.

 

Saat ini ribuan orang, terutama umat Islam, menghadapi kekurangan pangan dan air bersih. Itu akibat terjadinya krisis kemanusiaan di Myanmar barat.

 Inilah beitanya.

***

Kelompok Bantuan Peringatkan Kelaparan Di Myanmar Barat

Diposting Selasa, 01-04-2014 | 22:07:35 WIB

RAKHINE, muslimdaily.net – Kelompok bantuan telah memperingatkan terjadinya krisis kemanusiaan di Myanmar barat. Saat ini ribuan orang, terutama umat Islam, menghadapi kekurangan pangan dan air bersih.

Pekerja bantuan kemanusiaan, yang terpaksa mengungsi dari wilayah itu karena kekerasan, memperingatkan pada hari Senin bahwa dalam dua minggu ke depan, stok pangan akan habis dan setidaknya 20.000 orang pengungsi yang tinggal di kamp-kamp akan hidup tanpa air bersih dalam 10 hari, demikian pemberitaan Press TV.

Puluhan ribu orang yang mengungsi, sebagian besar di antaranya adalah Muslim Rohingya, tinggal di kamp-kamp kumuh di negara bagian Rakhine.

Kerusuhan pecah di Rakhine pekan lalu, ketika ratusan umat Buddha berkumpul di sekitar kantor kelompok bantuan medis Malteser International, sebuah organisasi kemanusiaan dari Jerman. di Sittwe. Massa mengklaim bahwa seorang pekerja bantuan telah bertindak tidak terpuji terhadap lambang bendera Buddha.

Mereka juga mengklaim para pekerja kemanusiaan di wilayah ini lebih suka memberi bantuan kepada muslim Rohingya.

Muslim Rohingya di Myanmar mencapai sekitar lima persen dari populasi negara itu yang hampir 60 juta. Mereka telah dianiaya dan menghadapi penyiksaan, pengabaian, dan penindasan sejak kemerdekaan negara itu pada tahun 1948.

Ratusan Rohingya diyakini telah tewas dan ribuan mengungsi karena serangan oleh ekstrimis Buddha.

Kekerasan yang awalnya mengarah kepada Muslim Rohingya di Myanmar bagian barat sudah menyebar ke bagian lain dari negara itu. Lebih dari 200 orang tewas dan ribuan Muslim mengungsi dari rumah mereka setelah serangan terhadap Muslim di Myanmar Barat tahun 2012 lalu atau tepatnya di wilayah Rakhine.

Muslim Rohingyatelah ditolak hak-hak kewarganegaraan sejak amandemen terhadap undang-undang kewarganegaraan pada tahun 1982 dan diperlakukan sebagai imigran ilegal di rumah mereka sendiri.

Pemerintah Myanmar telah berulang kali dikritik oleh kelompok hak asasi manusia karena gagal melindungi masyarakat Muslim Rohingya. [rmd]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 196 kali, 1 untuk hari ini)