JAKARTA (voa-islam.com)- Reklamasi yang sedang gencar dibicarakan, dan juga telah dihentikan sementara nampaknya tidak demikian adanya. Seorang aktivis senior, yang telah banyak malang melintang mengatakan bahwa reklamasi yang dilakukan dan diingin oleh Pemprov dan juga ditengarai adanya oknum Asing sebetulnya mempunyai maksud dan tujuan lain.

Aktivis ini misalnya saja menyebut bahwa jika reklmasi tersebut jadi diimplementasikan, maka di antaranya negara harus siap akan dijadikan wadah atau markas penyelundupan barang-barang haram dan penyusup warga Cina yang kelebihan populasi.

Sembilan naga pengembng mafia Cina ini—tidak satupun BUMN–melihat peluang reklamasi seperti hewan yang memburu mangsa; adalah untuk bisnis judi serta penyelundupan narkoba dan orang-orang Cina dari RRC!”, kata Sri Bintang Pamungkas dalam siaran persnya.

Menurutnya, untuk reklamasi tidak harus untuk membuat pulau-pulau yang diketahui ada banyak bangunan bisnis, hiburan, dan lainnya. “Reklamasi pantai Jakarta Utara tidak harus membuat pulau-pulau dengan menimbun laut; apalagi 17 pulau! Tentu ini punya tujuan lain!”

Selain itu, Bintang juga menyebutkan bahwa sejatinya bila ingin lakukan reklamasi, hal yang perlu diperhatikan itu ialah tidak merusak lingkungan atau budaya-budaya yang telah ada. “Reklamasi lahan berarti mengembalikn fungsi lahan agar menjadi berdaya-guna tanpa merusak lingkungan.”

Dengan banyaknya kesalahan di beberapa sisi perihal reklamasi, ia pun mengapresiasi Rizal Ramli sebagai menteri Menko Maritim yang menghentikan sementara proyek tersebut. Melihat ini, Bintang, yang juga aktivis dan mantan anggota dewan ini menyebut bahwa penghentian reklamasi merupakan bukti nyata bahwa pemeritahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla serta para pengembang sedang dirundung masalah besar.

“Penghentian reklamasi oleh Rizal Ramli menjadi awal runtuhnya rezim Joko-JK dan pecahnya kemitraan.” (Robi/voa-islam.com/Jum’at, 14 Rajab 1437 H / 22 April 2016)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.029 kali, 1 untuk hari ini)