• Republika & TVOne Lebih Utamakan Bola Ketimbang Syi’ar Islam

HU Republika yang dikenal selama ini sebagai ’media massa milik umat Islam Indonesia’ yang harusnya memiliki ideologi dakwah Islam dan tidak menghalalkan segala cara terkesan aneh bin janggal jika mau-maunya menerima seorang milyader Yahudi menjadi salah satu anggota dewan komisarisnya. Umat Islam Indonesia patut bertanya, “Ada apa dengan HU Republika?”

Sementara itu, kenapa TVOne mengundang dua orang yang setuju banget kumpul kebo untuk bicara, Maret 2013 yang lalu. Hingga beritanya ramai, karena Sangat memalukan, Arswendo dan Thamrin dengan gamblang menyetujui kumpul kebo.  (lihat nahimunkar.com, https://www.nahimunkar.org/menjijikkan-ternyata-inilah-manusia-yang-menghalalkan-zina/ ).

Kali ini Republika dan TVOne disoroti lagi. Ada apa dua media itu?

Inilah soroitannya.

***

Republika & TVOne Lebih Utamakan Bola Ketimbang Syi’ar Islam


bolaJAKARTA (SALAM-ONLINE): Demi rating, dua media massa terkenal, Harian Republika dan stasiun televisi TVOne, lebih mengutamakan tulisan ataupun siaran sepak bola ketimbang syiar Islam.

Ustadz Bachtiar Nasir pun menyindir sikap dua media itu. Bachtiar menyorot tergesernya acara “Damai Indonesiaku Tadabbur Qur’an” di TVOne dengan siaran sepakbola Irak vs Uruguay.

“Karena acara bola perpanjangan waktu, maka ‘Damai Indonesiaku Tadabbur Qur’an’ ditiadakan oleh pihak TVOne walau saya dan tim sudah siap di lokasi,” ungkap Ustadz Bachtiar Nasir melalui akun Twitter @bachtiarnasir seperti dikutip itoday, Kamis (11/7/2013).

Ustadz Bachtiar juga menyoal pergeseran kavling syiar Islam di halaman belakang Harian Republika, yang berganti menjadi liputan sepak bola. “Koran Republika juga sama, awalnya halaman belakang untuk Islam, termasuk kolom konsultasi, sekarang diisi Bola, Islamnya digeser ke dalam,” tulis @bachtiarnasir. (itoday)

salam-online Redaksi Salam-Online – Kamis, 3 Ramadhan 1434 H / 11 Juli 2013 16:23

***

Umat Islam Indonesia patut bertanya, “Ada apa dengan HU Republika?”


repu

Dalam sahut-sahutan tentang  republika – koran (condong) syi’ah di suatu mailing list ada ungkapan yang cukup menyentak: Umat Islam Indonesia patut bertanya, “Ada apa dengan HU Republika?”

Kalimat itu menjadi rangkaian dari ungkapan: … HU Republika yang dikenal selama ini sebagai ’media massa milik umat Islam Indonesia’ yang harusnya memiliki ideologi dakwah Islam dan tidak menghalalkan segala cara terkesan aneh bin janggal jika mau-maunya menerima seorang milyader Yahudi menjadi salah satu anggota dewan komisarisnya. Umat Islam Indonesia patut bertanya, “Ada apa dengan HU Republika?”

Selengkapnya silakan baca di link ini: https://www.nahimunkar.org/umat-islam-indonesia-patut-bertanya-ada-apa-dengan-hu-republika/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.478 kali, 1 untuk hari ini)