Foto rmol

– Razia ratusan buku yang dicurigai berkonten propaganda PKI oleh aparat gabungan di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Rabu, 26 Desember 2018, / foto Konfrontasi

***

Aparat TNI Sita Buku Diduga Berisi Ajaran Propaganda Komunis (PKI)

[PORTAL-ISLAM.ID] Sejumlah buku yang diduga berisi ajaran paham komunis dirazia di Kediri, Jawa Timur, pada Rabu (26/12/2018). Buku-buku itu beredar di toko buku Q Ageng yang beralamat di Jalan  Brawijaya 67, Tulungrejo, Kecamatan Pare.

Razia dilakukan setelah Kodim 0809 Kediri mendapat laporan dari warga. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh sejumlah tim.

Di antaranya, Pasi Intel Kodim 0809/Kediri Lettu Chb. Tomi Wibisono, Danunit Intel Letda Chb Bibit dan beberapa orang lainnya.

Hasilnya, ditemukan sejumlah buku yang di toko buku tersebut yang terindikasi berisi ajaran paham komunis.

Namun demikian, pemilik toko sedang tidak di tempat. Sehingga keterangan asal muasal buku hanya bisa didapat dari penjaga toko. Tapi penjaga mengaku tidak tahu, dia hanya menyebut bahwa buku datang sekitar seminggu yang lalu.

Kodim Kediri telah berkoordinasi dengan anggota Intelkam Polres Kediri Situ Hadi agar buku-buku tersebut ditarik dan tidak dijual. Termasuk menginventarisasi buku-buku tersebut. [RMOL]

Anggota Babinsa Koramil Pare Kediri di bantu oleh Satuan Intel Kodim Kediri Jawa Timur Menggerebek Toko Buku di https://t.co/yx3rbXmlel.24 Pare Kediri, & Menyita Buku2 yg di Sinyalir Propaganda PKI & Tokoh2 PKI..
Serda.Farid.
Kodim Surabaya Utara. pic.twitter.com/MIfm3EVJcV

— #GNC.PRABOWO (@SurYosodipuro_) 26 Desember 2018

www.portal-islam.id

***

Razia ‘Buku PKI’, Karya Tokoh NU Ikut Disita Aparat

Buku karya Wakil Sekretaris Jenderal Nahdlatul Ulama Mun’im DZ, berjudul Benturan NU-PKI 1948-1965 ikut diamankan dalam razia buku-buku bertemakan komunisme dan PKI di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Rabu, 26 Desember 2018.

Mun’im berencana mendatangi Markas Besar TNI untuk klarifikasi dan menjelaskan apa sebetulnya isi buku tersebut. Mun’im menjelaskan, buku karyanya itu terbit pertama kali tahun 2013 berdasarkan hasil penelitian. Keterangan para kiai dan saksi korban di lingkungan NU saat bergesekan dengan PKI dituangkan dalam buku tersebut.

“Di samping arsip-arsip NU membubarkan PKI dan pertemuan kiai-kiai NU dalam menentang PKI,” katanya saat dihubungi VIVA pada Kamis, 27 Desember 2018.

Buku tersebut, lanjut Mun’im, juga menjelaskan tentang keterlibatan PKI dalam Gerakan 30 September tahun 1965, yang hingga saat ini masih jadi polemik dalam kajian sejarah. “Justru (buku) itu menegaskan keterlibatan PKI dalam G30S. “Buku itu, kan, kajian sikap orang NU terhadap G30S/PKI itu. Selama ini PKI dituduh tidak terlibat, dalam buku itu kita atas nama NU menegaskan bahwa PKI betul-betul terlibat,” ujarnya./ pembelaislam.com

(nahimunar.org)

(Dibaca 667 kali, 1 untuk hari ini)