Walaupun kini peradaban manusia disebut-sebut sudah memasuki zaman postmodern, masih saja takhayyul, bid’ah dan churafat (TBC) bercokol kuat. Dunia hitam tetap mewarnai era digital ini. Padahal Islam sudah hadir mengeluarkan manusia dari ‘hitam’ menuju ‘putih’, dari gelap menuju cahaya, dari jahiliyyah menuju tauhid. Ramalan dan prediksi masa depan dengan berbagai bumbu mistik dianggap sebagai cara paling jitu untuk mendapatkan kepastian nasib.

Jika dulu ramalan dilakukan oleh manusia yang diyakini sebagai ‘orang pintar’, tak ayal, hewan yang senyatanya tidak berakal pun dipercaya manusia untuk meramal. Berikut beritanya.
***

Harianjogja.com, DUBAI—Masih ingat dengan Paul, Si Gurita yang mendadak terkenal sebagai peramal Piala Dunia 2010 lalu. Kini di kawasan Uni Emirat Arab muncul 2 satwa yang juga dipercaya bisa meramal siapa juara Piala Dunia tahun ini.
Shaheen dan Waslawi, 2 ekor unta yang kini menjadi buah bibir di daratan Timur Tengah, terutama setelah dengan jitu keduanya meramal pemenang 4 laga di Piala Dunia, yakni Brasil vs Kroasia, Spanyol vs Belanda, Inggris vs Italia, dan Argentina vs Bosnia.
Seperti ditulis The Wire, kini, masyarakat tengah menanti akurasi keduanya dalam menebak pemenang laga antara Jerman vs Portugal. Dari tebakannya, kedua unta itu pun memilih Portugal akan menumbangkan Jerman.
Matar Al-Jabri, pemilik kedua unta itu menuturkan secara tak sengaja menemukan keduanya di tengah gurun di kawasan sekitar Dubai. Dituturkannya, Shaheen menyatakan siap untuk meramal dengan menggerakkan bulu matanya. “Mereka memilih dengan cara memakan rumput yang diletakkan di samping bendera tim yang akan diramal,” ungkapnya. (www.solopos.com)

Dasar manusia, sudah tahu hewan tidak punya pikiran dan jelas-jelas hewan jauh di bawah kehebatan manusia, kok malah mengagumi hewan. Pembaca tentu tidak lupa dengan penyembahan terhadap kerbau di tanah Jawa? Bagaimana seekor kerbau ‘bule’ disetarakan dengan derajat ulama, diberi nama Kyai Slamet, lantas hewan yang cocok untuk jadi udhhiyah (hewan kurban Idul Adha) ini diberi persembahan-persembahan dan sesaji, layaknya tuhan.
***

Unta Asal Dubai Ini Dipercaya Sebagai ‘Peramal’ Pertandingan Piala Dunia

Senin 17 Syaaban 1435 / 16 Juni 2014 23:03

PIALA Dunia tak pelak memunculkan hal-hal aneh yang bisa disebut tak masuk akal. Salah satunya adalah menganggap beberapa hewan memiliki kemampuan cenayang yang mempu memprediksi hasil dalam sebuah pertandingan, bahkan juara Piala Dunia itu sendiri.

Mungkin, warga dunia pernah dikagetkan oleh Paul the Octopus, seeokor gurita yang dianggap mampu memprediksi hasil pertandingan di Piala Dunia tahun 2010 lalu. Ternyata, meskipun Paul telah lama mati, kini muncul lagi hewan penggantinya yang berasal dari Timur Tengah, yaitu Syahin.

Syahin adalah seekor unta gurun asal Dubai, yang dianggap bisa meramal hasil pertandingan di Piala Dunia 2014. Unta ‘berkemampuan khusus’ ini ditemukan oleh seorang videografer asal emirat.

“Syahin dipercaya bisa menebak hasil pertandingan di Piala Dunia Brasil 2014, hanya dengan kedipan bulu matanya saja,” media Gulf News yang berbasis di Dubai melaporkan.

Setelah diuji pada pertandingan pertama yang dimulai tanggal 12 Juni lalu, unta ini mampu menebak siapa pemenang pertandingan dengan akurat.

“Kemampuan meramal Syahin mungkin lebih sempurna dibandingkan dengan rekor yang pernah Paul buat. Ke depannya, unta ini akan digunakan untuk memprediksi negara mana yang akan mengangkat trofi Piala Dunia,” tambah laporan Gulf. [sm/islampos/aby]

Sungguh, dunia bola tidak hanya dikotori oleh buka aurat pemain bola, tapi juga judi yang dilakukan antar pendukung, meminta bantuan dukun agar bisa mencetak gol lebih banyak dari lawan, melalaikan shalat demi menyaksikan pertandingan, tapi juga dikotori oleh kesyirikan melakukan atau membaca ramalan, padahal dalih pecinta bola, “Bola itu olahraga demi kesehatan. Kalau sehat, ibadah kuat.”
Apa betul menyimak ramalan hewan juga termasuk kesyirikan? Jelas. Tetap termasuk syirik. Fokusnya bukan siapa atau apa yang meramal. Fokusnya adalah entitas ramalan dan kepercayaan terhadap ramalan ataupun kegiatan menyimak ramalan.
***

Ketua Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia (Al Lajnah Ad Daimah) di masa silam, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz ditanya mengenai hukum membaca ramalan bintang, zodiak dan semisalnya.
Jawaban beliau rahimahullah,
Yang disebut ilmu bintang, horoskop, zodiak dan rasi bintang termasuk di antara amalan jahiliyah. Ketahuilah bahwa Islam datang untuk menghapus ajaran tersebut dan menjelaskan akan kesyirikannya. Karena di dalam ajaran tersebut terdapat ketergantungan pada selain Allah, ada keyakinan bahwa bahaya dan manfaat itu datang dari selain Allah, juga terdapat pembenaran terhadap pernyataan tukang ramal yang mengaku-ngaku mengetahui perkara ghaib dengan penuh kedustaan, inilah mengapa disebut syirik. Tukang ramal benar-benar telah menempuh cara untuk merampas harta orang lain dengan jalan yang batil dan mereka pun ingin merusak akidah kaum muslimin. Dalil yang menunjukkan perihal tadi adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab sunannya dengan sanad yang shahih dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنِ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنَ النُّجُومِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنَ السِّحْرِ زَادَ مَا زَادَ

“Barangsiapa mengambil ilmu perbintangan, maka ia berarti telah mengambil salah satu cabang sihir, akan bertambah dan terus bertambah.”[1]
Begitu pula hadits yang diriwayatkan oleh Al Bazzar dengan sanad yang jayyid dari ‘Imron bin Hushoin, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَطَيَّرَ أَوْ تُطُيِّرَ لَهُ أَوْ تَكَهَّنَ أَوْ تُكُهِّنَ لَهُ أَوْ سَحَّرَ أَوْ سُحِّرَ لَهُ

“Bukan termasuk golongan kami, siapa saja yang beranggapan sial atau membenarkan orang yang beranggapan sial, atau siapa saja yang mendatangi tukang ramal atau membenarkan ucapannya, atau siapa saja yang melakukan perbuatan sihir atau membenarkannya.”[2]
Siapa saja yang mengklaim mengetahui perkara ghaib, maka ia termasuk dalam golongan kaahin (tukang ramal) atau orang yang berserikat di dalamnya. Karena ilmu ghaib hanya menjadi hak prerogatif Allah sebagaimana disebutkan dalam ayat,

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ

“Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah” (QS. An Naml: 65).
Nasehatku bagi siapa saja yang menggantungkan diri pada berbagai ramalan bintang, hendaklah ia bertaubat dan banyak memohon ampun pada Allah (banyak beristighfar). Hendaklah yang jadi sandaran hatinya dalam segala urusan adalah Allah semata, ditambah dengan melakukan sebab-sebab yang dibolehkan secara syar’i. Hendaklah ia tinggalkan ramalan-ramalan bintang yang termasuk perkara jahiliyah, jauhilah dan berhati-hatilah dengan bertanya pada tukang ramal atau membenarkan perkataan mereka. Lakukan hal ini dalam rangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dalam rangka menjaga agama dan akidah.
(Dinukil dengan perubahan redaksi dari Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 2: 123)
Syaikh Sholih Alu Syaikh -hafizhohullah- mengatakan, “Jika seseorang membaca halaman suatu koran yang berisi zodiak yang sesuai dengan tanggal kelahirannya atau zodiak yang ia cocoki, maka ini layaknya seperti mendatangi dukun. Akibatnya cuma sekedar membaca semacam ini adalah tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari. Sedangkan apabila seseorang sampai membenarkan ramalan dalam zodiak tersebut, maka ia berarti telah kufur terhadap Al Qur’an yang telah diturunkan pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid oleh Syaikh Sholih Alu Syaikh pada Bab “Maa Jaa-a fii Tanjim”, hal. 349)
Intinya, ada dua rincian hukum dalam masalah ini.
Pertama: Apabila cuma sekedar membaca zodiak atau ramalan bintang, walaupun tidak mempercayai ramalan tersebut atau tidak membenarkannya, maka itu tetap haram. Akibat perbuatan ini, shalatnya tidak diterima selama 40 hari.
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim no. 2230). Ini akibat dari cuma sekedar membaca.
Maksud tidak diterima shalatnya selama 40 hari dijelaskan oleh An Nawawi: “Adapun maksud tidak diterima shalatnya adalah orang tersebut tidak mendapatkan pahala. Namun shalat yang ia lakukan tetap dianggap dapat menggugurkan kewajiban shalatnya dan ia tidak butuh untuk mengulangi shalatnya.” (Syarh Muslim, 14: 227)
Kedua: Apabila sampai membenarkan atau meyakini ramalan tersebut, maka dianggap telah mengkufuri Al Qur’an yang menyatakan hanya di sisi Allah pengetahuan ilmu ghoib.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad no. 9532, hasan)
Namun jika seseorang membaca ramalan tadi untuk membantah dan membongkar kedustaannya, semacam ini termasuk yang diperintahkan bahkan dapat dinilai wajib. (Al Qoulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid, 1: 330)
Syaikh Sholih Alu Syaikh memberi nasehat, “Kita wajib mengingkari setiap orang yang membaca ramalan bintang semacam itu dan kita nasehati agar jangan ia sampai terjerumus dalam dosa. Hendaklah kita melarangnya untuk memasukkan majalah-majalah yang berisi ramalan bintang ke dalam rumah karena ini sama saja memasukkan tukang ramal ke dalam rumah. Perbuatan semacam ini termasuk dosa besar (al kabair) –wal ‘iyadzu billah-. …
Oleh karena itu, wajib bagi setiap penuntut ilmu agar mengingatkan manusia mengenai akibat negatif membaca ramalan bintang. Hendaklah ia menyampaikannya dalam setiap perkataannya, ketika selesai shalat lima waktu, dan dalam khutbah jum’at. Karena ini adalah bencana bagi umat. Namun masih sangat sedikit yang mengingkari dan memberi peringatan terhadap kekeliruan semacam ini.” (Lihat At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid, hal. 349)
(muslim.or.id)

(BR/nahimunkar.com)

(Dibaca 739 kali, 1 untuk hari ini)