Eramuslim.com – Ribuan guru honorer se-Indonesia mendatangi Istana Negara, Jakarta, hari Rabu (10/2/2016). Mereka menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk merealisasikan janji pengangkatan status sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Pengangkatan tenaga honorer K2 menjadi pegawai negeri sipil pernah dijanjikan oleh Presiden Jokowi ketika kampanye Pilpres sekitar bulan Juli 2014.

Tak hanya berunjuk rasa di depan istana, sembilan orang perwakilan guru honorer juga masuk ke Istana minta bertemu dengan Presiden Jokowi. Namun mereka ditolak.

Seperti dilansir Pos Kota, setelah lima jam menunggu di dalam Istana, sembilan orang perwakilan guru honorer yang masuk ke Istana ternyata ditolak Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kami nggak jadi bertemu Pak Jokowi, sudah menunggu berjam-jam di dalam Istana tapi nggak ketemu,” ujar Indra, perwakilan Guru Honorer yang masuk Istana. “Sama Menteri PAN-RB juga nggak ketemu, kami keluar, dianya baru datang,” lanjut Indra,Rabu (10/2/2016).

Menurut Sulistio selaku Ketua Umum PGRI, Jokowi menolak untuk bertemu sembilan orang perwakilan guru honorer. “Jokowi ada, tapi menolak untuk bertemu,” kata Sulisio. “Alasannya tidak ada jadwal untuk bertemu (sembilan orang perwakilan),” tambahnya.

Sementara itu…

[16 Desember 2015] 
Presiden Jokowi Ngakak Bersama Para Pelawak di Istana Negara 

Presiden Joko Widodo mengundang 15 pelawak tenar Tanah Air. Mereka membuat Jokowi terpingkal-pingkal.

[2 Februari 2016]
Jokowi Undang 30 Selebriti Medsos ke Istana. Mereka para pendukung utama Jokowi di sosial media.

Sungguh ironis! Guru ditolak oleh Jokowi, sementara para pelawak dan para relawan pegiat sosial media pendukung Jokowi diterima bahkan diundang khusus ke istana.(ts/portalpiyungan)

By: eramuslim.co/ Jumat, 12 Februari 2016 08:00 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.714 kali, 1 untuk hari ini)