Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama didampingi istrinya, Veronica Tan meresmikan Masjid Rusun Marunda, Jakarta Utara, Minggu (17/1/2016)


Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) yang akan merelokasi warga nelayan ke Kepulauan Seribu merupakan upaya mantan Bupati Belitung Timur memuluskan proyek reklamasi di Teluk Jakarta dan menipu para nelayan.

“Ini akal-akalan Ahok untuk reklamasi di Teluk Jakarta. Ini khan investor besar yang bermain. Ahok penguasa jadi tukang pukulnya investor,” kata pengamat politik Ahmad Yazid kepada suaranasional, Jumat (22/1).

Kata Yazid, tipu daya Ahok tersebut dikarenakan Ahok sendiri sudah terdesak oleh pihak pengembang yang sudah mendapatkan surat izin darinya.

“Mereka sudah melakukan pengurukan reklamasi yang otomatis pemerintah terdesak,” paparnya.

Kata Yazid, kelakuan Ahok ini makin membuktikan menindas warga kecil dan memberikan peluang pada pengusaha. “Nelayan makin terpinggirkan. Ahok bukan berpihak pada rakyat kecil tetapi investor,” pungkas Yazid.

Sebelumnya Ahok mewacanakan akan memindahkan para nelayan Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.Pemindahan para nelayan itu, untuk meningkatkan taraf hidup. Agar nantinya, nelayan bisa melakukan pemberdayaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Saya lagi pikir dari dulu, gimana caranya mendorong nelayan budidaya kerang ijo yang tinggal di Muara Angke mau pindah ke Pulau Seribu. Saya tanya mereka wah enggak bisa Pak, katanya kerang ijonya kan mengandung logam berat, padahal di Pulau Seribu airnya bagus,” kata Ahok di Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (17/1).

Sumber: suaranasional.com/24/01/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.604 kali, 1 untuk hari ini)