YOGYAKARTA (Panjimas.com) – Ribuan umat Islam Yogyakarta tumpah ruah di Jl Mataram No 1 Suryatmajan Daurejan Yogyakarta setelah mendapat kabar Rumah Allah “Quwwatul Islam”, dirusak preman yang mengaku anggota PDI, Senin malam (9/10/2017).

Kedatangan massa hampir lima ribu lebih melakukan konsolidasi sekaligus mengikuti tablig akbar yang diadakan secara mendadak di Masjid yang dirusak preman Senin dini hari.

Ustadz Umar Said, tokoh karismatik Yogyakarta bertindak sebagai penceramah malam tersebut. Dia menyampaikan pentingnya ukhuwah Islamiyah umat Islam, terlebih ketika Masjid diteror oleh orang-orang intoleran. Dia pun mengaku sakit hati atas peristiwa tersebut.

“Kita sakit hati betul dengan perlakuan seperti itu. Tindakan perusakan seperti itu kalau tidak segera ditangkap aparat, bisa memicu kerusuhan,” katanya pada Panjimas.com, Selasa (10/10/2017).

Beredarnya kabar pelaku telah tertangkap cukup melegakan ormas Islam Yogyakarta. Ustadz Umar berharap pelaku diproses hukum secepatnya secara terbuka.

“Masyarakat setempat tidak mau bertanggung jawab atas ulah pelaku yang mengaku warga Cokro, nah ini ulah oknum ini. Kita berterima kasih dengan aparat keamanan yang menginformasikan telah menangkap pelaku, empat orang kalau tidak salah,” paparnya.

Sementara itu, Abdurrahman, komandan Front Jihad Islam (FJI) Yogyakarta mengaku geram dengan perusakan tempat ibadah umat Islam. Dia sempat mendapatkan telefon dari Polda DIY bahwa Senin sore, pihak kepolisian telah menangkap empat orang tersangka pelaku perusakan.

“Ini jelas melanggar batas, karena telah merusak tempat ibadah. Kita perlu klarifikasi pengakuan dia (pelaku) sebagai anggota PDI. Jangan sampai kita terjebak urusan politik, aparat harus segera menangkap pelaku karena ini sudah SARA,” ucapnya. [SY]*/panjimas.com

***

Akhirnya Perusak Masjid Quwwatul Islam yang Teriak “Aku Cah PDIP” Ditangkap

Dua orang pelaku perusakan Masjid Quwwatul islam di Jalan Mataram No.1 kemarin Senin, (9/10/2017) berhasil ditangkap pihak Kepolisian.Kedua orang tersebut berhasil ditangkap di hari yang sama, sekitar pukul 15.00.

Menurut info yang berhasil dihimpun, seorang pelaku perusakan Masjid tersebut diketahui adalah AP (20), warga Danurejan, Kota Yogyakarta.

Usai melakukan perusakan, pelaku lari dan dikejar. Namun, ketika sampai di sebuah gang, dia memanggil temannya. Pelaku sempat menganiaya seorang
marbut.

Dalam melakukan aksi perusakan mesjid pelaku memang berteriak jika dia orang daari partai PDIP.

Bahar Abdul Malik, salah satu jamaah Masjid yang sedang tidur, dikejutkan kedatangan orang tak dikenal langsung mendobrak pintu dan melempari batu kearahnya. Sontak lima orang temannya yang juga sedang tidur berusaha menyelamatkan diri bersembunyi.

“Tadi malam sekitar pukul 00:30, saya sedang tidur di Masjid, langsung bangun lihat pintu tiba-tiba ada orang masuk dan langsung melempari batu. Kami berlima langsung bersembunyi menyelamatkan diri. Dia berteriak-teriak aku cah PDI, aku cah PDI sing wani kene majuo,” ucap Malik menirukan pelaku saat dihubungi Panjimas.com, Senin (9/10/2017).

Kapolsek Danurejan, Kompol Aslori membenarkan perihal telah tertangkapnya dua orang yang terlibat perusakan Masjid tersebut.

Menurutnya, saat ini pihak Kepolisian masih melakukan pengembangan guna mengetahui adanya tersangka lain.

“Sudah tertangkap, ada 2 orang yang diamankan, 1 saksi dan 1 tersangka, saat ini masih dikembangkan,” katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Selasa (10/10/2017) pagi.

Lanjutnya, mengenai proses selanjutnya, saat ini kasus tersebut dalam penanganan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Yogyakarta.

“Berkas dan penanganan kasus pengerusakan Masjid diambil alih Satreskrim Polresta Yogyakarta, termasuk barang bukti juga sudah dibawa ke sana (Polresta),” pungkasnya.(mmc/tribun/tempo)

(nahimunkar.org)

(Dibaca 971 kali, 1 untuk hari ini)