PEMUKIM Yahudi bersama pasukan Israel Senin pagi (25/11/2013), kembali menyerbu masjid Al-Aqsha. Empat jamaah perempuan ditangkap beserta seorang guru dan seorang mahasiswi saat akan memasuki masjid.

Delapan pemukim ‘ekstremis’ ini menyerbu Masjid Al-Aqsha dari Gerbang Mughrabi dan melakukan ritual Talmud di tengah kehadiran polisi Israel yang banyak.

Polisi Israel telah memeriksa identitas warga Palestina saat masuk ke dalam masjid. Namun empat jamaah perempuan, guru ,dan mahasiswi ditangkap dan dibawa ke sebuah pusat investigasi.

Sementara itu, Yayasan Wakaf dan Warisan Al-Aqsha menyatakan bahwa parlemen Israel telah membahas rencana persiapan pengamanan untuk ritual Talmud selama Hanukkah atau Festival of Lights di waktu yang sama dengan penyerbuan pemukim di masjid Al-Aqsha.

Yayasan ini mengatakan bahwa perwakilan keamanan Israel, polisi, Departemen Agama, Departemen Luar Negeri, dan organisasi Temple Mount, beserta organisasi yang berkonsentrasi dengan pembangunan candi juga diduga menghadiri pertemuan ini.

Pertemuan ini dilaksanakan bertepatan dengan panggilan kelompok ekstremis untuk masuk ke Masjid Al-Aqsha. [hf/islampos/pic] Selasa 22 Muharram 1435 / 26 November 2013 16:00

***

Tentara Israel dan Pemukim Yahudi Tumbangkan 60 Pohon Zaitun di Betlehem

Selasa 22 Muharram 1435 / 26 November 2013 13:50

–      Sejak tahun 1967, 800.000 pohon zaitun telah tumbang di wilayah Tepi Barat, sehingga Palestina kehilangan pendapatan sekitar $ 55 juta atau sekitar Rp. 648 milyar di bidang ekonomi.

TENTARA Israel menumbangkan lebih dari 60 pohon zaitun di desa Betlehem, pada hari Senin (25/11/2013), kata seorang pejabat lokal.

Walikota Tuqu, Taysir Abu Mfareh, mengatakan lebih lanjut kepada Ma’anbahwa tentara Israel bersama pemukim Yahudi menumbangkan puluhan pohon Zaitun di desa Betlehem.

Walikota meminta Organisasi hak asasi manusia yang mendukung Palestina untuk melawan pelanggaran Israel yang tidak ada hentinya ini.

Sebelumnya, pemukim (Yahudi) menumbangkan 15 pohon zaitun di desa Salfit di wilayah Bruqin.

Menurut OCHA, lebih dari 7.500 pohon zaitun rusak atau hancur oleh pemukim antara bulan Januari hingga pertengahan Oktober tahun 2012.

Pihak berwenang Israel tidak pernah menyelidiki ataupun mengadili kejahatan yang dilakukan pemukim Yahudi terhadap masyarakat Palestina.

Sejak tahun 1967, 800.000 pohon zaitun telah tumbang di wilayah Tepi Barat, sehingga Palestina kehilangan pendapatan sekitar $ 55 juta atau sekitar Rp. 648 milyar di bidang ekonomi. Data ini diperoleh dari laporan kementerian PA dan Lembaga Penelitian Terapan Yerusalem. [hf/islampos/maan]

***

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ (١٢٠)

120. orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS Al-Baqarah: 120).

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

82. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS Al-Maaidah/ 5: 82).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 788 kali, 1 untuk hari ini)