Di Jakarta, ada deklarasi Anti Syiah di Masjid Al-Barkah As-Syaf’iyah Tebet Jakarta Selatan.

Deklarasi ANNAS (Aliansi Nasional Anti Syiah) DKI Jakarta sekaligus Majelis Taklim Asy-Syafiiyah yang akan digelar di Masjid Al-Barkah, Bali Matraman – No 17 Tebet Jakarta Selatan.

Waktu: Pukul 08.30-11.30
Hari : Ahad 25 Oktober 2015

***

Di Bogor, Pemkot Bogor Larang Warga Rayakan Hari Asyura Syiah

Pemkot Bogor
Kabar24.com, BOGOR- Pemerintah Kota Bogor melarang warganya merayakan Hari Asyura versi Kaum Syiah di Kota Bogor. Pelarangan itu termuat dalam surat edaran Nomor: 300/1321-Kesbangpol.

Kepala Bagian Humas Kota Bogor Encep Moh. Ali Alhamidi mengatakan surat edaran tersebut lahir dengan memperhatikan tiga hal, pertama sikap dan respon Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor Nomor: 042/SEK-MUI/KB/VI/2015 tentang paham syiah.

Kedua, surat pernyataan ormas Islam di kota Bogor tentang penolakan segala bentuk kegiatan keagaan Syiah di Kota Bogor.

Dia menuturkan adanya surat edaran itu berdasakan hasil dari silaturahmi unsur muspida kota Bogor ke tempat-tempat kegiatan ritual Syiah.

Dengan mempertimbangkan kondusifitas kantibmas di Bogor, maka Walikota memandang perlu mengeluarkan surat edaran ini, ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Jumat (23/10/2015).

Dia memaparkan terdapat dua inti surat edaran tersebut antara lain melarang kegiatan perayaan yang dilakukan jemaat Syiah di kota Bogor dan melarang kepada jemaat Syiah agar tidak memobilisasi masyarakat baik internal, antar desa/ kelurahan atau mendatangkan anggota Syiah dari luar kota Bogor.

By: kabar24.bisnis.com/ Miftahul Khoer Jum’at, 23/10/2015 19:17 WIB

(nahimunkar.com)

***

Hendak Copot Spanduk Penolakan Asyuro, 3 penganut Syiah Ditangkap Warga Kiaracondong

Warga kelurahan Babakan Sari

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Warga kelurahan Babakan Sari, Kiaracondong, Bandung bersama sejumlah orang dari ormas Pembela Ahlu Sunnah (PAS) menangkap 3 orang penganut Syiah yang tertangkap basah sedang mencoba mencopot spanduk penolakan warga atas perayaan Asyuro Syiah, Rabu (21/10/2015) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.

Kejadian bermula dari pemasangan spanduk bertuliskan “Kami warga Kiaracondong Menolak Perayaan Asyuro Syi’ah di Lingkungan Kami” berukuran 6 meter di dekat Yayasan Muthahhari -tempat dilaksanakannya perayaan Asyura- oleh beberapa aktifis dari Pembela Ahlu Sunnah (PAS) dibantu warga setempat. Kemudian 6 orang dengan menggunakan sepeda motor datang dan mengambil gambar spanduk tersebut.

“Awalnya kan kita masang spanduk penolakan perayaan Asyura Syiah dengan warga setempat, depan Muthahhari. Sudah kita pasang semua, gak ada masalah karena warga juga ikut bantuin masang. Setelah selesai kita kan istirahat di dekat-dekat situ, ternyata ada orang pakai motor, terus foto-foto terus pergi lagi. Yaa, kita biarkan,” terang ustadz Roinul Balad, dewan pembina PAS yang saat itu berada di lokasi kepada Jurniscom.

Beberapa saat kemudian, ke enam orang itu datang lagi dan mencoba mencopot spanduk. Warga yang melihat kemudian meneriaki dan mengejar para pelaku, tapi mereka lolos.

Gak lama dari situ, mereka balik lagi terus naik mau buka spanduk. Dimarahin sama warga, pas mau ditangkap, kabur dia. Dikejar pakai motor juga gak dapat. Terus kita balik lagi kan. Mereka datang lagi, ya udah ketangkep,” lanjut ustadz Roin.

Dari 6 orang pelaku, hanya 3 yang tertangkap dan langsung digelandang ke Polsek Kiaracondong. Berdasarkan informasi yang didapatkan ustadz Roin, para pelaku adalah penganut Syiah.

“Mereka disuruh syahadat gak mau. Terus di HP-nya ada foto-foto sayidina Ali, Husein, do’a-do’a Syiah, semua barang buktinya ada di saya,” kata ustadz Roin.

Setiap tahunnya ratusan penganut Syiah dari berbagai daerah di Jawa Barat berkumpul di Muthahhari dalam rangka memperingati hari Asyuro tanggal 10 Muharram. Yayasan Muthahhari adalah yayasan pendidikan Syiah milik Jalaludin Rachmat, tokoh Syiah yang saat ini duduk di Komisi VIII DPR-RI.

Ally | Jurniscom

Di Bandung / Oleh Jurniscom / Rabu, 21 Oktober 2015 22:46 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.422 kali, 1 untuk hari ini)