RESMI! Pernyataan Sikap MUI: Menolak Program Sertifikasi Da’i/ Da’i Bersertifikat Kemenag

 

 

PERNYATAAN SIKAP

MAJELIS ULAMA INDONESIA

Nomor: Kep-1626/DP MUI/IX/2020


Sehubungan dengan rencana program Sertifikasi Da’i/Muballigh dan/atau program Da’i/Muballigh Bersertifikat oleh Kementerian Agama sebagaimana disampaikan oleh Menteri Agama dan pejabat Kementerian Agama melalui media massa, maka Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sesuai dengan keputusan Rapat Pimpinan MUI pada hari Selasa, 08 September 2020 M/20 Muharram 1442 H dengan bertawakkal kepada AlIah SWT menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Rencana sertifikasi Da’i/Muballigh dan/atau program Da’i/Muballigh bersertifikat sebagaimana direncanakan oleh Kementerian Agama telah menimbulkan kegaduhan, kesalahpahaman dan kekhawatiran akan adanya intervensi Pemerintah pada aspek keagamaan yang dalam pelaksanaannya dapat menyulitkan umat Islam dan berpotensi disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu sebagai alat untuk mengontrol kehidupan keagamaan. Oleh karena itu MUI menolak rencana program terrsebut.

2. MUI dapat memahami pentingnya program peningkatan kompetensi (upgrading) Da’i/Muballigh sebagai upaya untuk meningkatkan wawasan Da’i/Muballigh terhadap materi dakwah/tabligh, terutama materi keagamaan kontemporer seperti ekonomi Syariah, bahan produk halal, wawasan kebangsaan, dsb. Namun program tersebut diserahkan sepenuhnya kepada ormas/kelembagaan Islam termasuk MUI dan pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk itu.

3. Menghimbau kepada semua pihak agar tidak mudah mengaitkan masalah radikalisme dengan ulama, dai/muballigh dan hafizh serta tampilan fisik (performance) mereka, termasuk yang lantang menyuarakan amar makruf nahi munkar bagi perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikian pernyataan ini disampaikan agar dapat diketahui dan dipahami dengan baik oleh semua pihak.

DEWAN PIMPINAN MAJELIS ULAMA INDONESIA

Wakil Ketua Umum

KH. MUHYIDDIN JUANAIDI, MA

Sekretaris Jenderal

Drs. H. ANWAR ABBAS, MM, MAg.

 


portal-islam.id, Selasa, 08 September 2020  KABAR UMAT

***

Ulasan singkat berikut ini pantas disimak.

***

Wong Alergi Islam kok Nekat Mau Mentazkiyah Dai Islam?


Ilustrasi. Ribuan kalong/ kelelawar baru berani keluar ramai-ramai ketika matahari sudah mulai tenggelam. Pemandangan senja di Pulau Kalong di N
usa Tenggara Timur.

Foto/ newsmedia.co.id

Untuk masuk di suatu lembaga yang Islami, sering diminta adanya tazkiyah dari syaikh atau imam masjid, atau tokoh Islam yang terpercaya (keshalihannya dan akhlaqnya) dan semacamnya. Tazkiyah itu gunanya untuk semacam jaminan bahwa yang memegang surat tazkiyah itu keadaannya terpercaya.

Nah, bagaimana kalau yang nekat memberikan tazkiyah itu wong (orang) atau bahkan lembaga yang ditengarai ada gejala kelakuannya menolak Islam, anti Islam, benci Islam, dan memojokkan Islam serta aneka tingkah yang menyakiti Islam?

Tentu saja orang yang akan diberi tazkiyah itu justru menolak mentah2. Ngapain, kamu sendiri sudah dikenal kurang suka terhadap Islam kok malah mau memberi tazkiyah kepada kami? Ga’ usah lah ya…

Begitu kira-kira kurang lebihnya, bila ada kejadian yang seperti itu.

Bila dimirip-miripkan, maka akan seperti gambaran berikut ini.

Di dunia ini ada jenis binatang yang anti dan alergi terhadap sinar matahari. Di antaranya adalah kalong (jenis kelelawar) dan kuman2.

Sedangkan sinar matahari itu sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan. Bahkan Ketika manusia terkena penyakit atau hewan kena penyakit, ada pengobatan yang di antara caranya dengan berjemur di sinar matahari. Bahkan ada saran, cara terbaik menyembuhkan flu bagi kucing adalah menjemur kucing itu beberapa saat.

Ada uraian sebagai berikut di satu situs:

Jemur kucing selama beberapa waktu

Salah satu penyebab kucing terserang penyakit adalah karena kuman. Kamu bisa membunuh kuman-kuman yang menyebabkan kucing sakit dengan menjemurnya selama beberapa saat. Menjemur kucing akan membantu menghangatkan tubuhnya. Jemurlah kucingmu di pagi hari sekitar pukul 8-9 selama 10-15 menit saja, tidak perlu lama-lama. Sinar matahari pagi sangat baik untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya sehingga mempercepat proses penyembuhan./ 5 Cara Terbaik Mengobati Kucing yang Terserang Flu – proplan.co.id

Coba kita bayangkan, bagaimana ketika ada suatu lembaga yang piaraannya kalong2 atau bahkan kuman2 yang anti sinar matahari, alergi sinar matahari, yang digeluti adalah bagaimana cara terbaik untuk menghindarkan piaraannya (ingon2nya) dari sinar matahari; tiba2 bertekad mau memberi tazkiyah untuk tenaga2 ahli sosialisasi manfaat sinar matahari bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan?

Bukankah sinar matahari itu sendiri dianggap tidak bermanfaat bahkan membahayakan bagi kehidupan kalong2 dan kuman2 piaraan (ingon2) lembaga itu? Kenapa malah mau menggarap ahli2 sosialisasi tentang manfaat sinar matahari?

Lha wong lembaga kalong dan kuman2 yang anti sinar matahari kok mau mentazkiyah ahli2 sosialisasi soal manfaat sinar matahari… Walau dibilang ga’ ada resiko apa2 atas pentazkiyahan secara massal tenaga ahli2 sosialisasi manfaat sinar matahari, tapi kalau pelaksananya itu lembaga pemiara kalong2 dan kuman2 yang anti sinar matahari, kan ga’ ada pantas2nya sama sekali… he he… Lembaga pemiara kalong2 dan kuman2 mau nekat mentazkiyah ahli2 sosialisasi manfaat sinar matahari? Yang bener aja…

https://www.nahimunkar.org/wong-alergi-islam-kok-nekat-mau-mentazkiyah-dai-islam/

(nahimunkar.org)

 

 

 


 

(Dibaca 243 kali, 1 untuk hari ini)