Seorang yang menamakan cheguevara.7th memposting berita-berita  di kaskus.co.id dengan tema Jokowi Antek Asing, Jika Ijinkan Perluasan Kedubes AS di Jakarta, yesterday 07:50.

Tanggapan pun bertubi-tubi.

Materi yang diposting dan mendapat banyak tanggapan itu sebagai berikut.

***

Jokowi Antek Asing, Jika Ijinkan Perluasan Kedubes AS di Jakarta

Pswt_83427652372843

itoday – Jika Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memberikan Ijin Mendirikan Bangungan (IMB) untuk perluasan Kedubes Amerika Serikat di Jakarta, berarti Jokowi telah membantu melanggengkan dominasi asing di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Farid Wadjdi usai menemui Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota, Selasa (08/01). Ditegaskan bahwa keberanian Jokowi yang dikenal sebagai sosok pro rakyat dipertaruhkan kasus itu. Menurut informasi, hingga saat ini rencana perluasan kantor Kedubes AS belum mengantongi IMB.

“Pak Jokowi menyampaikan akan mempelajari itu dan akan menyampaikan pada pihak-pihak yang terkait. Jika Jokowi memberi izin, kami anggap apa yang disampaikan itu hanya omong kosong, sama dengan pemimpin yang lain,” tegas Farid.

Diberitakan sebelumnya, sejak Selasa (08/01) pagi, puluhan massa HTI menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana perluasann Kedubes AS. Massa HTI meminta agar Jokowi tidak memberi izin terhadap rencana perluasan kantor Kedubes AS di Jakarta. Setelah menggelar aksi, enam orang delegasi HTI diterima Jokowi.

Sejak awal HTI mencurigai, bahwa pembangunan gedung baru Kedubes AS diarahkan untuk menampung aktivitas militer AS di Jakarta.

Read more about Hti by www.itoday.co.id

http://www.itoday.co.id/politik/joko…-as-di-jakarta

***

Perluasan Kedubes Amerika di Jakarta Tak Lain Rencana Membangun Pangkalan Militer Bayangan

Perluasan kedubes Amerika di Jalan Merdeka Selatan mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan masyarakat, terutama dari kalangan organisasi Islam. Gedung baru ini nantinya akan berdiri seluas 3,6 hektar dan berdiri tak jauh dari istana Negara. Jika rencana perluasan ini berjalan mulus maka Indonesia adalah negeri ketiga yang memiliki kedubes Amerika terbesar di dunia setelah Pakistan 7,2 hektar dan Iraq 42 hektar.

Kedubes baru ini akan di bangun sepuluh lantai dan pemerintah Amerika sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 4,2 Trilyun. Kedubes ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai perwakilan diplomatik tapi juga mampu menjalankan dan memiliki fungsi – fungsi kegiatan intelijen dan militer. Gedung ini nantinya akan di mordenisasi dan di lengkapi dengan alat – alat canggih.

Dalam sejarah, Amerika tidak pernah melepaskan aktivitas diplomatiknya tanpa di barengi dengan kegiatan intelijen dan militer. Berkaca pada kasus The US Naval Medical Research Unit (Namru). Amerika telah leluasa bahkan tanpa control yang ketat dari pemerintah Indonesia dalam melakukan kegiatan – kegiatan yang berkedok penelitian.

Banyak yang menduga bahwa perluasan kedubes ini memungkinkan Amerika nantinya akan memindahkan unit – unit intelijen dan militernya ke dalam kedubes. Apalagi sebuah kedubes adalah tempat di mana sebuah Negara memiliki kedaulatannya sendiri dan pemerintah Indonesia tidak akan bisa menegakkan hukumnya di tempat tersebut.

Predikat negeri adidaya ini sudah tidak diragukan lagi, sederet prestasinya dalam berbagai kegiatan – kegiatan intelijen dan militer mampu mempengaruhi dan menjadi “ancaman” bagi kedaulatan Indonesia nantinya. Amerika akan semakin kuat menancapkan kuku – kukunya dan membuat pemerintahan semakin tergantung dan bersedia melayani kepentingan – kepentingannya.

Amerika yang ingin membendung pengaruh China di Asia Tenggara menggunakan Indonesia sebagai pangkalan militer bayangannya, untuk merespon kekuatan China yang semakin kuat, Amerika membutuhkan persiapan – persiapan jangka panjang

http://politik.kompasiana.com/2012/0…an-482389.html

***

Hizbut Tahrir Indonesia Curiga Perluasan Kedubes AS untuk Pangkalan Militer
Jakarta, (tvOne)

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mencurigai gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta akan menjadi semacam pangkalan militer menyusul rencana kedutaan tersebut untuk meluaskan gedung sampai 36.000 meter persegi. “Dugaan ini bukan tanpa dasar, dalam dokumen kontrak pembangunan disebut bahwa pembangunan gedung berikut markas satuan pengaman laut dengan tambahan fasilitas rahasia dan personel keamanan yang diperlukan,” kata juru bicara HTI, Ismail Yusanto, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta telah mengumumkan akan meluaskan gedungnya dengan proyek senilai Rp4,2 trilyun dan melibatkan lebih dari 5.000 pekerja. Proyek yang diperkirakan akan selesai lima tahun mendatang itu akan menjadikan gedung di Jakarta menjadi yang terbesar ketiga di dunia yang dimiliki Kedutaan Besar Amerika Serikat setelah di Irak dan Pakistan.

Dalam dokumen berjudul “Departement of State 2012 Design Build Contract for US Embassy Jakarta, Indonesia”, disebutkan bahwa “dibutuhkan fasilitas rahasia dan personel keamanan.” Selain itu, termasuk dalam “proyek … adalah Kantor Gedung Baru (New Office Building-NOB) dengan Marine Security Guard Quarters (atau markas satuan pengaman laut dalam terjemahan HTI).” Dalam pandangan Ismail, semakin besar kedutaan sebuah negara menunjukkan semakin besarnya tugas pokok dan fungsi kedutaan di sebuah negara. “Oleh karena itu, pembangunan ini menjadi tanda yang nyata bakal makin kuatnya cengkeraman Amerika Serikat atas Indonesia pada khususnya dan Asia Tenggara pada umumnya,” kata dia.

Selain mencurigai gedung tersebut akan menjadi pangkalan militer, HTI juga menuduh gedung perwakilan Amerika Serikat di Indonesia itu akan menjadi “markas intelijen” yang “mengumpulkan informasi apapun yang mungkin berguna” bagi pemerintah negara asal.

Dengan argumentasi-argumentasi tersebut, HTI menyatakan “menolak rencana pembangunan gedung baru Kedutaan Besar Amerika Serikat karena akan semakin mengokohkan penjajahan…yang selama ini telah berjalan, khususnya di lapangan politik dan ekonomi.” “Kami juga menyerukan pemerintah Indonesia untuk tidak mengizinkan rencana pembangunan gedung itu, jika tidak maka hal itu adalah bukti bahwa pemerintah telah tunduk pada tekanan negara imperialis,” kata Ismail. (Ant)
http://jabodetabek.tvonenews.tv/beri…iliter .tvOne
Sebelumnya, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta telah mengumumkan akan meluaskan gedungnya dengan proyek senilai Rp4,2 trilyun dan melibatkan lebih dari 5.000 pekerja. Proyek yang diperkirakan akan selesai lima tahun mendatang itu akan menjadikan gedung di Jakarta menjadi yang terbesar ketiga di dunia yang dimiliki Kedutaan Besar Amerika Serikat setelah di Irak dan Pakistan.
Dalam dokumen berjudul “Departement of State 2012 Design Build Contract for US Embassy Jakarta, Indonesia”, disebutkan bahwa “dibutuhkan fasilitas rahasia dan personel keamanan.” Selain itu, termasuk dalam “proyek … adalah Kantor Gedung Baru (New Office Building-NOB) dengan Marine Security Guard Quarters
 (atau markas satuan pengaman laut dalam terjemahan HTI).” Dalam pandangan Ismail, semakin besar kedutaan sebuah negara menunjukkan semakin besarnya tugas pokok dan fungsi kedutaan di sebuah negara. “Oleh karena itu, pembangunan ini menjadi tanda yang nyata bakal makin kuatnya cengkeraman Amerika Serikat atas Indonesia pada khususnya dan Asia Tenggara pada umumnya,” kata dia.

http://www.kaskus.co.id/thread/512c06d0e474b4ac5b00000a/jokowi-antek-asing-jika-ijinkan-perluasan-kedubes-as-di-jakarta/

***

Untuk menguatkan berita-berita itu pemosting menampilkan pula berita berikut ini.

***

Ormas Islam Minta Pemerintah Gagalkan Rencana Perluasan Kedubes AS

Ormas Islam_834652374283

Jakarta–Sejumlah organisasi massa (ormas) Islam meminta pemerintah menggagalkan rencana perluasan Kedutaan Besar Amerika Serikat yang terletak di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, tak jauh dari tugu Monas dan Istana Negara.

Permintaan tersebut terungkap dalam rapat para tokoh dan perwakilan ormas Islam di kantor DPP Hizbut Tahrir Indonesia, di Jakarta, Selasa (31/07/2012).

Hadir dalam rapat tersebut, antara lain, perwakilan dari PP Permusi, Perti, Hidayatullah, Taruna Muslim, Persis, dan KAHMI.

“Pada prinsipnya, membangun gedung di Indonesia ini bukan masalah. Namun, ketika pihak yang membangun tersebut adalah sebuah negara yang sering bertindak zalim kepada umat Islam, maka kita harus menolaknya,” ungkap juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Ismail Yusanto.

Ungkapan Ismail ini disetujui oleh seluruh peserta rapat. “Ini persoalan penting,” jelas Bachtiar Chamsyah, mantan menteri sosial yang juga ikut dalam pertemuan tersebut.

Sebab, jelas Bachtiar lagi, bangsa Indonesia sudah sejak lama disetir oleh Amerika Serikat. Sudah saatnya kini pemerintah Indonesia menunjukkan kedaulatannya di negaranya sendiri.

Hizbut Tahrir sendiri berencana melakukan long march pada Ahad pagi (5/8) menuju istana negara guna menolak rencana pembangunan ini. Long march tersebut akan diikuti sekitar 5 ribu orang.

Selain itu, Hizbut Tahrir berencana melakukan audiensi ke DPR terkait penolakan ini, serta dialog dengan panglima TNI.

“Surat permintaan sudah kami layangkan. Kami sedang menunggu jawaban,” jelas Ismail Yusanto.

Ismail juga menjelaskan, jika rencana pembangunan kembali gedung Kedubes AS ini berjalan mulus maka Indonesia akan menjadi negara dengan gedung Kedubes AS terbesar dan termegah di dunia. Negara pertama adalah Irak dengan luas gedung dan lahan 42 hektar. Negara kedua adalah pakistan dengan 7,2 hektar. Sedang Indonesia, 3,6 hektar.

Laporan Asia Time menunjukkan kedua kantor kedubes tersebut tak ubahnya seperti pangkalan militer AS.

“Kita tidak ingin Amerika mengubah gedung kedubesnya menjadi pangkalan militer juga di sini,” jelas Ismail.[] Hidayatullah.com

***

Itulah postingan yang ramai ditanggapi di kaskus, sampai Rabu 27 Febr 2013 tampaknya masih ramai bersahut-sahutan.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.966 kali, 1 untuk hari ini)