PEMIMPIN redaksi majalah Charlie Hebdo, Stephane Charbonnier, 47 tahun, merupakan salah satu korban tewas dari serangan penembakan di kantor media tersebut pada Rabu (7/1/2015).

Bersama 11 korban lainnya, pria yang akrab dipanggil Charb ini merupakan seorang kartunis ternama yang kerap menuai kecaman karena kartun pelecehannya terhadap Nabi Muhammad.

Seperti dilaporkan media Inggris, Sky News, Charb menjabat sebagai pemimpin redaksi Majalah Charlie Hebdo pada tahun 2009.

Beberapa tahun berselang, di bawah kepemimpinannya, Charlie Hebdo menerbitkan majalah dengan sampul bergambar kartun Nabi Muhammad yang mengenakan sorban dengan satu lingkaran berisi tulisan “100 cambukan jika kalian tidak mati karena ketawa.”

Akibat sampul penghinaan tersebut, kantor Charlie Hebdo sempat dilempari bom molotov pada November 2011.

Namun Majalah Charlie Hebdo tidak berhenti menerbitkan karya kontroversial. Pada September 2012, meski terjadi kemarahan global atas film anti-Islam berjudul “Innocence of Muslims,” majalah ini menerbitkan edisi yang menampilkan kartun Nabi Muhammad telanjang dan gambar sampul di mana Nabi Muhammad naik kursi roda yang didorong oleh seorang Yahudi Ortodoks.

Sampul tersebut menuai kecaman dari masyarakat internasional. Pada Maret 2013, majalah yang mendukung gerakan Al-Qaidah, Inspire, menerbitkan poster dengan foto Charbonnier bertuliskan “Dicari: Hidup maupun Mati”.

Menanggapi kecaman tersebut, para pejabat Perancis dan Amerika Serikat mengemukakan kekesalan dengan keputusan diterbitkan kartun-kartun tersebut dan kedutaan serta sekolah Perancis sekitar 20 negara pun ditutup sementara.

Namun, Charbonnier tetap tidak memberikan indikasi untuk mengubah arah pemberitaan majalah Charlie Hebdo.

“Kami melakukan provokasi dan itu sudah berlangsung selama 20 tahun. Namun, kartun provokasi kami hanya bermasalah ketika menyinggung tentang Islam,” kata Charbonnier kepada stasiun televisi Perancis, BFMTV, pada tahun 2012, seperti ditulis CNN, Kamis (8/1).

Seperti dilaporkan CNN, sebelum serangan penembakan, Majalah Charlie Hebdo edisi terbaru bersampulkan karya karikatur Perancis kontroversial Michel Houellebecq.

Sampul tersebut menggambarkan seorang dengan topi penyihir, tengah merokok dan mengatakan, “Pada tahun 2022, saya akan ikut (puasa) Ramadhan”.

“Ini mungkin terdengar sombong, tapi aku lebih suka mati dengan berdiri daripada hidup namun harus berlutut,” kata Charbonnier bernada pongah kepada koran Perancis, Le Monde, pada tahun 2013. [rn/Islampos] Kamis 17 Rabiulawal 1436 / 8 Januari 2015 19:51

***  

Para penghina Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam telah memperoleh siksa

Dalam hadits telah dijelaskan mengenai siksa yang langsung diterima kaum musyrikin yang tewas di perang Badar.

 

Beberapa saat sebelum dikuburkannya jasad-jasad (raga) kaum musyrikin yang terbunuh pada Perang Badar, Nabi saw. memanggil nama mereka semuanya.

ياَ فُلاَنَ بْنَ فُلاَنٍ وَ ياَ فُلاَنَ بْنَ فُلاَنٍ هَلْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَكُمْ رَبُّكُمْ حَقًّا فَإِنِّيْ وَجَدْتُ مَا وَعَدَنِيْ رَبِّيْ حَقًّا، فَقَالَ لَهُ عُمَرُ: ياَ رَسُوْلَ اللهِ مَا تُخَاطِبُ مِنْ أََجْسَادٍ قَدْ جِيْفَتْ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ r: وَ الَّذِيْ بَعَثَنِيْ باِلْحَقِّ إِنَّهُمْ لَأََسْمَعُ لَمَّا أَقُوْلُ مِنْكُمْ وَلِّكِنَّهُمْ لاَ يَسْتَطِيْعُوْنَ أَنْ يَنْطِقُوْا

“Wahai fulan bin fulan, wahai fulan bin fulan, apakah kalian telah mendapatkan bahwa apa yang Allah dan Rasul-Nya janjikan kepada kalian itu adalah benar?Sungguh, kami telah mendapatkan apa yang Allah janjikan kepada kami adalah benar.”

Umar r.a. pun berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya engkau berkata pada jasad (raga) yang sudah mati.”

Nabi saw.bersabda, “Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggamannya, sesungguhnya mereka mendengar ketika aku berkata, tetapi mereka tidak mampu berkata-kata.”

Sejarawan Ibnu Ishak dan lainnya meriwayatkan bahwa ketika orang-orang musyrik yang tewas dalam peperangan Badar dikuburkan dalam satu perigi (lubang kubur) oleh Nabi dan sahabat-sahabatnya, beliau bertanya kepada mereka yang telah tewas itu, “Wahai penghuni perigi, wahai Utbah bin Rabi‘ah, Syaibah bin Rabi‘ah, Umayyah bin Khalaf, wahai Abu Jahal bin Hisyam (seterusnya beliau menyebutkan nama-nama orang yang di dalam perigi itu satu per satu). Wahai para penghuni perigi! Adakah kamu telah menemukan apa yang dijanjikan Tuhamu itu benar-benar ada? Aku telah mendapati apa yang telah dijanjikan Tuhanku.”

“Wahai Rasulullah, mengapa Anda berbicara dengan orang yang sudah meninggal?” tanya para sahabat.

Rasul menjawab, “Kamu sekalian tidak lebih mendengar dari mereka, tetapi mereka tidak dapat menjawabku (mâ antum bi asma‘a limâ aqûlu minhum, walâkinnahum lâ yastathî‘ûna an-yujîbûnî)

Hadits Muslim 5121:

حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَرَكَ قَتْلَى بَدْرٍ ثَلَاثًا ثُمَّ أَتَاهُمْ فَقَامَ عَلَيْهِمْ فَنَادَاهُمْ فَقَالَ يَا أَبَا جَهْلِ بْنَ هِشَامٍ يَا أُمَيَّةَ بْنَ خَلَفٍ يَا عُتْبَةَ بْنَ رَبِيعَةَ يَا شَيْبَةَ بْنَ رَبِيعَةَ أَلَيْسَ قَدْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا فَإِنِّي قَدْ وَجَدْتُ مَا وَعَدَنِي رَبِّي حَقًّا فَسَمِعَ عُمَرُ قَوْلَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يَسْمَعُوا وَأَنَّى يُجِيبُوا وَقَدْ جَيَّفُوا قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا أَنْتُمْ بِأَسْمَعَ لِمَا أَقُولُ مِنْهُمْ وَلَكِنَّهُمْ لَا يَقْدِرُونَ أَنْ يُجِيبُوا ثُمَّ أَمَرَ بِهِمْ فَسُحِبُوا فَأُلْقُوا فِي قَلِيبِ بَدْرٍ حَدَّثَنِي يُوسُفُ بْنُ حَمَّادٍ الْمَعْنِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِي طَلْحَةَ ح و حَدَّثَنِيهِ مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ ذَكَرَ لَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ عَنْ أَبِي طَلْحَةَ قَالَ لَمَّا كَانَ يَوْمُ بَدْرٍ وَظَهَرَ عَلَيْهِمْ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِبِضْعَةٍ وَعِشْرِينَ رَجُلًا وَفِي حَدِيثِ رَوْحٍ بِأَرْبَعَةٍ وَعِشْرِينَ رَجُلًا مِنْ صَنَادِيدِ قُرَيْشٍ فَأُلْقُوا فِي طَوِيٍّ مِنْ أَطْوَاءِ بَدْرٍ وَسَاقَ الْحَدِيثَ بِمَعْنَى حَدِيثِ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ

bukankah kalian telah menemukan kebenaran janji Rabb kalian, sesungguhnya aku telah menemukan kebenaran janji Rabbku yg dijanjikan padaku. Umar mendengar ucapan nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, ia berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana mereka mendengar & bagaimana mereka menjawab, mereka telah menjadi bangkai? Beliau bersabda: Demi Dzat yg jiwaku berada ditanganNya, kalian tak lebih mendengar ucapanku melebihi mereka, hanya saja mereka tak bisa menjawab. Setelah itu beliau memerintahkan, mereka diseret lalu dilemparkan di sumur Badar. Telah menceritakan kepadaku Yusuf bin Hammad Al Ma’ni telah menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Sa’id dari Qatadah dari Anas bin Malik dari Abu Thalhah. Telah menceritakannya kepadaku Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepada kami Rauh bin Ubadah telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abu Urubah dari Qatadah berkata: Anas bin Malik menyebutkan kepada kami dari Abu Thalhah berkata: Saat perang Badar & nabi Allah menang mengalahkan mereka, beliau memerintahkan duapuluh sekian orang -hadits Rauh menyebut duapuluh empat pembesar Quraisy- lalu dilemparkan ke salah satu sumur Badar. Ia menyebut hadits yg semakna dgn hadits Tsabit bin Anas. [HR. Muslim No.5121].

(nahimunkar.com)

(Dibaca 658 kali, 1 untuk hari ini)