Aksi massa umat Islam


Jakarta, HanTer – Ribuan massa umat Islam gelar aksi unjuk rasa menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), di Mahkamah Konstutusi (MK), Jakarta Pusat, hari ini, Jumat (28/7/2017).

Aksi diikuti sekitar 10 ribu massa yang terdiri dari alumni 212 dan massa dari puluhan ormas Islam. “Aksi penolakan Perppu ini sebagai jihad konstitusional. Sekaligus mendukung hakim MK untuk bersikap adil membatalkan Perppu karena bertentangan dengan UUD 1945 dan kebebasan dalam berorganisasi dan berpendapat,” kata Ketua Alumni 212, Slamet Ma’arif kepada Harian Terbit, Jumat (28/72017).

Aksi yang diikuti sekitar 10 ribu massa ini juga meminta Presiden Joko Widodo dan DPR RI mencabut Perppu tersebut. “Awalnya kami ingin long march dari Masjid Istiqlal ke Istana, tetapi karena judicial review yang disampaikan oleh Pak Yusril sudah mulai disidangkan di MK, maka bolanya sudah di MK,” kata Slamet.

Massa pendemo nantinya baru mulai bergerak dari Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat menuju gedung MK. “Ada 23 Ormas yang sudah beri tahu kita akan ikut, ada dari iluni, GNPF, FPI, dan juga yang lainnya,” kata Slamet.

Slamet Ma’arif, yang juga Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) ini mengemukakan, aksi juga diikuti massa dari berbagai daerah. Antara lain dari Aceh dan Bengkulu. Mereka tiba di Masjid Istiqlal, Kamis.

Aksi mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis (27/7/2017), mengemukakan, sebanyak 10 ribu personel polisi diterjunkan untuk melakukan pengamanan.

“Ya sudah kami siapkan. Jumlah anggota yang melakukan pengamanan hampir 10.000,” kata Argo Yuwono.

Tendensius

Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai Perppu Ormas sangat tendensius. Pasalnya, kehadiran Perrpu sebut  kasat mata membidik ormas-ormas Islam tertentu.

“Baik itu FPI, atau yang sekarang HTI, sangat tendensius dan jadi instrumen membidik,” kata Din yang ditemui di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (27/7).

Ia merasa, kehadiran Perppu Ormas itu sendiri tidak terlepas dari sejumlah demontrasi bertajuk Aksi Bela Islam yang beberapa waktu lalu terjadi. Pancasila, lanjut Din, cuma dijadikan alat justifikasi mengingat Pancasila itu sudah jadi dasar negara.

Hal itu dikarenakan semua orang di bangsa ini telah berpegang teguh dengan Pancasila, termasuk ormas-ormas Islam seperti Muhammadiyah. Bahkan, lewat Muktamar Muhammadiyah di Makassar, Pancasila ditegaskan sebagai Darul Ahdi wa Syahadah.

(Harian Terbit/Danial) Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 28 Juli 2017 12:59 WIB nasional.harianterbit.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 231 kali, 1 untuk hari ini)