TULISAN berjudul Benarkah Radio Silaturahim AM720 Pro Syi’ah? yang dipublikasikan di nahimunkar.com pada tanggal 14 Februari 2012 (https://www.nahimunkar.org/11098/benarkah-radio-silaturahim-am720-pro-syiah/) ternyata dapat ditemukan juga di sejumlah situs dan blog pribadi. Salah satu diantaranya dapat ditemukan di umarabduh.blog.com.

Di nahimunkar.com sendiri, karena tampaknya ada kebijakan moderasi yang tidak longgar, maka komentar-komentar dari sebuah artikel yang sudah dipublikasikan tidak dapat tampil begitu saja. Kemungkinan adanya penyaringan di pihak nahimunkar.com itu karena bila melepaskan begitu saja komentar yang tidak sesuai dengan Islam –kemudian tidak ada yang menjawabnya hingga yang tersiar justru yang tidak sesuai dengan Islam itu– dikhawatirkan tercatat sebagai amal yang tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran. Hanya saja tidak semua situs ataupun blog memperhatikan betul masalah itu. Hingga dalam hal ini komentar-komentar terhadap artikel itu, dapat dilihat di tempat lain, misalnya di umarabduh.blog.com tadi.

Dari artikel berjudul Benarkah Radio Silaturahim AM720 Pro Syi’ah? ada sejumlah komentar yang berasal dari seseorang yang menggunakan nama alias private dan omheri pada satu pihak. Sedangkan pada pihak satunya lagi ada yang menggunakan nama alias abdurrahman, tante heri dan sebagainya, yang menurut dugaan kami dari pihak Umar Abduh dan kawan-kawan sendiri.

Komentator pertama (Private February 21st, 2012 6:33 am), berusaha meyakinkan bahwa tulisan berjudul di atas adalah ghibah, seraya mengutip hadits Nabi dan firman Allah. Selengkapnya sebagai berikut:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Subhan’ALLAH …!!!

Dalam shahih Muslim, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa beliau ditanya tentang ghibah, beliau menjawab:

لما ثبت صحيح مسلم البر والصلة والآداب (2589),سنن الترمذي البر والصلة (1934),سنن أبو داود الأدب (4874),مسند أحمد بن حنبل (2/458),سنن الدارمي الرقاق (2714). عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال لما سئل عن الغيبة قال : ذكرك أخاك بما يكره . قيل : أفرأيت إن كان في أخي ما أقول ؟ قال : إن كان فيه ما تقول فقد اغتبته ، وإن لم يكن فيه فقد بهته .

Artinya: beliau mengatakan: [ghibah] itu adalah kamu menyeritakan tentang saudaramu dengan apa-apa yang saudaramu sendiri tidak suka diceritakan, maka ia bertanya; bagaimana menurutmu kalau memang begitu kenyataan yang ada pada saudaraku apa yang aku ceritakan, maka beliau menjawab: maka itulah ghibah, dan apabila tidak ada kenyataan pada saudaramu apa yang kamu ceritakan, maka berarti kamu membuat kedustaan [fitnah] kepadanya.

Dan telah shahih dari beliau:

سنن أبو داود الأدب (4878). وثبت عنه صلى الله عليه وسلم أنه رأى ليلة أسري به قوما لهم أظافر من نحاس يخمشون بها وجوههم وصدورهم , فسأل عنهم , فقيل له : هؤلاء الذين يأكلون لحوم الناس , ويقعون في أعراضهم ,

Bahwasanya beliau pada malam isro’ mi’roj melihat kaum [sekelompok] manusia yang mereka memiliki kuku dari tembaga yang mencakar wajah-wajah dan dada-dada mereka dengan kuku-kuku itu, maka beliau bertanya tentang mereka, maka dikatakan kepada beliau: mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia, dan mereka yang telah terjatuh [membicarakan] kehormatan mereka [saudara mereka].

Dan sungguh Alloh telah berfirman:

وقد قال سبحانه : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ سورة الحجرات الآية 12

Artinya: 12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Maka wajib bagi setiap muslim baik laki-laki maupun wanita untuk berhati-hati dari ghibah, dan [hendaknya] saling berwasiat untuk meninggalkannya, karena taat kepada Alloh dan RosulNya, dan karena keinginan yang sangat untuk menutup dan tidak membuka aurat [aib] saudaranya, karena ghibah termasuk sebab timbulnya percekcokan dan permusuhan dan memecah belah persatuan… berdialoglah secara langsung dan terbuka, Insya Alloh kebenaran akan tampak…

Wallohu waliyut-taufiq.

Waalaikumsalam Warohmatullahi Wabarakatuh

Kemudian, sosok bernama alias private mendapat respon singkat dari sosok bernama Abdurrahman (February 22nd, 2012 12:26 am):

Tulisan di atas bukan ghibah dan tidak berkenaan dengan aib seseorang, tetapi berhubungan dengan akidah umat yang sedang diperangi oleh ustadz atau ulama yang berpaham sesat syi’ah.

Pada hari berikut, muncul komentar dari sosok yang menggunakan nama alias omheri (February 23rd, 2012 12:36 pm) yang intinya mengatakan bahwa tulisan dengan judul di atas adalah tuduhan keji. Selengkapnya sebagai berikut:

Hati-hati bapak dengan pencantuman tema ini, karena dari judulnya sudah ada unsur “menuduh”. Saya setia mendengarkan Rasil dan tidak ada kejanggalan sedikitpun. Pernah hal ini dikonfrontir dengan ustadz Hussein Alatas, beliau menjelaskan dengan gamblang, bahwa justifikasi sesat tidak bisa disamaratakan kepada semua syiah. Wallahua’lam, apakah tidak semua syiah sesat, ataukah semua syiah sesat?

Dari penjelasan tersebut, menurut saya pribadi adalah obyektif dan tidak ada keberpihakan pada syi’ah. Apakah bapak Umar Abduh telah melakukan tabayyun? Tanya langsung ke sumbernya dan coba berdialog dengan ustadznya. Tuduhan keji ini seperti ini bisa berbalik kepada anda sendiri pak.

Saya hanya mengingatkan.

Komentar omheri kemudian mendapat respon dari sosok bernama Tante Heri (February 23rd, 2012 1:21 pm), selengkapnya sebagai berikut:

Pernyataan Husen Alatas yang mengatakan bahwa “justifikasi sesat tidak bisa disamaratakan kepada semua syiah” menunjukkan bahwa ia memang berpaham sesat syi’ah laknatullah atau setidaknya toleran dan mendukung induk kesesatan tersebut. Sebab, tidak ada syi’ah yang tidak sesat. Kalau tidak sesat, ngapain juga menggunakan nama yang berbeda. Faktanya, secara akidah memang berbeda, sebagaimana disimpulkan ratusan ulama NU Jawa Timur baru-baru ini.

Anda jangan membayangkan setan itu seram dan beringas. Karena lebih banyak setan penyesat umat manusia dengan tampilan sopan-lembut-cerdas-paham agama dan sebagainya, bahkan ikut taklim di masjid. Itu semua dilakukan setan dalam rangka menyesatkan.

Rupanya, sosok bernama alias omheri ini belum puas. Sehingga, ia kembali merespon jawaban sosok bernama alias tante heri dengan mengutip Al-Hujurat dan Al-Maidah. Selengkapnya sebagai berikut:

Pertanyaan saya belum dijawab. Apakah bapak sudah mencoba untuk berdialog atau saya khawatir karena berita yang anda dapat berasal dari orang-orang yang fasik.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

“Wahai orang-orang yang beriman ketika datang kepada kalian orang yang fasik dengan membawa suatu berita maka tabayunlah (mencari kebenaran berita)”.(QS. Al Hujurot : 6)

Silahkan datang ke Radio Rasil, berdialog dengan Ustadznya sehingga terang benderang. Saya takut anda termasuk golongan yang diberitakan di Quran berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat dengan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Maidah: 8).

Adil untuk menyajikan berita yang berarti cross check untuk mencari kebenaran. Monggo pak, jika perlu minta maaf.

Dari komentar omheri tadi, memberi kesan kepada kita bahwa sosok di balik nama alias tersebut adalah personel Rasil AM720 sendiri, yang oleh seorang kawan ‘ahli karakter bahasa’ diduga berjenis kelamin wanita. Bahkan ia seperti mengundang lawan bicaranya untuk datang ke Rasil dan berdialog dengan narasumber di sana yang oleh umat Islam dikatakan berpaham sesat syi’ah laknatullah.

Kemudian komentar tersebut mendapat jawaban balik dari sosok yang kali ini menggunakan nama alias Masih Tante Heri (February 24th, 2012 3:35 am), sebagai berikut:

Seyogyanya orang yang beriman dan berilmu serta punya ghirah membela Islam, TIDAK BOLEH bodoh.

Misalnya, ketika perampok sudah masuk rumah dan sedang beraksi, apakah perlu kita tabayun: “maaf, apakah antum perampok?”

Ulama syi’ah dari Iran saja ketika datang ke Indonesia mengaku Sunni seraya membenarkan nikah mut’ah. Apalagi cuma Husen Alatas dan Zen Al-Hady.

Lagi pula, informasi tentang ke-SYI’AH-an seseorang disampaikan oleh orang-orang yang memang sejak lama berperang melawan SYI’AH bukan datang dari orang fasik. Anda sudah menggunakan ayat untuk hawa nafsu.

Bertobatlah OMHERI…

Ada dua sebab mengapa seseorang betah di kubangan sesat: petama, karena BODOH; kedua, karena FULUS.

Rupanya, komentar sosok bernama alias masih tante heri ini tidak membuat sosok bernama alias omheri mengakhiri ‘dialog’ tertulisnya. Kali ini omheri kembali mengutip ayat dan hadits, sebagai berikut:

Ok. Bahasa Bapak agak kasar menurut saya. Inilah yang saya takutkan. Ada segolongan umat islam yang justru kasar terhadap sesama muslim. Silahkan renungi ayat ini :

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا

 

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya…” (QS. Al-Fath: 29)

Saya tidak pernah bilang bahwa Ustadz Husen Alatas dan Zen Al-Hady adalah Syi’ah. Itu adalah klain bapak. Jika ternyata mereka bukan syi’ah, maka sekali lagi, tuduhan itu akan berbalik. Perhatikan hadits berikut:

“Janganlah seseorang menuduh orang lain dengan kefasikan ataupun kekufuran, karena tuduhannya itu akan kembali kepada dirinya, jika orang yang dituduh tidak seperti yang ia tuduhkan.” (HR Bukhari).

Dan saya rasa sudah jelas, bahwa bapak Umar Abduh ini belum melakukan tabayyun? Permisalan anda tentang perampok tidaklah tepat, karena memang kita sudah tahu betul bahwa itu perampok, kenapa harus ditanya? Bapak sudah duluan mengklaim bahwa Rasil = membawa misi syiah.

Sekali lagi, Hati hati pak, tuduhan seperti itu bisa berbalik ke Bapak. Ajak dulu Rasil berdialog dan baru nyatakan RASIL membawa misi Syiah, tentunya dengan keilmuan dan tinjauan ilmiah bapak.

Semoga tulisan bapak bukan disebabkan karena BODOH dan FULUS yang telah bapak sampaikan.

Kalau dicermati dengan jeli, sesungguhnya hadits yang dikutip omheri di atas layak terpulang kepada yang bersangkutan. Bukankah ia yang menuduh fasik kepada orang yang menyampaikan berita tentang ke-SYI’AH-an narasumber Rasil AM720?  Padahal, penyampai berita tentang ke-SYI’AH-an narasumber Rasil bukanlah orang fasik, tetapi memang sudah sejak lama berkutat melawan gerakan syi’ah yang kian lama kian meresahkan?

Karena syi’ah (rafidhah) adalah paham sesat yang menyesatkan dalam perkara-perkara ushul (pokok) agama, maka sudah banyak ulama yang memfatwakan kafir, bukan Islam, di antaranya Ibnu Hazm dalam kitabnya al-Fishal fin Milal wan Nihal. Kalau secara garis besar, semua syiah adalah sesat, sedang yang sudah jelas-jelas menyimpang dari hal-hal yang pokok dalam Islam hingga mengeluarkannya dari Islam maka kafir. Sedangkan sosok omheri yang berada pada posisi membela dua narasumber Rasil yang sudah dipastikan ke-SYI’AH-annya atau pembelaannya terhadap syiah sejak lama, maka ia layak disebut sebagai sosok yang membela aliran sesat syiah (yang di antara syiah itu memang kafir). Maka, sosok bernama alias masih tante heri di atas dengan sikapnya yang tegas justru bersesuaian dengan QS. Al-Fath: 29 sebagaimana dikutip omheri: “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya…”

Hujjah dan argumen omheri sepertinya hanya memperkuat komentar sosok bernama alias masih tante heri di atas.

Masih berlanjut. Komentar sosok bernama alias omheri tadi, kemudian mendapat sambutan dari sosok bernama alias Tetap Tante Heri (February 24th, 2012 10:52 am), selengkapnya sebagai berikut:

OMHERI, bahasa agak kasar itu memang bagian dari SEDEKAH kami kepada anda yang SOMBONG.

Disebut SOMBONG, karena anda menolak kebenaran bahwa Husen Alatas dan Zen Al-Hady itu memang syi’ah.

Ini bukan tuduhan. Tetapi FAKTA. Secara jurnalistik fakta itu confirmed. Dalam bahasa lain boleh jadi disebut mutawatir.

Sesuatu yang sudah confirmed atau mutawatir, tidak perlu tahapan tabayun lagi. Skip that step.

Ucapan dan pernyataan kedua ustadz syi’ah itu sudah cukup menjadi bukti bahwa mereka memang syi’ah.

RASIL menjadi corong syi’ah karena memang dijadikan corong oleh kedua ustadz syi’ah itu.

Kami tidak perlu pendapat anda tentang kesyi’ahan kedua ustadz tadi. Dan anda jangan MEMAKSAKAN opini anda kepada kami bahwa kedua ustadz itu bukan syi’ah.

Jangan bawa-bawa ayat untuk mendukung kesesatan dan hawa nafsu anda. Itu dosa besar.

Bertobatlah OMHERI…

Sosok bernama alias omheri (February 24th, 2012 12:39 pm)  kemudian membalas singkat, seraya menyodorkan link di eramuslim.com yang berisi bantahan dan klarifikasi Rasil AM720:

Silahkan baca bantahannya ya pak.

http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/bantahan-dan-klarifikasi-radio-silaturahim.htm

Kali ini balasan singkat datangnya dari sosok bernama alias Mata Tante Heri (February 24th, 2012 3:05 pm), sebagai berikut:

OMHERI yang baik, bantahan Rasil di Eramuslim sudah kami baca.

Mohon anda juga baca tanggapan baliknya di:

http://umarabduh.blog.com/2012/02/14/benarkah-radio-silaturahim-am720-pro-syi%E2%80%99ah/

http://umarabduh.blog.com/2012/02/09/husen-alatas-rasil-am720-mengusung-syi%E2%80%99ah/

Pada saat bersamaan sosok bernama alias omheri (February 24th, 2012 12:40 pm) juga mencurahkan perasaanya, sebagai berikut:

Bapak yang baik, Bapak lebih tua dari saya, tapi anehnya semua jawaban dari bapak menjadikan saya kurang simpatik. Mungkin pengalaman hidup bapak belum bisa menempatkan bapak ke sana.

Dalam Islam sendiri boleh berdebat, namun disuruh untuk hikmah (kalo ini saya yakin bapak sudah tau ayatnya). Jadi saya minta tolong, dari tadi Saya atau orang lain memberikan hujjah dengan ayat-ayat namun ditanggapi dengan tulisan yang bernada tinggi. Kalamullah di atas segalanya pak, maka dari itu saya mencoba mencairkannya dengan Firman Allah yang Maha Tinggi. Lebih tinggi dari omongan apalagi tulisan manusia. Saya khawatir tuduhan Sombong itu berbalik ke Bapak.

Jika ada sumber yang menurut bapak shohih, silahkan tuliskan link nya di sini, biar saya bisa mencari kebenarannya selain dari bapak.

Saya persilahkan bapak memberikan Hujjah yang hikmah. Disebelah mana Rasil berfaham Syiah, Seperti apa kesesatan yang pernah disampaikan para ustadznya. Dan doktrin macam apa yang menjadikan rasil adalah sesat. Ok, saya kira bapak sudah menangkap keingintauan saya.

Trima kasih atas Label SOMBONG yang bapak layangkan, meski sakit hati tapi saya berdoa agar sebelum ajal menjemput, bapak bertaubat atas KESOMBONGAN yang telah saya uraikan.

Kemudian curahan perasaan omheri yang masih keukeuh membela Rasil yang dituding pro syi’ah ini, mendapat jawaban yang agak panjang dari sosok bernama alias Hati Tante Heri (February 24th, 2012 3:12 pm), sebagai berikut:

OMHERI yang baik, jawaban kami memang tidak ditujukan untuk menarik simpati. Hanya sekedar menyadarkan masyarakat tentang adanya gerakan misionaris syi’ah di RASIL.

Untuk sesuatu yang sudah pasti, tidak diperlukan perdebatan.

Selama ini, pembela kesesatan tidak bisa dihadapi dengan cara-cara yang bil-Hikmah. Tetapi dengan gas tinggi. Ibarat di medan offroad yang penuh lumpur dan batu, gas harus tinggi, bila tidak mesin akan mati dan sulit bergerak.

Kesesatan syi’ah sudah jelas. Bahkan ketika RASIL belum lahir, syi’ah sudah dinyatakan sesat. Ustadz syi’ah yang disebutkan sebelumnya, jauh-jauh hari sudah syi’ah.

Kalamullah memang di atas segalanya. Tapi, kalamullah juga sering digunakan untuk menakut-nakuti lawan bicara.

Bukan kami menomorduakan kalamullah, tapi kalamullah yang anda sodorkan tidak relevan. Karena, posisi kami sedang melawan syi’ah yang sesat menyesatkan, sedangkan posisi anda cenderung membuat keragu-raguan, berusaha membuat ragu pendirian lawan bicaranya. Kami sudah hapal cara-cara seperti ini.

RASIL sebagai media atau institusi memang tidak bisa berpaham tertentu, yang berpaham sesat itu ya manusianya. Rasil dijadikan corong.

Kami tidak bermaksud membuat anda sakit hati. Mohon maaf.

Tapi, umat Islam juga tersakiti hatinya ketika di radio yang berlabel Islam, begitu leluasa satu-dua oknum menjajakan syi’ah laknatullah. Apalagi, sikap RASIL seperti orang SOMBONG: boro-boro minta maaf, merasa bersalah saja tidak.

Hati kami lebih sakit lagi. Bahkan prihatin dan menangis di dalam hati. Koq ada generasi muda Islam seperti anda menghabiskan waktu untuk membela kesesatan.

Bersamaan dengan curahan perasaan omheri, ia (omheri February 24th, 2012 12:40 pm) juga menyodorkan sebuah ayat untuk disimak, yaitu:

Silahkan simak ayat berikut:

Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat. (QS 49 :11)

Kemudian dibalas secara singkat juga oleh sosok bernama alias Telinga Tante Heri (February 24th, 2012 3:14 pm), sebagai berikut:

OMHERI yang baik, kami tidak sedang mengolok-olok. Jadi, kalamullah (QS 49 :11) yang anda sodorkan sangat tidak relevan. Kami sedang memerangi syi’ah laknatullah.

Semacam ‘dialog’ ini rupanya berakhir juga, setelah sosok bernama alias omheri (February 25th, 2012 11:41 am) menyampaikan ucapan terimakasihnya. Namun pada saat bersamaan ia yang mengaku sangat tahu kesesatan syi’ah tetap mendengarkan sajian ustadz Husen Alatas yang dianggapnya tidak berpaham sesat syi’ah laknatullah, sebagai berikut:

Terima KAsih atas penjelasannya. Uraian bapak umar abduh telah memenuhi sebagian rasa keingintahuan saya atas Ustadz Husein Alatas. Demi Allah, Saya bukan Syi’ah dan saya belajar Islam darimana saja, majelis mana saja dan media apa saja. Tentunya jika penjelasan dari awal dilakukan dengan cara baik dan santun, tidak akan muncul label, tuduhan dan kata2x yang tidak pantas.

Dan Demi Allah, meski Bapak Umar Abduh mengklaim bahwa ustadz Husein Alatas adalah seorang misionaris Syi’ah namun saya tetap mendengarkan “Renungan AlQuran” yang beliau bahas tiap pagi, kerena banyaknya mutiara ilmu yang beliau sampaikan pada acara tersebut.

Saya sangat tahu kesesatan Syi’ah, namun dalam ceramah-ceramah ustadz Husein selama ini belum pernah saya mendapatkan beliau menyampaikan kesesatan-kesatan tersebut.

Mudah-mudahan “Tanya-Jawab” ini bisa diambil hikmahnya oleh para pembaca

Wassalaam’alaikum Wr. Wb.

***

Begitulah kira-kira gambaran betapa gigihnya pembela Rasil AM720 yang dikatakan pro syi’ah oleh umat Islam. Boleh jadi sosok bernama alias omheri memang tidak berpaham syi’ah, dan punya semangat tinggi mempelajari Islam, namun ia seperti terkesima dengan gaya dakwah yang disampaikan ustadz Husen Alatas. Kalau benar demikian, semoga saja respon dari umarabduh.blog.com tersebut dapat meningkatkan kewaspadaannya terhadap bahaya gerakan syi’ah yang konon sudah merembes ke segenap bidang kehidupan.

(haji/tede/nahimunkar.com)

(Dibaca 1.969 kali, 1 untuk hari ini)