Eramuslim – Situs informasi militer dan intelejen Zionis Israel mengungkapkan bahwa gerakan Intifadah jilid III Palestina di wilayah Tepi Barat dan kota Al Quds telah menyebabkan ribuan tentara Yahudi mengalami gangguang psikologis ringan hingga sedang.

Kebijakan pemimpin militer untuk membolehkan pasukannya membawa senjata diluar pangkalan untuk berjaga diri adalah sebuah keputusan yang sangat beresiko, tulis walla.co.il dalam terbitannya hari Kamis (24/03) kemarin.

Hanya ada ratusan tentara yang menerima pengobatan psikologis, sedangkan ribuan orang lainnya tidak mendapatkan pengobatan karena tidak melapor kepada pimpiman mengenai gangguang psikologis ringan yang diderita.

Senada dengan Walla, surat kabar kenamaan Israel “Yediot Ahronot” menyatakan tingkat gangguan psikologi meningkat sebanyak 25% di tahun 2015 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurut informasi yang diperoleh Yediot Ahronot, gejala depresi tidak hanya menjangkiti tentara di level terbawah bahkan banyak dikalangan perwira militer harus meminum obat “SSRI” anti-depresi. (Rassd/Ram)

Sumber: eramuslim.com/zahid – Jumat, 25 Maret 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.331 kali, 1 untuk hari ini)