Baru-baru ini tersebar cerita humor dengan tokoh konyol lagi suka ngeles, sebutannya Mukidi. Tokoh fiktif yang suka ngeles dan bikin kesal karena suka ngerjain orang banyak itu kini sedang merajalela di media sosial.

Media pun menyorotinya, dan menampilkan beberapa cerita humor bertokoh Mukidi yang konyol lagi ngeselin itu. Lagi ramai-ramainya tokoh fiktif konyol ngeselin ini beredar di media sosial, ternyata ada yang membandingkannya dengan Jokowi dari Solo, kenapa ya.

Berikut ini salah satu contoh cerita Mukidi, dan di bawahnya ada berita yang  berjudul Kemampuan dan Gaya Ngeles Jokowi Sekelas Mukidi

***

Cerita Humor Mukidi

MUKIDI DAN GAJAH

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.00. Bel sekolah berbunyi dan para siswa pun langsung berlarian memasuki kelasnya masing-masing. Termasuk Mukidi. Mukidi memang sangat dikenal oleh para guru di sekolah itu. Anaknya sih enggak bandel-bandel amat. Namun dia sangat populer sebagai anak yang nyebelin banget.

Siang itu Mukidi duduk di paling depan. Karena salah satu bangku teman yang ada di depan tidak masuk. Maka dari itu Mukidi berniat duduk di paling depan. Kebetulan pelajaran hari itu adalah pelajaran Bahasa Indonesia. Ini adalah mata pelajaran yang paling disukai oleh Mukidi. Nah pada kesempatan itu, Guru Mukidi berkeinginan untuk membuat tebak-tebakan nama hewan. Berikut dialognya:

Guru: “Anak-anak, apa nama binatang yang dimulai dengan huruf G ?”.
Mukidi berdiri dan menjawab: “Gajah, bu guru !”
Guru: “Bagus, pertanyaan berikutnya. Apa nama binatang yang dimulai dengan huruf ‘D’ ?”
Semua murid diam, tapi Mukidi kembali berdiri: “Dua gajah, Bu Guru…”
….gerrr sekelas
Guru: “Mukidi, kamu berdiri di pojok sana !
Ayo anak-anak kita lanjutkan. Pertanyaan berikut, binatang apa yang dimulai dengan huruf “M”?
Semua murid diam.
Tapi lagi-lagi Mukidi menjawab dengan tenang, “Mungkin Gajah…”
Guru: “Mukidi, kamu keluar dan berdiri di depan pintu !”
Mukidi keluar dengan suuedihhh. Guru melanjutkan.
Guru: “Pertanyaan terakhir. Anak-anak, binatang apa yang dimulai dengan huruf “J”?
semua diam.
Tak lama sayup-sayup terdengar suara Mukidi dari luar kelas
Mukidi: “Jangan-jangan Gajah”
Saking kesalnya, Bu Guru menyuruh Mukidi pulang….
Guru: “Sekarang anak-anak, binatang apa yang diawali dengan huruf P ?”
Sekali lagi semua murid terdiam.
Tiba-tiba HP bu Guru berdering.
Guru: “Ya hallo…”
HP: “Maaf bu, saya Mukidi. Jawabannya: Pasti Gajah”*/tekno.liputan6.com

***

Mukidi dalam cerita humor itu jelas fiktif belaka. Namun di dunia nyata ini ada berita sebagai berikut.

***

Kemampuan dan Gaya Ngeles Jokowi Sekelas Mukidi

Jokowi-plonga-plongo

Presiden Jokowi (Tibunnews)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemampuannya sekelas Mukidi yang hanya bikin lucu dan sukanya ngeles.

“Mukidi itu personifikasi Presiden Jokowi. Kelakuannya persis Mukidi,” kata mantan anggota DPR Djoko Edhi Abdurrahman kepada suaranasional, Sabtu (27/8).

Kata Djoko Edhi, kelakuan Jokowi mirip Mukidi (di antaranya dapat) terlihat pernyataan mantan Wali Kota Solo itu saat meresmikan tol Brebes (“Misalnya dari sini mengirim bawang merah ke Jakarta. Kalau dulu butuh waktu tujuh jam, dengan adanya tol bisa empat jam.”). “Tak tahunya (waktu mudik lebaran 2016) macet dan 12 tewas,” ungkap Djoko Edhi.

Menurut Djoko Edhi, perbuatan Jokowi sangat mirip tokoh Mukidi yang saat ini banyak dibicarakan orang di media sosial, ketika membuat kebijakan tax amnesty.

“Dia bikin lagi tax amnesty, Rp 165 triliun proyeksinya dimaksukkan ke  APBN 2016 agar ia tak diimpeach oleh hukum besi fiskal karena melampaui angka defisit. Selamat berkat Rp 165 triliun yang dihitung dari 4 ribu triliun duit World Bank di luar negeri. Begitu dicek oleh Sri Mulyani benar yang Rp4 ribu triliun itu bodong,” jelas Djoko Edhi.

Edhie melanjutkan, Jokowi yang memilih Menteri ESDM Arcandra Tahar kemudian diberhentikan lagi (itu) mirip sekali tokoh (cerita humor konyol) Mukidi.

Djoko Edhi mengatakan Mukidi adalah tokoh konyol, pintar ngeles, dan ngerjai orang banyak dan berperan sebagai protagonistik.

“Itu personafikasi Jokowi. Dan tokoh anekdotis itu muncul dari Solo. Masyarakat memang memiliki caranya sendiri untuk  menertawai dirinya: Mukidi tokoh solo dengan kelakuan ndeso pula,” pungkas Djoko Edhi.*/suaranasional.com – 27/08/2016

(nahimunkar.com)