• Hati-hatilah wahai para pemuda, mahasiswa dan siapa saja, jangan terbujuk untuk mengikuti langkah-langkah syetan yang kini digencarkan oleh syetan besar di dunia ini

JAKARTA – Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan Universitas Indonesia di Jakarta sedang melakukan seleksi mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran dengan mahasiswa Amerika Serikat tentang Pluralitas Agama dan Demokrasi, yang akan dimulai bulan Juni tahun 2012 ini.

Program pertukaran mahasiswa tentang Pluralitas Agama dan Demokrasi pertama kali diselenggarakan pada musim Panas tahun 2011 lalu, melibatkan Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Lehigh di Pennsylvania serta Universitas Michigan. Untuk tahun ini juga melibatkan Universitas Indonesia.

Heru Prama Yudha dari Kantor Urusan Internasional UGM mengatakan, peserta Amerika Serikat akan tiba di Jakarta 3 Juni, acara dimulai hari berikutnya dan mereka akan bersama-sama berangkat ke Amerika tanggal 17 Juni.

“Ke Amerika mereka pertama kali akan ke Universitas Michigan, sekitar 6 hari, kemudian dilanjutkan di Lehigh University Bethlehem Pennsylvania, satu hari terakhir ke New York , hari-hari terakhir akan dihabiskan di Washington D.C. untuk menyaksikan Parade Fourth of July (Hari Kemerdekaan Amerika, red.) di (Washington) D.C,” ujar Heru Prama Yudha.

Profesor Mohamed El-Aasser dari Universitas Lehigh mengatakan, untuk tahun lalu mahasiswa kedua Negara memulai program di Indonesia. Para mahasiswa belajar secara langsung praktek demokrasi di kedua Negara.

“Program ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa Amerika Serikat dan mahasiswa Indonesia untuk belajar bersama-sama dengan bimbingan  dosen mereka mengenai topic tentang pluralitas agama dan demokrasi,” papar Profesor El-Aasser.

Empat mahasiswa dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta tahun lalu mengikuti program pertukaran Pluralitas Agama dan Demokrasi, yaitu  Zafira Rahmania Sabrina dari Fakultas Psikologi, Anisa Dwi Baihaqi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fikar El Hasbi Jurusan Teknik Elektro yang juga aktifis Jamaah Shalahuddin, dan Agita Binar Arsapinega Jurusan Hubungan Internasional, Fisipol.

Menjadi Liberal

Beginilah akhirnya mahasiswa hasil pertukeran Pluralitas Agama. Zafira Rahmania Sabrina misalnya, malah mengagung-agungkan Amerika. Menurutnya, “Orang-orang Amerika adalah sangat terbuka dengan demokrasi mereka, kepercayaan bahwa semua memiliki hak yang sama, dengan begitu saya belajar bahwa (selama ini) saya memiliki stereotype yang salah”.

Sedangkan Anisa Dwi Baihaqi dari Jurusan Manajemen Fakultas  Ekonomi dan Bisnis berkomentar, “(Program ini) membuka wawasan yang luar biasa besar, termasuk juga kaitannya dengan keberagaman agama tersebut, karena ini merupakan sesuatu hal yang baru bagi saya dan besar manfaatnya jika diterapkan misalnya tentang etika berbisnis.”

Sementara Fikar El Hasbi mengatakan, “Bagaimana Amerika bisa mendapatkan pluralitas tetapi tetap menjadi ke-eksistensi-an kultur, beragam agama tetapi saling menjaga, itu yang saya coba bawa kembali ke Indonesia.”

Demikian komentar mahasiswa Universitas Gajah Mada Yogyakarta yang pada tahun lalu mengikuti program pengkaderan liberalisme ini. (Desastian/dbs) (VoA-Islam) Kamis, 15 Mar 2012

***

Mestinya kagum ke Islam

Islam itu agama tertinggi tidak diungguli. Karena Islam itu sudah jaminan Allah Ta’ala yang Maha Tinggi. Makanya siapa yang mengikuti Islam dengan baik maka berarti mengikuti jalan Allah, diridhoi Allah. Sebaliknya, bila  mengikuti lainnya berarti mengikuti yang menentang Allah yakni syetan. Otomatis orang yang memilih jalan selain jalan Allah itu mengikuti langkah syetan. Runtutannya sebagai berikut:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

{ الْإِسْلَامُ يَعْلُو وَلَا يُعْلَى } أَخْرَجَهُ الدَّارَقُطْنِيُّ .

Islam itu tinggi dan tidak diungguli. (HR Ad-daraquthni).

Demikian pula, Islam itu sempurna dan telah diridhoi oleh Allah Ta’ala:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS Al-Maaidah: 3)

Oleh karena itu siapa yang memilih selain Islam sebagai agamanya, maka termasuk orang-orang yang rugi:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ (٨٥)

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi. (QS Ali ‘Imran: 85).

 

Tidak memilih agama lain itupun masuk Islamnya harus sempurna. Sehingga pandangan hidupnya dan bahkan kekagumannya adalah terhadap Islam, bukan terhadap yang lain. Karena mengikuti yang lain itu alias mengikuti langkah-langkah syaitan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ [البقرة/208]

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS Al-Baqarah: 208).

Maka hati-hatilah wahai para pemuda, mahasiswa dan siapa saja, jangan terbujuk untuk mengikuti langkah-langkah syetan yang kini digencarkan oleh syetan besar di dunia ini.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 684 kali, 1 untuk hari ini)