Ratusan Ulama Wafat, Srigala-srigala Berbulu Domba Dihawatirkan Bermunculan


Ilustrasi, Masjid di Desa Pionto Gorontalo. Foto/ sharinghappiness.org

Satu ulama wafat saja, Umat Islam sangat sedih, merasa kehilangan tokoh panutan dan pengayom yang sangat besar. Contohnya, ketika Buya Hamka wafat 24 Juli 1981 (umur 73), Umat Islam sangat kehilangan. Terasa sekali.

Kini bukan hanya satu ulama yang wafat secara hampir bersamaan. 400-an ulama telah wafat di saat wabah pandemi corona alias covid-19 dari awal 2020 sampai Maret 2021.

Para Ulama yang wafat itu bukan hanya ulama yang sudah tua, namun sebagian juga relatif masih muda.

Bila Ulama diibaratkan penggembala, sedang Umat Islam ibarat binatang ternak yang diangon (digembalakan)nya, berarti seakan sudah kehilangan 400-an penggembala. Sehingga Umat Islam mudah disambar bahkan dicaplok srigala-srigala, apalagi srigala-srigala berbulu domba.

Dikhawatirkan, tadinya ketika masih banyak ulama di berbagai tempat, Umat Islam seakan ada pagar yang melindunginya dari srigala2 bahkan srigala berbulu domba. Tapi ketika para ulamanya sudah banyak yang wafat, jangan2 yang tadinya sebagai umat biasa, kemudian berubah jadi srigala berbulu domba di mana-mana. Maka Umat Islam di mana-mana dalam posisi terancam untuk dicaplok.

Mereka yang berubah jadi srigala2 berbulu domba itu sangat merusak Umat apabila mereka memangsa keimanan Umat. Yaitu keimanannya dimangsa, dirusak dengan disesatkan, diliberalkan alias dibredel imannya dari Tauhid menjadi kemusyrikan baru berupa liberalisme, sekulerisme, pluralisme agama, bahkan multikulturalisme. Yang itu sudah lama diprogramkan lewat pendidikan tinggi Islam se-Indonesia, hingga telah diingatkan dengan lantang dalam buku Hartono Ahmad Jaiz, Ada Pemurtadan di IAIN, maksudnya adalah perguruan tinggi Islam se-Indonesia. Dari beraqidah ahlussunnah diubah kurikulumnya oleh Harun Nasution (IAIN Jakarta) 1985-an menjadi beraliran sesat Mu’tazilah yang dia sebut rasionalisme. Kemudian dalam perkembangannya menuju ke kemusyrikan baru yakni liberalisme, sekulerisme, pluralisme agama, bahkan multikulturalisme, yang menganggap Islam relatif sama benarnya dengan agama-agama lainnya. Itulah pemurtadan, dari Tauhid ke kemusyrikan baru. Merelatifkan kebenaran Islam relatif sama benarnya dengan agama2 lain itulah pemurtadan.

Menghadapi masalah yang sangat berbahaya bagi keimanan itu harus ada kesadaran dari Umat Islam, bahwa srigala2 berbulu domba kini sedang mengancam Umat Islam setiap saat. Dan itu tidak bisa minta perhatin ke pejabat yang memimpin lembaga dengan julukan untuk mengurusi agama. Karena dia sendiri sudah kipo2 jangan sampai dianggap sebagai pejabat yang untuk mengurusi Umat Islam, dengan dalih dirinya untuk semua agama. Bahkan kalau ada bisikan dari wong kafir, agar materi pelajaran agama Islam diubah, maka langsung tergopoh-gopoh untuk menindak lanjutinya seolah menunjukkan diri bahwa dia adalah antek mereka.

Ya sudah. Kenapa dia juga ngomong ratusan ulama telah wafat, kalau dia sendiri saja tidak ada kepeduliannya terhadap Umat Islam. Ya mestinya ga’ usah ngomong tentang Umat Islam lah biar sekalian tidak diharap-harap uluran tangannya oleh Umat Islam. Biar dianggap wujuduhu ka’adamihi bagi Umat Islam, kalau begitu, atau bahkan sebaliknya lebih kurang menyenangkan lagi dibanding yang dia nampakkan itu sejatinya. Maka Umat Islam berharap saja ke Allah Subhanahu wa Ta’ala, semoga para ulama yang telah dipanggil itu diberikan ganti untuk Umat Islam berupa para Ulama yang lebih baik lagi dan lebih memperhatikan kepentingan kemajuan agama dan Umat Islam. Dan itu tentu perlu upaya dari Umat Islam itu sendiri. Kalau tidak, maka dikhawatirkan, srigala2 dan srigala berbulu domba akan lebih ganas lagi, memangsa keimanan Umat Islam di mana-mana.

Relakah anak cucu kita dibegitukan, dimurtadkan semau-mau srigala2 berbulu domba itu? Tentu saja tidak, bila Umat Islam ini masih ada imannya di dada. Kecuali kalau sudah berganti dengan ambisi jabatan dan rakus dunia, maka mungkin tinggal tunggu saatnya saja…

Semoga saja tidak begitu. Karena di antara Umat Islam ini insyaAllah masih banyak yang shalih2 yang doanya diijabahi dan upayanya pun diberkahi. Semoga begitu.

Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 328 kali, 1 untuk hari ini)