• Front Pembela Islam (FPI) meminta SCTV untuk memikirkan kembali rencana penayangan film berjudul Tanda Tanya (?) karya sutradara liberal Hanung Bramantyo. Hal itu dilakukan agar stasiun televisi itu tidak dimusuhi umat Islam.
  •  Film Tanda Tanya (?) karya Hanung adalah salah satu film yang mengindetikkan bahwa kekerasan, pelakunya adalah umat Islam. Selain soal kekerasan, film ini juga menyampaikan ajaran Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme (Sepilis) yang sangat kental. Padahal ajaran Sepilis sudah difatwa haram oleh MUI Pusat tahun 2005. 

Inilah beritanya.

***

Agar Tak Dimusuhi Umat Islam, FPI Minta SCTV Pikir Ulang Penayangan Film Tanda Tanya

Jakarta – Front Pembela Islam (FPI) meminta SCTV untuk memikirkan kembali rencana penayangan film berjudul Tanda Tanya (?) karya sutradara liberal Hanung Bramantyo. Hal itu dilakukan agar stasiun televisi itu tidak dimusuhi umat Islam.

“Kami FPI DKI Jakarta meminta dengan sangat kepada SCTV untuk memikirkan kembali rencana penayangan film berjudul Tanda Tanya (?) ini,” kata Ketua DPD FPI DKI Jakarta Habib Salim Alattas, di Kantor SCTV, Jakarta, Kamis Malam (23/3/2012)

Menurut Habib Selon -panggilan akrabnya-, permintaan FPI kepada SCTV itu untuk menjaga agar stasiun televisi itu tidak dimusuhi oleh umat Islam. Sebab film ? telah menimbulkan keresahan di kalangan umat Islam. “Film ini (di masyarakat) lebih banyak kontranya. Ada paham liberal di dalamnya”, kata Habib Selon.

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama fungsionaris DPP FPI Pusat, Abdurahman Jaelani, juga menyampaikan permintaannya agar  SCTV tidak memutar film ?. Menurut Abdurahman, film karya Hanung yang baru saja memprovokasi masyarakat itu, penuh dengan penyesatan, dan pelecehan-pelecehan terhadap ajaran Islam.

“Sampai kapanpun FPI tidak menerima program ini tayang di stasiun TV manapun. Bukan karena FPI benci pada SCTV. Tapi kita pikirkan dampak negatifnya bagi umat Islam”, tegas Abdurahman.

Jika SCTV bersikeras menayangkan film itu, Abdurahman mengingatkan bukan tidak mungkin masyarakat akan marah dan mengambil tindakan sendiri-sendiri. FPI sendiri, tandasnya, tidak menginginkan ada aksi anarkis untuk menolak film ? itu. Karena ujung-ujunganya nanti yang disalahkan adalah FPI.

“Kami tidak ingin ada anakis, (tindakan) radikal, karena ujung-ujungnya yang disalahkan FPI”, kata Abdurahman.
Abdurahman juga menyampaikan kekecewaanya atas sikap SCTV yang dinilainya telah memanfaatkan momentum untuk mencari keuntungan. “Indikasinya sangat kuat. Ketika kami diserang dari segala arah, SCTV memanfaatkan momentum. FPI kan lagi sibuk menghadapi pembubaran”, ungkapnya.

Menanggapi permintaan FPI ini, Wakil Pemimpin Redaksi SCTV Putut Wijarnako mengatakan bahwa pihaknya tidak mengenal adanya konspirasi. Rencana penanyangan film ? ini, menurutnya murni bermotifkan bisnis.

“Kami ini badan usaha. Murni bisnis. Kami tidak mengenal konspirasi. Kami (hanya) mengenal konsinyasi”, kata Putut.

Pertemuan malam itu pun disebut Putut sebagai kegiatan melaksanakan UU Penyiaran. Karena masyarakat memang berhak menyampaikan bila tidak berkenan dengan sebuah acara yang disiarkan stasiun televisi.

Seperti yang telah diiklankan, rencananya SCTV akan menayangkan film Tanda Tanya (?) yang tahun lalu gagal diputar. Menurut informasi film tersebut telah banyak disensor.

Hanung Bramantyo dalam akun twitternya telah menginfokan jika film Tanda Tanya (?) karyanya akan tayang di SCTV, 24 Februari 2012, pukul 22.30 WIB.  “Selamat menikmati. Tapi byk disensor:)”, kata Hanung.
Rep: Shodiq Ramadhan

Shodiq Ramadhan | Jumat, 24 Februari 2012 | 07:55:44 WIB (SI ONLINE).

***

Terlibat Provokasi, Hanung Harus Diberi Catatan

Shodiq Ramadhan | Jumat, 24 Februari 2012 | 09:27:50 WIB

Jakarta (SI ONLINE) – Forum Umat Islam (FUI) mengajak stasiun televisi SCTV untuk turut bersama-sama menyelamatkan hati nurani dan intelektualisme bangsa. Caranya dengan tidak memutar film Tanda Tanya (?) yang disutradarai orang yang telah memprovokasi, mendukung dan menganjurkan kekerasan.

Rencana pemutaran film “?” dinilai Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath akan menambah provokasi kepada Front Pembela Islam (FPI). Padahal sutradara film itu, Hanung Bramantyo, dalam aksi Indonesia Tanpa FPI di Bundaran HI beberapa waktu lalu terlibat dalam provokasi terhadap FPI. “Andai dia benci terhadap FPI, mestinya dia harus adil”, kata Al Khaththath, Kamis malam (23/2/2012) di Kantor SCTV, Jakarta.

Al Khaththath menyampaikan bahwa Hanung yang telah menyuruh agar orang lain bersikap militan seperti para preman di Palangkaraya mestinya diberi catatan. “Saya berharap SCTV ikut berperan dalam menyadarkan bangsa ini. Jangan sampai orang yang terlibat dalam provokasi ini tidak diberi catatan”, katanya.

Berbicara tentang kekerasan, Al Khaththath bermaksud menggugah nurani dan intelektualitas wartawan dan manajemen SCTV. Ini dimaksudkan agar media massa tidak melakukan pembodohan ke publik. Sebab selama ini masyarakat disuguhi tontonan yang sangat tidak lucu.

Dalam Insiden Palangkaraya, FPI adalah korban. Tetapi dalam perkembangan kasus itu dan opini yang beredar di media massa justru FPI yang akan dikorbankan. Presiden SBY bahkan turut menyalahkan FPI dengan mengatakan FPI harus introspeksi diri.

“Kenapa (SBY) tidak mengatakan negara tidak boleh kalah dengan kekerasan. Padahal kekerasan oleh orang-orang Dayak Palangkaraya jauh lebih besar dari yang dilakukan FPI”, tandasnya.

Al Khaththath juga mempertanyakan apakah bangsa ini membolehkan kekerasan selama tidak dilakukan FPI. “Apakah bangsa Indonesia ini memang menyetujui anarkisme, selama tidak dilakukan oleh FPI”, tanyanya.

Karena itu Al Khaththath mengajak agar SCTV ikut terlibat dalam penyelamatan terhadap hati nurani bangsa dan intelektual bangsa. Sebab semua pertunjukan dan silat lidah tentang kekerasan dinilainya telah menghina hati nurani dan intelektualitas bangsa.

Film Tanda Tanya (?) karya Hanung adalah salah satu film yang mengindetikkan bahwa kekerasan pelakunya adalah umat Islam. Selain soal kekerasan, film ini juga menyampaikan ajaran Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme (Sepilis) yang sangat kental. Padahal ajaran Sepilis sudah difatwa haram oleh MUI Pusat.

Sesuai iklannya, Film Tanda Tanya (?) akan diputar di SCTV pada Jumat (24/2/2012) pukul 22.30 WIB. Jumat pagi saat Suara Islam Online mengecek acara SCTV hari ini

http://www.sctv.co.id/view.php?0,0,1,jadwal,1330047515), di sana ditulis bahwa acara pukul 22.30 adalah Liputan 6 Terkini, dilanjutkan Pukul 22.33 WIB acara SCTV FTV Utama: Antara Iwan, Kambing Bandot, & Super Model.

Rep: Shodiq Ramadhan

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.261 kali, 1 untuk hari ini)