Aliansi Cinta Keluarga Indonesia/panjimas.com


Konferensi Pers AILA

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala yang memberi kami kekuatan untuk dapat mendukung JR KUHP pasal pasal kesusilaan. Sholawat dan salam atas junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam berserta sahabat dan keluarganya.

– Ditolaknya JR KUHP pasal 284, 285 dan 292 oleh 5 hakim MK harus disikapi dengan arif meskipun putusan ini akan berdampak pada semakin rentannya masyarakat terhadap kejahatan kesusilaan seperti seks bebas, perkosaan dan perilaku LGBT. Putusan ini juga akan menyuburkan gerakan dan pemikiran anti moral dan agama yang berusaha menjauhkan masyarakat dari jati diri bangsa yang berketuhanan dan berkemanusiaan yg adil dan beradab.

– Secara khusus kami mengucapkan apresiasi kepada 4 hakim MK yang mendukung permohonan kami dan memberikan dissenting opinion yaitu ;

  1. Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.H.
  2. Dr. Anwar Usman, S.H., M.H.
  3. Prof. Dr. Aswanto, S.H., M.H.
  4. Dr. Wahiduddin Adams, S.H., M.H.

– Perjuangan untuk keluarga Indonesia yang lebih beradab akan mendapat tantangan yang sangat besar dengan putusan JR ini, namun kami akan memperkuat ketahanan keluarga melalui berbagai program pendukung lainnya seperti edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, serta program advokasi dan konsultasi bagi para korban kejahatan kesusilaan.

– Masyarakat Indonesia harus terus meningkatkan kewaspadaan dan menguatkan kontrol sosial untuk mencegah dampak putusan ini. Karena saat ini kejahatan kesusilaan dilakukan secara samar maupun terang terangan atas nama hak asasi dan kebebasan. oleh karena itu AILA berharap pemerintah dan seluruh elemen masyarakat tetap bersikap kritis terhadap berbagai konsep terkait keluarga, perempuan dan anak yang bertentangan dengan nilai nilai moral dan agama yang dianut bangsa Indonesia.

– AILA meminta doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia dalam upaya mengawal kebijakan terkait keluarga, perempuan dan anak agar perangkat kebijakan tersebut tidak dimanfaatkan oleh pihak pihak yang ingin merusak tatanan sosial, budaya dan keluhuran budi yang telah dibangun oleh para pendahulu negeri ini.

– Semoga langkah AILA beserta tim pemohon dan organisasi mendukung JR ini diridhoi Allah Subhanahu Wata’ala dan bisa menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus berjuang mewujudkan keluarga Indonesia yang lebih beradab.

*Ailansi Cinta Keluarga Indonesia (AILA)*

Rita Hendrawaty Soebagjo (Ketua AILA Indonesia)

Nurul Hidayati (Sekjen AILA Indonesia)

(in)

Sumber : sketsanews.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.083 kali, 1 untuk hari ini)