian diminta untuk pergi dan tidak menangkap MSAT dengan alasan fitnah.

Kontributor : Fisca Tanjung

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan 

SuaraMalang.id,

Kamis, 07 Juli 2022 | 13:42 WIB

 

(nahimunkar.org)