Inilah beritanya.

***

Warga Bangladesh berdemo tuntut hukuman mati bagi narablog

 unjuk rasa bangladesh

Unjuk rasa di Bangladesh. ©aljazeera.com

Ratusan ribu warga Bangladesh di Ibu Kota Dhaka hari ini berunjuk rasa menuntut pemerintah menghukum mati narablog yang menghina Islam dan nabi.

Stasiun televisi Aljazeera melaporkan, Sabtu (6/4), para demonstran itu juga menuntut dibuatnya undang-undang anti penghinaan. Satu orang dikabarkan tewas dalam unjuk rasa itu.

Korban tewas di Kota Bhanga, sebelah barat Dhaka, itu akibat bentrokan antara kelompok Liga Awami dan Partai Hefazet-i-Islami.

Unjuk rasa hari ini merupakan ungkapan kemarahan warga setelah sekelompok narablog diduga telah menghina partai berbasis agama di negeri berkonstitusi sekuler itu.

Demonstrasi yang diduga disokong oleh Partai Jamaat-i-Islami, Hefazat-e-Islam itu bermaksud mendukung 13 aturan termasuk undang-undang untuk menghukum dan menggantung para narablog ateis.

Empat hari lalu polisi telah menangkap tiga narablog karena menghina Islam dan Nabi Muhammad. Ketiga narablog itu bisa dituntut hukuman sepuluh tahun penjara karena perbuatannya.

Menteri Dalam Negeri Muhiuddin Khan mengatakan ketiga narablog itu termasuk dalam 84 nama narablog ateis yang dilaporkan oleh kelompok militan Islam lantaran menghina Islam di Internet.

Belakangan ini Bangladesh dilanda sejumlah demo menuntut hukuman terhadap pelaku kejahatan perang selama masa kemerdekaan Bangladesh dari Pakisan pada 1971.

Ratusan ribu pengunjuk rasa yang dipelopori narablog sekuler menuntut eksekusi terhadap pemimpin partai Islam terbesar, Jamaat-i-Islami.

Kelompok Islam pendukung partai itu juga berunjuk rasa menentang pengadilan terhadap pelaku kejahatan perang dan mereka mulai menyerang para narablog.

[fas]mdkcom, Sabtu, 6 April 2013 19:19:05

***

Berita sebelumnya sebagai berikut.

***

Hina Islam dan Nabi, Tiga Blogger Bangladesh Ditangkap Polisi

Rabu, 03 April 2013, 17:56 WIB

 REPUBLIKA.CO.ID — Tiga blogger pelaku pelecehan dan penghinaan Islam dan Nabi Muhammad SAW berhasil diringkus kepolisian Bangladesh, Selasa (2/4) kemarin.

Dalam jumpa persnya, pihak kepolisian mengatakan ketiga blogger tersebut terancam hukuman 10 tahun penjara akibat perbuatannya, seperti dilaporkan surat kabar The Express Tribune, Selasa (2/4).

Selama jumpa pers, ketiga blogger tersebut hanya menunduk memandangi tangannya yang diborgol petugas polisi. Ketiganya diduga kuat sebagai ateis alias tidak beragama.

Sebelumnya, warga Bangladesh di Ibu Kota Dhaka telah berunjuk rasa menuntut pelecehan Islam dan Nabi Muhammad yang marak terjadi di internet segera diusut polisi. Pengunjuk rasa menuntut agar pelaku penghinaan Islam dan Nabi Muhammad SAW tersebut diberi hukuman mati.

Namun, pihak kepolisian setempat mengelak jika penangkapan ketiga blogger tersebut atas desakan pengunjuk rasa yang mengancam akan menggalang unjuk rasa besar-besaran pada Sabtu mendatang jika pihak kepolisian bertindak tegas.

Salah seorang petugas kepolisian di Dhaka Bangladesh, Molla Nazrul Islam, mengatakan penangkapan pelaku penistaan agama di dunia maya itu ditangkap karena memang dianggap telah menyakiti perasaan umat Islam.

“Mereka telah menyakiti perasaan warga karena menulis hal yang menghina agama dan nabi,” kata Nazrul.

Selain tiga blogger tersebut, masih ada 84 daftar nama lainnya yang diduga telah melakukan penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Muhiuddin Khan, mengatakan ketiga blogger itu hanya sebagian kecil dari 84 daftar nama yang telah dikumpulkan pihak kepolisian melalui laporan masyarakat. Mereka tersebut diduga ateis dan menyebarkan tulisan-tulisan SARA di blog mereka.

“Penangkapan itu berdasarkan informasi sumber. Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan,” kata Muhiuddin Khan.

Februari lalu, salah seorang blogger yang diduga menghina Islam di dalam tulisan blognya ditemukan tewas terbunuh. Ia diduga merupakan salah seorang penulis di sebuah blog di Bangladesh yang tulisannya dianggap telah menghina Rasulullah SAW.

Reporter : Hannan Putra
Redaktur : Djibril Muhammad/ REPUBLIKA.CO.ID

(nahimunkar.com)

(Dibaca 292 kali, 1 untuk hari ini)