Di Kota Tafahna Al Asyraf


Eramuslim – Pasca Penangkapan dan penahanan terhadap lima orang mahasiswa Indonesia oleh pihak otoritas Mesir sejak 22 November silam, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Cairo mengimbau instansi terkait di Indonesia untuk menyetop pengiriman mahasiswa ke Mesir.

KBRI Cairo menjelaskan bahwa sejak diberlakukannya state of emergency di Mesir pada April 2017 dan selanjutnya diperpanjang mulai 13 Oktober 2017 hingga Desember 2017, aparat keamanan Mesir (National Security) telah secara terus-menerus melakukan razia terhadap warga negara asing dalam rangka penertiban keamanan di Mesir.

“Selama tahun 2017, KBRI Cairo telah memasilitasi deportasi 16 siswa dan mahasiswa. Adapun jumlah WNI di Mesir per Oktober 2017 adalah sejumlah 7.594. Dari jumlah tersebut, 4.975 adalah mahasiswa,” papar KBRI Cairo

Untuk itu, mempertimbangkan besarnya jumlah mahasiswa di Mesir yang potensial sebagai sasaran razia aparat keamanan Mesir, KBRI Cairo telah mengkomunikasikan saran tindak lanjut terhadap kasus ini kepada instansi terkait di Indonesia.

“Termasuk mempertimbangkan untuk menghentikan pengiriman mahasiswa ke Mesir selama situasi dan prosedur keamanan di Mesir belum kondusif,” pungkas KBRI.

Seperti diketahui, lima orang WNI mahasiswa Indonesia ditangkap kemudian ditahan oleh aparat keamanan Mesir dengan alasan “Keamanan Nasional”. Penangkapan dilakukan di kawasan Tabbah, Nasr City, Mesir pada 22 November lalu.

Kelima mahasiswa itu adalah Dodi Firmansyah Damhuri, Muhammad Jafar, Muhammad Fitrah Nur Akbar, Ardinal Khairi, dan Hartopo Abdul Jabbar. Hingga kini baru dua mahasiswa, Dodi Firmansyah Damhuri, dan Muhammad Jafar yang sudah dibebaskan. (Swa/Ram)

***

5 Mahasiswa Indonesia Diciduk Aparat Keamanan Mesir

Mahasiswa Indonesia sedang berlibur ke Pyramid-Giza


Eramuslim – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Cairo dikabarkan telah mengirimkan nota diplomatik ke pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Mesir. Hal ini dilakukan setelah lima orang mahasiswa Indonesia yang ditangkap aparat keamanan sejak 22 November silam belum dibebaskan.

Kelima mahasiswa Indonesia bernama Dodi Firmansyah Damhuri, Muhammad Jafar, Muhammad Fitrah Nur Akbar, Ardinal Khairi, dan Hartopo Abdul Jabbar ditangkap di kawasan Tabbah, Nasr City, Mesir, tanpa adanya surat penangkapan resmi.

KBRI mengungkapkan, dua mahasiswa Indonesia, masing-masing, Dodi Firmansyah Damhuri dan Muhammad Jafar telah dibebaskan oleh aparat keamanan Mesir oleh karena masih memiliki ijin tinggal yang masih valid.

“Sementara tiga WNI mahasiswa lainnya masih ditahan di Kantor Polisi Nasr City II oleh karena memerlukan pendalaman investigasi lebih lanjut dari National Security, Kementerian Dalam Negeri Mesir,” tulis KBRI Cairo dalam rilisnya, Selasa (5/12).

Menanggapi hal tersebut, KBRI telah menyampaikan nota diplomatik ke Kemlu Mesir, Kantor Grand Syaikh Al Azhar dan National Security untuk meminta Pemerintah Mesir membebaskan ketiga WNI dimaksud.

“KBRI Cairo juga telah mengupayakan kondisi yang layak untuk mereka selama berada di dalam tahanan, yaitu dengan memberikan bantuan berupa makanan dan kebutuhan sehari-hari,” ujar KBRI. (Swa/Ram)

Sumber : eramuslim.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 841 kali, 1 untuk hari ini)