Jakarta– Kekuatan media massa di dunia saat ini dikuasai media Barat yang didominasi Yahudi dan Nasrani, sehingga berita apapun mengenai dunia Islam selalu jelek, mengandung fitnah, banyak kebohongan yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Hal itu diakui Rector Islamic University of Europe Rotterdam Belanda, Prof Dr Sofjan Saury Siregar kepada Suara Islam Online yang menemuinya seusai menjadi pembicara pada Konferensi Media Islam Internasional (KMII)  ke 2 di Jakarta, Selasa (13/12) lalu.

“Memang selama ini peran media massa Islam di dunia sangatlah lemah dan tergantung dari media Barat padahal mereka banyak kebohongannya,” ungkap putra Indonesia yang menjadi Rektor Universitas terkemuka di Eropa tersebut.

Dia mencontohkan berita-berita mengenai Indonesia yang dimuat di Eropa, tidak pernah memberitakan mengenai keberhasilan pembangunan ekonomi ketika zaman Orba maupun reformasi. Adapun yang ada hanyalah berita-berita demonstrasi dan kerusuhan terutama yang dilakukan oleh massa umat Islam, sehingga terkesan Indonesia negaranya kacau dan umat Islam selalu radikal dan tidak toleran.

“Media Islam tidak ingin membuka konfrontasi melawan media Barat dan kita tidak pernah menyalahkan media Barat, sebab policy mereka tergantung dari pemilik modalnya,” ungkap ahli media massa tersebut.

Untuk itu dia meminta media massa di dunia Islam baik cetak maupun elektronik agar mengedepankan akhlaq dan moral serta menjauhi fitnah. Media massa Islam  wajib selalu melakukan tabayyun bagi setiap berita yang ditayangkannya, sehingga akan membedakannya dengan media Barat yang sering melontarkan fitnah.

“Tidak semua berita yang benar itu harus diberitakan, tetapi kalau memberitakan harus yang benar,” tegas tokoh Islam yang telah menjadi WN Belanda tersebut. (*)

Rep: Abdul Halim

Abdul Halim | Jumat, 16 Desember 2011 | 16:42:49 WIB (SI ONLINE)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 717 kali, 1 untuk hari ini)