Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Negara-Negara Islam (OKI) di Istanbul, Turki berakhir


Presiden Iran Hassan Rouhani meninggalkan acara saat sidang penutupan karena protes pada beberapa point dalam draft resolusi yang tidak disetujuinya

Hidayatullah.com–Resolusi akhir Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Negara-Negara Islam (OKI)   di Istanbul, mengutuk semua intervensi dilakukan Iran di berbagai negara di kawasan, dan KTT menyepakati  sebuah Rencana  Strategis Kerjasama OKI untuk rentang 10 tahun kedepan.

Resolusi KTT OKI yang dikeluarkan pada Jumat (15/04/2016) kemarin juga mengajak semua pihak untuk membuang berbagai “agenda yang bersifat sektarian dan mazhab” sembari mengingatkan bahaya negatif dan akibat yang ditimbulkannya.  Resolusi itu juga menegaskan bahwa hubungan dengan Iran sudah seharusnya dijalankan dengan dasar saling menghormati antar sesama jiran, demikian dilansir Aljazeera bahasa Arab, Jumat (15/04/2016)

Pada pernyataan akhir itu juga disampaikan penolakan dan pengecaman “operasi-operasi teroris yang dilakukan oleh hizbullah Libanon, baik di Syiria, Bahrain, Kuwait, dan Yaman”.

KTT OKI ke 13 Kutuk Iran Terkait Keterlibatan Dukung Terorisme

Kepala Kantor Aljazeera di Istanbul, Abdul Adheem Muhammad menegaskan bahwa Sidang Penutupan KTT OKI berjalan dengan panas dan tegang sebelum akhirnya dapat memutuskan beberapa point resolusi yang disepakati.

Adheem menjelaskan bahwa Presiden Iran Hassan Rouhani tidak ikut serta pada saat sidang penutupan karena protes pada beberapa point yang tercantum dalam draft resolusi yang tidak disetujuinya.

Presiden-Hassan-Rouhani-meninggalkan-KTT-OKI13

Presiden Iran Hassan Rouhani meninggalkan acara sebagai protes atas draft resolusi

Sekjen OKI, Iyad Madani mengatakan, bahwa resolusi KTT OKI di Istanbul meghasilkan sekitar 200 point kesepakatan. Iyad juga menyinggung adanya kesepakatan terkait rencana strategis OKI untuk 10 tahun kedepan.

Iyad mengatakan bahwa KTT fokus terhadap permasalahan Palestina dan sudah membuat beberapa keputusan terkait hal itu, karena permasalahan Palestina adalah permasalahan dan PR terbesar yang berada di pundak OKI. Iyad juga menyampaikan terkait berbagai ajakan untuk memulai kembali proses perdamaian yamg diawali dengan konferensi internasional untuk keperluan tersebut.

Sementara itu Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan mengatakan bahwa KTT Istanbul membahas tiga permasalahan pokok, yaitu: “sektarianisme, diskriminasi rasial dan terorisme”.

Menurutnya, permasalahan-permasalahan pokok tersebut sangat membahayakan dunia Islam.

Erdogan juga mempertanyakan penyebab munculnya berbagai organisasi teroris di di negara/negara Islam, dan pihak-pihak yang berdiri di belakangnya.

Erdogan menegaskan bahwa aliansi militer Islam yang baru saja dibentuk di Saudi harus segera menjadi organisasi yang efektif untuk perang melawan teroris yang mengganggu dunia Islam.

Erdogan juga meminta untuk mengenyampingkan perselisihan di dalam internal negara-negara Islam demi terwujudnya perdamaian dan keadilan di dunia Islam.

“Persengketaan atas nama agama atau etnis tidaklah sejalan dengan spirit Islam,” ujar Erdogan.

Erdogan Ajak Negara-Negara Islam Ciptakan Ukhuwah Dalam Aksi Nyata

Erdogan juga berjanji  untuk mendukung OKI agar dapat bekerja lebih maksimal lagi dalam rangka memberi peran yang lebih besar untuk mendukung dunia Islam.*/Kivlein Muhammad(hidayatullah.com) – Sabtu, 16 April 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 531 kali, 1 untuk hari ini)