Replika Kamar Pribadi Ummul Mukminin, ‘Aisyah -Radhiallahu Ta’ala ‘Anha


Ini adalah replika kamar pribadi Ummul Mukminin, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ibunda kita semua, ‘Aisyah -radhiallahu ta’ala ‘anha-.

Replika yang berada di Dar Al Madinah Museum ini dibuat dengan sangat teliti dan seakurat mungkin. Mengacu pada hadits yang shahih, sumber sejarah, dan atsar yang kredibel dari para Sahabat Nabi -radhiallahu ‘anhum-.

Di sebelah kanan gambar, itu adalah dipan dan bantal Ibunda kita, ‘Aisyah -radhiallahu ‘anha-.

Kemudian di sisi kiri, pojok kiri paling atas, itu adalah kuburan mulia Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian di sampingnya persis, agak kebawah, itu adalah kuburan sahabat beliau, Abu Bakar As-Shiddiq -radhiallahu ‘anhu-. Kemudian berikutnya, yang paling bawah, adalah kuburan sahabat Umar bin Khottob -radhiallahu ‘anhu-.

Dinding hitam paling kiri di sebelah kuburan tersebut adalah jendela untuk orang-orang yang hendak memberi salam untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kedua sahabatnya. Lokasi itu terhubung langsung dengan Bab Salam, pintu Masjid Nabawi no 1.

Adapun pintu yang di atas gambar, tepat di tengah, itu adalah pintu yang menghubungkan rumah Ibunda kita dengan Masjid Nabawi. Area masjid itulah yang dikenal dengan Raudhoh. Dari pintu tersebut Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa masuk ke masjid untuk mengimami kaum muslimin.

Kemudian garis hitam yang ada di tengah ruangan, adalah kain sekat yang meghalangi antara dipan Ibunda kita ‘Aisyah dengan ketiga kuburan tadi.

Perlu diperhatikan dan dicatat baik-baik, ada pelajaran agama dan akhlak yang luar biasa di sini.

Pada saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar wafat, sekat hitam tersebut belum ada. Kalau begitu kapan sekat tersebut dipasang ? Ibunda kita, Aisyah -radhiallahu ‘anha- memasang sekat tersebut setelah Umar -radhiallahu ‘anhu- wafat dan dikuburkan di sisi kuburan suami dan ayahnya.

Ibunda kita MALU kepada Umar -radhiallahu ‘anhu-, karena ia bukanlah mahromnya.

Allahu akbar !

Lihatlah, beliau MALU kepada Umar, padahal saat itu Umar sudah meninggal. Akhlak dan karakter yang luar biasa, betapa indah dan mahalnya..

-radhiallahu ta’ala ‘anha wa ardhoha-

Hari ini, sebagian orang mengaku cinta kepada Ibunda kita ‘Aisyah dan membuat syair-syair pujian untuknya. Namun betapa jauh kehidupan mereka dengan sang Ibunda.

Wallahul musta’an.

FB Musa Yazid Attamimi

06-04-2020

-Repost-

Nurkholid Ashari

5otoSp onjhhsoramehdS  · 

Mochamad Santoso

4otoSp onjhhsoramehdS  · 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 358 kali, 1 untuk hari ini)