Ratusan Warga Usir TKA China Komunis dari Tempat Penambangan Emas di Ketapang Kalbar

TKA diusir warga di lokasi tambang emas di Ketapang. Foto: Rossi Yulizar

 

KETAPANG – Diduga melanggar kesepakatan untuk tidak beroperasi sementara waktu, perusahaan tambang emas milik asing di Desa Nanga Kelampai Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, diserbu ratusan warga pada Jumat lalu.

Sebelumnya warga mendesak perusahaan berhenti beroperasi karena mereka merasa tak pernah mendapatkan hak atas pengeloaan tanah oleh perusahaan asal China tersebut.

“Sementara perjanjian ini mereka yang menulis,” ujar Sudirman perwakilan massa sambil menunjuk surat bermaterai.

Pantauan di lokasi, massa membawa kayu serta besi ketika beraksi. Massa semakin mengamuk karena managemen perusahaan tak bisa ditemui. Mereka pun mengusir tenaga kerja asing (TKA) dari lokasi.

“Jadi kita sebenarnya mau menghadap sama pimpinan, supaya tidak terjadi seperti ini. Maksud dan tujuan kita untuk menyikapi ini,” ucap Sudirman.

Aparat kepolisian yang hanya berjumlah kurang dari 30 orang terlihat sibuk menyelamatkan TKA di lokasi. Para pekerja asing dibawa polisi pakai truk terbuka ke Kota Ketapang dengan waktu tempuh 4 jam dari lokasi kejadian.

Polisi terus melakukan pengamanan di lokasi perusahaan dan masih enggan memberikan komentar kepada awak media.

(abp)

/news.okezone.com, Rossi Yulizar, iNews  20 September 2020 11:29 WIB

***

Tolak 52 TKA China, Warga Demo Bandara Rahadi Oesman Ketapang

views: 166

Puluhan warga mendemo rencana kedatangan TKA China di Bandara Rahadi Oesman Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat siang (15/5/2020). Foto iNews TV/Rossi

KETAPANG – Puluhan warga mendemo Bandara Rahadi Oesman Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat siang (15/5/2020). Mereka datang untuk memastikan kondisi bandara tetap tutup serta menyampaikan penolakan kedatangan 52 tenaga kerja asing (TKA) China yang akan masuk ke Kabupaten Ketapang kepada pemerintah daerah setempat.

Dengan membawa spanduk dan menggunakan masker puluhan warga datangi Bandara Rahadi Oesman Kabupaten Ketapang. Kedatangan mereka setelah mendapatkan informasi akan ada penerbangan dari maskapai NAM AIR yang akan membawa sedikitnya 52 tenaga kerja asing China untuk masuk dan bekerja di perusahaan swasta di Kabupaten Ketapang.

Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Ketapang ini datang untuk memastikan kondisi bandara yang harus tutup sesuai dengan instruksi Gubernur Kalimantan Barat serta keputusan MUI se Indonesia yang menolak kedatangan tenaga kerja asing masuk ke Indonesia.

Isa Anshari selaku korlap aksi mengatakan, pihaknya akan meminta dengan tegas kepada pemerintah daerah dan pihak bandara untuk dapat mengikuti peraturah gubernur dan SK Kementerian Perhubungan untuk meniadakan penerbangan komersil selama masa pandemi COVID-19 ini.

Sementara itu Kepala Seksi Jasa Pelayanan Saprudin Bandara Rahadi Oesman mengatakan, sangat kaget dengan adanya aksi ini dan telah berkoordinasi dengan massa untuk memberikan informasi terkait kondisi bandara yang masih ditutup untuk penerbangan komersil.

Meski aksi ini melanggar peraturan karena mengumpulkan massa serta tidak mematuhi social distancing aksi masa ini terlihat tidak dikawal atau dibubarkan oleh petugas.


Setelah mengetahui kondisi bandara yang masih belum beroperasi untuk penerbangan komersil massa aksi langsung membubarkan diri dengan tertib.

(sms)

Rossi Yulizar

daerah.sindonews.com, Jum’at, 15 Mei 2020 – 16:19 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.394 kali, 1 untuk hari ini)