Ilustrasi : Google emage


Jika Anda suka berfantasi dengan oral seks, maka Anda harus mengetahui seberapa bahaya melakukan oral seks bagi pasangan Anda. Mungkin Anda mengabaikan peringatan ini, dan hanya memikirkan kenikmatan semata dalam setiap melakukan hubungan intim dengan tidak melupakan kegiatan oral seks di dalamnya.

Perlu Anda ingat! Melakukan oral seks memiliki risiko yang sangat berbahaya yang dapat mengancam nyawa seseorang, salah satu akibat dari melakukan oral seks adalah terjadinya penyakit “kanker tenggorokan”. Terlebih jika seks oral dilakukan dengan bergantian pasangan. Hal tersebut akan sangat meningkatkan risiko terjangkitnya berbagai penyakit menular seksual lainnya.

Sebuah penelitian mengungkapkan, oral seks menyebabkan penyakit kelamin yang menyerupai gonorea, yaitu uretritis. Penyakit tersebut akan menular ketika pria melakukan oral seks. Dr. Hunter Handsfield dari University of Washington menjelaskan, uretritis merupakan suatu keadaan yang terkait dengan sejumlah gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran kencing dan beberapa penyakit menular seksual (PMS) lain yang menyebabkan peradangan di saluran kencing (uretra).

Oral Seks Menyebabkan Kanker Tenggorokan

Menurut dr. Alvin Nursalim, mulut merupakan daerah yang dapat menjadi tempat bertumbuhnya kuman yang menyebabkan infeksi rongga mulut. Infeksi tenggorokan oleh virus dapat meningkatkan risiko seorang untuk terkena kanker tenggorokan. Kanker tenggorokan dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti konsumsi alkohol, dan merokok. Namun akhir-akhir ini bukti keterlibatan virus dalam terjadinya kanker tenggorokan mulai bermunculan. Kanker tenggorokan dikaitkan dengan infeksi Human Papilloma Virus (HPV).

Bagaimana manusia bisa terinfeksi HPV? Terdapat lebih dari 100 jenis HPV yang ditemukan pada rongga mulut, dan sekitar 15 varian HPV dikaitkan dengan terjadinya kanker. Jenis HPV yang ditemukan pada rongga mulut umumnya adalah jenis HPV yang ditularkan melalui hubungan seksual, sehingga seks oral merupakan rute utama penularan virus ini.

HPV berisiko meningkatkan risiko seorang terkena kanker serviks, kanker anal, kanker penis dan kanker tenggorokan. HPV dapat bermanifestasi sebagai kutil pada kelamin dan jenis HPV yang lain dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker pada daerah kelamin.

Bagaimana HPV menyebabkan kanker tenggorokan? Proses terjadinya kanker merupakan proses progresif yang berlangsung cukup lama. Virus dapat melakukan integrasi dengan materi genetik sel pada daerah tenggorokan. Terlebih jika orang tersebut merokok, maka mekanisme pembersihan tenggorokan dari virus akan terganggu. Hal ini disebabkan karena asap rokok menghambat sel yang bertugas membersihkan tenggorokan dari kuman.

Apabila seorang sudah terjangkit HPV dan melakukan hubungan seks secara oral, maka akan terjadi paparan antara rongga mulut dengan virus ini. Virus ini tidak seacara langsung menyebabkan kanker.

Bagaimana cara mencegah kanker tenggorokan? Deteksi dini dari kanker tenggorokan dengan memeriksakan diri ke dokter. Berbagai gejala awal dari kanker tenggorokan adalah adanya luka yang tidak sembuh di daerah tenggorokan, nyeri menelan dan adanya rasa mengganjal pada tenggorokan Menurut dr. Alvin, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kanker tenggorokan, seperti vaksinasi HPV, perbaiki pola hidup seperti pola makan, hindari merokok, dan hindari alkohol.

Oral Seks Menyebabkan Penyakit Kelamin

Dr. Jeffrey D. Klausner seorang direktur STD Prevention and Control Services di San Francisco Department of Public Health, yang dilansir dari HealthDay mengatakan “Oral seks juga bisa menyebabkan gangguan kelamin, yaitu perih atau panas jika sedang kencing dan ujung penis menjadi bengkak serta memerah,”

Menurut Klausner, uretritis biasanya menyembuh sendiri atau mudah disembuhkan dengan antibiotika. Namun, jika keadaan tersebut tidak segera ditangani, kerap memicu komplikasi berat, seperti kerusakan permanen di saluran kencing, baik pada pria maupun wanita.

Handsfield menambahkan “Umumnya pasien pria di Amerika Serikat mendatangi klinik mengidap uretritis dibandingkan gangguan PMS lainnya. Karena itu, gangguan tersebut dikategorikan sebagai gangguan PMS yang paling umum menimpa pasien, baik pria maupun wanita.”

Hasil penelitian tersebut mengungkapkan, sekitar 5% uretritis disebabkan oleh kuman-kuman yang berasal dari mulut, seperti Adenoviruses dan sejenis herpes. Handsfield menjelaskan, kuman tersebut umumnya tidak akan membahayakan jika berada di dalam mulut. “Terlihat bahwa beberapa kasus uretritis berkaitan dengan bakteri yang sepenuhnya normal bila berada di mulut, tetapi menyebabkan peradangan bila berada di saluran kencing,” imbuhnya.

Nah, itulah beberapa bahaya yang mengancam Anda apabila Anda sering gemar meakukan oral seks setiap sesi bercinta berlangsung. Semoga Anda lebih berhati-hati dari dampak efek bahaya oral seks bagi kesehatan pribadi Anda, khususnya pasangan Anda. (Alfi)*/kususpria.com – 2015-10-30

***

Hukum Oral Sex

Tanya:
Assallamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Apakah hukumnya jika suami atau istri terminum sperma salah satunya?

ailia
barlen.alindragiri@gmail.com

Jawab:
Kalau memang hal itu terjadi secara tidak disengaja, maka insya Allah tidak mengapa. “Wahai Rabb kami, janganlah Engkau menghukum kami karena kami lupa atau tersalah (tidak sengaja).”
Kalau hal itu disengaja dan terjadinya melalui oral sex (istri menghisap penis suaminya), maka berikut jawabannya yang kami kutip dari http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=276.

Apa hukum oral seks?

Jawab:
Mufti Saudi Arabia bagian Selatan, Asy-Syaikh Al`Allamah Ahmad bin Yahya An-Najmi hafizhohullah menjawab sebagai berikut,

“Adapun isapan istri terhadap kemaluan suaminya (oral sex), maka ini adalah haram, tidak dibolehkan. Karena ia (kemaluan suami) dapat memencar. Kalau memencar maka akan keluar darinya air madzy yang dia najis menurut kesepakatan (ulama’). Apabila (air madzy itu) masuk ke dalam mulutnya lalu ke perutnya maka boleh jadi akan menyebabkan penyakit baginya.
Dan Syaikh Ibnu Baz rahimahullah telah berfatwa tentang haramnya hal tersebut –sebagaimana yang saya dengarkan langsung dari beliau-.”

Dan dalam kitab Masa`il Nisa’iyyah Mukhtarah Min Al-`Allamah Al-Albany karya Ummu Ayyub Nurah bintu Hasan Ghawi hal. 197 (cet. Majalisul Huda AI¬Jaza’ir), Muhadits dan Mujaddid zaman ini, Asy-Syaikh AI-`Allamah Muhammad Nashiruddin AI-Albany rahimahullah ditanya sebagai berikut:

“Apakah boleh seorang perempuan mencumbu batang kemaluan (penis) suaminya dengan mulutnya, dan seorang lelaki sebaliknya?”
Beliau menjawab:

“Ini adalah perbuatan sebagian binatang, seperti anjing. Dan kita punya dasar umum bahwa dalam banyak hadits, Ar-Rasul melarang untuk tasyabbuh (menyerupai) hewan-hewan, seperti larangan beliau turun (sujud) seperti turunnya onta, dan menoleh seperti
tolehan srigala dan mematuk seperti patukan burung gagak. Dan telah dimaklumi pula bahwa nabi Shallallahu `alahi wa sallam telah melarang untuk tasyabbuh dengan orang kafir, maka diambil juga dari makna larangan tersebut pelarangan tasyabbuh dengan hewan-hewan -sebagai penguat yang telah lalu-, apalagi hewan yang telah dlketahui kejelekan tabiatnya. Maka seharusnya seorang muslim –dan keadaannya seperti ini- merasa tinggi untuk menyerupai hewan-hewan.”

Dan salah seorang ulama besar kota Madinah, Asy-Syaikh AI-`Allamah `Ubaid bin ‘Abdillah bin Sulaiman AI-Jabiry hafizhahullah dalam sebuah rekaman, beliau ditanya sebagai berikut,

“Apa hukum oral seks’?” Beliau menjawab:

“Ini adalah haram, karena is termasuk tasyabbuh dengan hewan-hewan. Namun banyak di kalangan kaum muslimin yang tertimpa oleh perkara-perkara yang rendah lagi ganjil menurut syari’at, akal dan fitrah seperti ini. Hal tersebut karena ia menghabiskan waktunya untuk mengikuti rangkaian film-film porno melalui video atau televisi yang rusak. Seorang lelaki muslim berkewajiban untuk menghormati istrinya dan jangan ia berhubungan dengannya kecuali sesuai dengan perintah Allah. Kalau ia berhubungan dengannya selain dari tempat yang Allah halalkan baginya maka tergolong melampaui batas dan bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wa sallam.”

Dikutip dari majalah An-Nashihah Volume 10 1427H/2006M

Sumber : al-atsariyyah.com – April 4th 2009

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.224 kali, 1 untuk hari ini)