Di berita disebut menteri nyentrik.
Wanita ini kakinya bertato, perokok berat, dan di rumahnya Pangandaran Jawa Barat, ia nenggak wine tiap sebelum tidur malam. Dia pelanggan tukang pijit pria sudah 20 tahun.
Wanita ini dikabarkan punya 3 suami, dua orang bule, satu orang sini. Di majalah wanita, 3 suami itu berurutan, yang terakhir sampai kini berkewarganegaraan Jerman, Christian von Strombeck. Tidak dijelaskan, agamanya apa, dan nikahnya pakai tatacara agama apa.

Di rumahnya Pangandaran, sampai jauh malam, biasanya Susi melayani tamunya satu per satu, ataupun secara berkelompok. Yang juga mesti ia tanggapi adalah para pimpinan unit kerja perusahaannya di Pangandaran, yang ingin memberi laporan mingguan. Akibatnya, (di rumahnya Pangandaran) baru lepas tengah malam Susi bisa menikmati sentuhan tangan pria pemijat langganannya sejak lebih dari 20 tahun silam, sebelum kemudian meneguk wine dan… tidur.

Menurut Susi, aktivitas hari-harinya sudah cukup menguras keringat untuk mempertahankan tubuh langsingnya. “Saya suka jalan kaki,” ucap menggemar air putih saat bangun tidur dan wine saat hendak tidur ini. Minggu pagi, ketika penulis bertamu ke rumahnya misalnya, ia belum mandi ketika turun dari kamarnya. Bercelana pendek, seperti membiarkan betisnya yang bertato gambar lidah api menjulur-julur itu terlihat, sambil menikmati kue serabi favoritnya, ia memulai hari liburnya dengan jalan kaki berkeliling halaman rumahnya./ mypangandaran.com

Wine itu jenis minuman yang memabukkan

Manusia sudah bikin minuman ini sejak 5000 tahun yang lalu.. komposisinya fermentasi anggur yang mempunyai kadar alkohol antara 8% – 15%. daerah pemasarannya hampir meliputi seluruh dunia, sedangkan daerah produksi wine yg paling terkenal antara lain Perancis, Italia, Spanyol, Amerika Serikat, Argentina, Jerman, Australia, Afrika Selatan, Portugal, dan Chili… – See more at: http://beda-kata.blogspot.com


Tentang nyentriknya Susi, di rumah nenggak wine dan di istana setelah diumumkan jadi menteri lalu merokok dan selonjor duduk di tanah, serta kakinya pun bertato, inilah barangkali yang disebut revolusi mental.

Selanjutnya, silakan simak berita ini.

***

Menteri Nyentrik, Susi Pudjiastuti Menikmati Rokok Usai Diumumkan Presiden Jokowi

Usai Presiden Joko Widodo rampung membacakan jajaran menteri di Kabinet Kerja yang dipimpinnya, sejumlah menteri tak luput dari kejaran wartawan.

Dari 34 menteri yang hadir saat itu, ada satu menteri yang cukup nyentrik. Adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, ia terlihat lelah usai menjalani prosesi di halaman Istana Merdeka itu. Tak tahan dengan kepenatan, menteri yang dikabarkan lulusan Sekolah Menengah Pertama itu lantas melepas sepatu dan duduk selonjor di tanah.

Mata peliput berita semakin dikejutkan ketika Susi menyalakan sebatang rokok dan tampak menikmatinya. (BACA: Wow, Presiden Jokowi Menunjuk Susi Pudjiastuti ‘Lulusan SMP’ jadi Menteri Kelautan dan Perikanan)

“Ya rencana, Indonesia harus jaya di kelautan. (Indonesia) 70 persen adalah laut, dengan good will semua pihak bisa,” kata Susi usai Jokowi-Jk mengumumkan nama kabinet, Minggu (26/10).

Susi sendiri belum bisa menjelaskan secara detail rencana program kerjanya oleh karena belum menerima arahan dari Presiden Jokowi.

“Besok nunggu arahan, belum kebayang. (Dulunya saya) bekerja sebagai bakul ikan secara keseluruhan,” terang dia. Setelah itu, Susi meminta para wartawan berhenti mengajukan pertanyaan sebab dirinya ingin menghabiskan rokok dan masuk ke Istana Merdeka. “Setop dong biar aku bisa selesaikan rokok ini sampai habis,” jelas dia. Demikian dilansir dari berbagai sumber. (Nay) infospesial.net, Senin, 27 Oktober 2014 17:45


Inilah Revolusi Mental, Menteri Susi Bersuamikan 3. Benarkah ?

JAKARTA (voa-islam.com) Luar biasa terobosan Presiden Jokowi melalui implementasi ‘Revolusi Mental’ yang selalu digembar-gemborkannya. Jokowi nekad mengangkat Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, pada Minggu (26/10/2014).

Jokowi terbukti tidak memeriksa latar belakang kehidupan rumah tangga Susi Pudjiastuti yang disebut-sebut melakukan praktek poliandri, perempuan bersuami lebih dari satu lelaki. Tidak tanggung-tanggung, Susi dikabarkan mempunyai dua suami bule, warga negara Swedia dan Perancis (German? Red NM). Di samping itu, Susi juga memiliki suami lokal pribumi asli asal Banjarnegara, Jawa Barat.

Meski ia hanya lulusan SMP, namun memang pekerja keras. Kenapa dia bisa masuk daftar menteri? Itu karena dekat Puan Maharani dan Megawati.

Susi memutuskan keluar dari sekolah ketika kelas 2 SMA. Tak mau hidup dengan cara nebeng orang tua, dia mencoba hidup mandiri. “Cuma bawa ijazah SMP, kalau ngelamar kerja jadi apa saya. Saya nggak mau yang biasa-biasa saja,” ujar Susi Pudjiastuti seperti dikicaukan Elfizal Azhar.

Perilaku menteri Susi ini, jika terbukti kebenarannya adalah merupakan kejahatan atau tindak pidana menurut hukum berlaku di Indonesia. Setiap wanita Indonesia, sebagai mana juga berlaku di seluruh dunia, hanya diperkenankan memiliki satu orang suami. Pelanggaran terhadap hukum ini, diancam hukuman penjara maksimum 5 tahun sebagaimana di atur pasal 279 dan 284 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Ada kejadian unik usai Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengumumkan menteri kabinetnya sore ini di Istana Merdeka, Jakarta. Hal unik itu dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Kejadian unik itu terjadi setelah Presiden Jokowi meninggalkan halaman Istana Merdeka. Sejumlah awak media langsung memburu menteri-menteri baru, termasuk bos Susi Air, Susi.

Susi pun menjawab pertanyaan-pertanyaan awak media bahwa Indonesia sebagai negara yang dikelilingi laut harus berjaya di laut pula. Namun tiba-tiba dengan spontan, setelah memberi penjelasan yang terkait pos kementeriannya, wanita paruh baya itu membuka sepatu hak tingginya.

“Sudah ya, capek nih,” celetuk Susi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014).

‎Tak hanya itu, Susi pun langsung duduk di tanah usai melepas sepatu hak tingginya, sejenak melepas lelah. Tak lama kemudian, ia mengeluarkan sebungkus rokok dan menyalakan pemantik, serta menghisapnya tanpa memedulikan awak media.

Awak media pun sempat bingung melihat sang menteri. Tak lama berondongan pertanyaan kembali terlontar kepada pengusaha ikan itu. Namun, Susi yang baru saja menghisap sebatang merokok itu meminta waktu menghabiskan rokoknya.

“Stop dong, biar aku selesaikan rokok ini sampai selesai,” pinta Susi.

Sementara itu, beberapa saat sebelum Kabinet Kerja diumumkan, beredar sebuah surat terbuka yang disebut berasal dari Ketua Dewan Pembina Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Riza Damanik.

Beredar lewat BlackBerry Messenger, surat itu mempertanyakan beberapa hal terkait Susi.

Berikut ini isi surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo tersebut:

Bapak Presiden Joko Widodo Yth,

Kami memberi apresiasi atas prinsip kehati-hatian yang Bapak gunakan dalam pemilihan struktur kabinet 2014-2019. Atas dasar “kehati-hatian” kami bermaksud melakukan klarifikasi terhadap salah satu tokoh yang Bapak panggil ke Istana a/n Susi Pudjiastuti, sebagai berikut:

1) kami mendengar ybs tidak melunasi pinjaman “Mina Mandiri” ke Bank Indonesia sebesar Rp 34 miliar;

2) kami mendengar ybs tidak transparan dalam mengelola dana bantuan korban tsunami bagi masyarakat Pangandaran;

3) berdasarkan yang kami baca disejumlah media, bahwa ybs bersuamikan WNA asal Jerman. Tentu, hak setiap manusia menikah dgn siapapun pilihannya. Namun, berlaku lazim, seperti di Kemenlu seorang diplomat yg menikah dg WNA maka gugurlah posisinya sbg diplomat atas dasar prinsip kerahasiaan negara dan kehatian-hatian. Hal serupa kami mhn klarifikasi Bapak, bgm kerahasiaan negara kita dgn keberadaan menteri yang bersuamikan WNA?;

4) terakhir, sdhkah dicek bagaimana ybs membayar upah tenaga kerjanya?

Semoga surat yang sifatnya klarifikasi ini dapat digunakan untuk menghasilkan kabinet bekerja.

Salam, Riza Damanik

Bagaimana Pak Presiden Jokowi, apakah anda mau gunakan hak veto untuk menghapus pasal 279 dan 284 KUHP? [brbs/gn/pri/may/voa-islam.com]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 11.326 kali, 1 untuk hari ini)