• Empat tuntutan umat yang akan disampaikan kepada Bupati Bekasi: Pertama, Sterilkan lokasi pembangunan Gereja Paroki Teresa di Lippo Cikarang karena tak berizin (ilegal).Kedua, Tertibkan Gereja-gereja liar dan ilegal. Ketiga, hentikan segala bentuk kristenisasi dan pemurtadan di Kabupaten Bekasi, dan terakhir, tertibkan tempat-tempat maksiat yang tidak sesuai dengan Perda No. 7 tahun 2007.
  •  Masalah GKI Yasmin Bogor, pernyataan warga setempat : “Sepertinya GKI Yasmin hanya memancing warga muslim disini dan ingin membuat opini kepada media seolah-olah mereka dilarang ibadah”
  • Kita tidak menolak orang untuk beribadah, namun ketika ada orang mau beribadah tapi diawali dengan cara-cara licik dan penipuan maka kami tidak akan terima.
  •  Seperti diketahui bahwa GKI Yasmin telah terbukti melanggar hukum dengan menipu warga setempat dengan memalsukan tandatangan wargapada tahun 2006. Maret 2011 Walikota mencabut IMB nya, dan memberikan solusi dengan menyediakan fasilitas beribadah di tempat lain yang salah satunya gedung Harmoni.

Inilah berita tentang GKI Yasmin yang melanggar hokum dan di bawahnya kami kutip berita tentang keresahan Ummat Islam Bekasi atas maraknya gereja liar dan tempat maksiat.

***

Aparat Gagalkan Aksi Jamaat GKI Yasmin untuk Lakukan Misa Natal

Sekitar 30 orang jamaat GKI Yasmin, minggu pagi ini (25/12/2011) mencoba untuk melaksanakan misa natal di bangunan yang bermasalah perijinannya, namun karena jalanmenuju bangunan itu sudah di tutup rapat oleh aparat sejak pagi hari akhirnya jemaatmelaksanakan acaranya di sekitar pintu gerbang Taman Yasmin sektor III Bogor.

Ketika mulai untuk melakukan kebaktian, aparat yang terdiri dari polisi dan satpolPP segara mengintruksikan agar tidak melakukan kegiatannya di trotoar karena melanggar aturan. Warga sekitar yang hadir melihat di lokasi tidak terima dan ikut mengingatkan agar tidak melakukan ibadah di tempat umum tersebut.

Warga yang sudah resah selama bertahun-tahun ini, tidak terima atas tindakan GKIYasmin yang selalu melawan hukum. Seperti diketahui bahwa GKI Yasmin telah terbukti melanggar hukum dengan menipu warga setempat dengan memalsukan tandatangan wargapada tahun 2006. Maret 2011 Walikota mencabut IMB nya, dan memberikan solusi dengan menyediakan fasilitas beribadah di tempat lain yang salah satunya gedung Harmoni.

Namun GKI Yasmin menolaknya, juru bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging mengatakan “Walikota patut di duga dekat dengan kelompok-kelompok intoleran, karena itulah saat ini kami tidak bisa memakai untuk beribadah.” Saat ditanyakan kenapa GKI Yasmin tidak mau memanfaatkan gedung Harmoni? Bona mengatakan “gedung Harmoni itu ijinnya bukan untuk peribadatan.”

Namun berbeda dengan pernyataan warga setempat, “Jika mereka memang berani, ayo kita buka-bukaan data di saksikan oleh semua pihak, baik warga, pemkot, GKI dan media. Jangan membuat opini hingga dunia internasional seolah-olah umat muslim itu tidaktoleran dan anarkis. Justru merekalah yang anarkis karena melawan hukum, kasus ini murni pelanggaran hukum. Kita tidak menolak orang untuk beribadah, namun ketika ada orang mau beribadah tapi diawali dengan cara-cara licik dan penipuan maka kami tidak akan terima. Mereka itu hanya tidak lebih dari 5 orang kk yang tinggal disini, selebihnya mereka itu dari luar Yasmin bahkan dari luar Bogor. Padahal kan syaratnya harus ada minimal 90 jemaat yang tinggal disini” Ujar Abdul Halim, warga Yasmin.

“Mereka sudah di ajak berkali-kali untuk bertemu untuk membuktikan secara hukum biar terbukti siapa yang bersalah, namun mereka tidak pernah mau” ujar Iman selaku warga setempat juga yang ikut menambahkan.

Akhirnya setelah membubarkan diri, jemaat GKI Yasmin melanjutkan kebaktiannya disalah satu rumah warga di jalan Cemara perumahan Yasmin. “Sepertinya GKI Yasmin hanya memancing warga muslim disini dan ingin membuat opini kepada media seolah-olah mereka dilarang ibadah” ujar salah seorang warga yang mengamati kejadian hingga selesai.(syaifulfalah)

ERAMUSLIM > BERITA NASIONAL

http://www.eramuslim.com/berita/nasional/aparat-gagalkan-aksi-jamaat-gki-yasmin-untuk-lakukan-ibadah-natal.htm
Publikasi: Minggu, 25/12/2011 13:24 WIB

***

Rapat Akbar Muslim Bekasi Siapkan Aksi 10.000 Massa Tolak Gereja Liar & Rumah Maksiat

Ahad, 25 Dec 2011

BEKASI (voa-islam.com) – Dua ratusan umat Islam dari berbagai elemen di Kabupaten Bekasi menggelar Rapat Akbar Umat Islam di Masjid Al-Muttaqin Pagaulan, Sukaresmi, Cikarang Bekasi, Ahad (25/12/2011).

Rapat Akbar ini membahas problematika umat yang sangat serius, dihadiri oleh kiyai, ustadz dan aktivis dari berbagai ormas antara lain: Forum Ukhuwah Islamiyah (FUKHIS), Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bekasi, Gerakan Pemuda Islam (GPI), Pelajar Islam Indonesia (PII), Gerakan Reformis Islam (GARIS), Forum Silaturrahmi Masjid dan Musholla Bekasi, KAMSI, Hamas, dan lain-lain.

Selain ormas, hadir juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cikarang Selatan KH Jamaluddin, delegasi dari berbagai pesantren se-Bekasi dan para tokoh masyarakat dari Kecamatan Cibarusah, Bojong Mangu, Serang Baru, Setu, Cibitung, Tambun, Cikarang Selatan, Cikarang Pusat, Cikarang Utara, Cikarang Barat, Cikarang Timur, Kedung Waringin, Babelan, dll.

Dalam rapat yang dipimpin oleh KH Kosim Nurseha, Sekjen FUKHIS tersebut, umat sepakat mengadakan aksi damai besar-besaran pada hari Kamis mendatang (29/12/2011) di kantor Bupati Bekasi.

Untuk suksesnya acara yang melibatkan sepuluh ribu massa tersebut, para korlap yang ditunjuk akan menyiapkan 200 kendaraan roda empat dan 3.000 kendaraan roda dua.

Beberapa ulama dan tokoh terkemuka yang sudah dipilih untuk berorasi dalam aksi damai nanti antara lain: KH Murhali Barda, KH Ahmad Musthofa, KH Kosim Nurseha, KH Rochimudin, KH Soleh, KH Syamduddin, KH Abdul Minan, KH Jamiludin, KH Kosim Kusairi, Ustadz Iwan Andalusi, Ustadz Adang Permana, Ustadz Romdhoni, Ustadz Dede Sulaiman, Ustadz Zaidi, Ustadz Ahmad Ro’i dll.

Diawali dengan persiapan dan koordinasi pada pukul 6.30 WIB di markas FUKHIS, Masjid Al-Muttaqin Kampung Pagaulan Desa Sukaresmi. Selanjutnya massa melakukan konvoi ke Pemda Kabupaten Bekasi untuk menyampaikan aspirasi kepada Bupati Ustadz DR H Sa’duddin MM.

Empat tuntutan umat yang akan disampaikan kepada Bupati Bekasi itu antara lain: Pertama, Sterilkan lokasi pembangunan Gereja Paroki Teresa di Lippo Cikarang karena tak berizin (ilegal).Kedua, Tertibkan Gereja-gereja liar dan ilegal. Ketiga, hentikan segala bentuk kristenisasi dan pemurtadan di Kabupaten Bekasi, dan terakhir, tertibkan tempat-tempat maksiat yang tidak sesuai dengan Perda No. 7 tahun 2007. [taz]

KH Kosim Nurseha menegaskan, aksi damai ini dilakukan karena aksi sebelumnya, Ahad (27 November 2011) yang belum direspon oleh aparat terkait. “Tempat-tempat maksiat sudah semakin merajalela sekarang ini. Bahkan ada tempat hiburan yang menyajikan tarian tanpa busana. Tunggu saja azab Allah kepada kita bila kita tidak melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar!” ujarnya dengan suara lantang yang disambut takbir oleh seluruh peserta.

Senada itu, Ketua Umum FUKHIS, KH Ahmad Musthofa menjelaskan bahwa aksi besar-besaran ini harus dilakukan umat Islam karena gereja liar, pemurtadan, kristenisasi dan kemaksiatan makin marak di Bekasi tanpa ada tindakan tegas dan konkret dari aparat pemerintah dan kepolisian.

“Di sini marak gereja ilegal berupa ruko, para misionaris masih aktif  door to door menyebarkan selebaran-selebaran propaganda Kristen ke rumah-rumah Muslim. Bahkan di satu desa, ketika para lelaki sedang melakukan shalat Jum’at, para misionaris berani menyebarkan misi Kristen kepada kau wanita di rumah-rumah,” ujarnya kepada voa-islam.com usai Rapat Akbar. [taz] (voaislam.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 578 kali, 1 untuk hari ini)