Anak-anak menjadi korban serangan di Ghouta

Ghouta – Rezim Bashar al-Assad pada Minggu dilaporkan kembali menyerang Ghouta Timur dengan senjata kimia, meski Dewan Keamanan PBB telah memutuskan penerapan gencatan senjata di Suriah.

Pertahanan Sipil (White Helmets) melalui akun media sosialnya menyatakan, rezim Assad menyerang daerah Al-Shifoniya dengan senjata kimia yang mengandung gas klorin.

Dilansir Anadolu Agency, Ahad (26/2), pihak Rumah Sakit Duma mengungkapkan, 16 warga sipil terkena dampak gas beracun.

Rezim Assad telah tiga kali menyerang distrik Duma dengan gas klorin dalam dua bulan terakhir. Selain itu, seorang anak tewas akibat bombardir pada Ahad, menurut sumber rumah sakit.

Pasukan rezim pada Ahad pagi juga meluncurkan serangan udara dan darat ke daerah Al-Marj, Harasta, Al-Shifoniya, Duma, Kafr Batna, Hammuriya, Saqba, Beit Sawa dan Arbin di Ghouta Timur. Serangan-serangan tersebut menewaskan 4 warga sipil.

Di kawasan Idlib dan Hama, pasukan rezim pada Ahad pagi juga menargetkan daerah sipil di distrik Jisr al-Shughur di provinsi Idlib dengan tembakan artileri dan meluncurkan serangan udara terhadap daerah Kafr Zita di provinsi Hama.

Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB pada Sabtu telah mengadopsi sebuah resolusi yang menyerukan gencatan senjata selama 30 hari di Suriah untuk membuka pengiriman bantuan kemanusiaan dan evakuasi medis.

red: adhila / suara-islam.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 177 kali, 1 untuk hari ini)