Dinginnya malam ini kita bahas mengenai reklamasi Teluk Jakarta

yang dilakukan dengan tangan besi! Banyak peraturan yang ditabrak demi memuaskan nafsu para pengusaha!

Pasti bukan hanya keuntungan ekonomi saja yang dicari, karena
dilakukan dengan tangan besi dan usir rakyat? Kita telusuri bersama apakah ada udang dibalik batu?

Reklamasi teluk Jakarta berencana akan membuat pulau-pulau dengan total luas 5.100 hektar. Rencana akan dibangun sebuah kota baru. Yup, kota. Karena hampir semua fasilitas kota akan dibangun.

Jika diasumsikan dengan 1 hektar = 5 Tower. Maka total 25.500 tower akan dibangun. Dengan asumsi perunit terdiri dari 30 lantai maka akan tersedia 30 x 25.500 = 765.000 lantai. Jika luas
perunit adalah 72m2 maka ada 10 unit perlantai. Maka total jumlah unit yang tersedia adalah 7.650.000.

Jumlah penduduk yang dapat ditampung di pulau reklamasi dengan asumsi perkeluarga 4 orang adalah 30,600,000 penduduk.

Siapakah mereka? Keluarga seperti apa yang tinggal dipulau
reklamasi tersebut? Yang tinggal di pulau reklamasi adalah mereka yang mampu mengeluarkan uang 1 milyar untuk beli 1 unit apartemen.

Para keluarga tionghoa atau China Daratan, yang mampu membeli apartemen dengan harga 1 milyar. Bayangkan dengan masuknya 30 juta warga China Tiongkok ke Indonesia?

Warga Tionghoa hari ini menguasai 80% ekonomi Indonesia! Bayangkan jika masuk 30 juta jiwa maka secara politik akan menguasai 30% politik Indonesia. Warga Tionghoa di Indonesia saat ini ada 12.000.000 jiwa, di tambah 30.000.000 yang datang dari negeri China, maka total ada 42.000.000 orang, setara dengan 42% akan menguasai peta politik di tanah air kita.

Lima-Delapan tahun lagi tepatnya tahun 2024, dimungkinkan Presiden RI orang Tionghoa….?!

Oleh: GheMax/repelita.com/April 23, 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.602 kali, 1 untuk hari ini)