Jakarta, HanTer – Mantan Menko Maritim Rizal Ramli, mengakui jika prestasi Presiden Joko Widodo dalam bidang infrastruktur memang luar biasa dalam tiga tahun menjabat sebagai kepala negara. Namun ada beberapa catatan yang menurutnya dapat membuat Presiden sulit bangkit dalam sisa dua tahun pemerintahannya.

“Prestasi Presiden Jokowi dalam bidang inftastruktur luar biasa. Tapi dengan kebijakan pengetatan (austerity), dan makro ekonomi yg sangat konservatif, serta prioritas no 1 bayar utang, sulit bangkit dalam 2 tahun ini,” kata Rizal Ramli dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Selain itu, menurut Rizal, walaupun banyak blowback (tekanan balik) tapi konsolidasi politik nyaris selesai. Namun stagnasi ekonomi akan berlanjut.

“Apakah konservatisme akan dipertahankan, hanya untuk sekedar melindungi status quo penuh vested-interest dan pembawa agenda asing?,” ungkap Rizal.

Rizal juga menyebut, jika membalikkan keadaan dengan kembali meluruskan dan menegakkan Trisakti dan Nawacita bukan pilihan mudah.

“Tantangan baru memerlukan jawaban innovatif. Pembuat utang kronik, dengan bunga super tinggi, tidak mungkin jadi bagian dari solusi,” ujarnya.

Selain itu, dia juga menyayangkan Presiden masih membiarkan adanya Menteri yang hanya sibuk menjadi pendamping dan banyak membuat rugi BUMN.

“Mentri yang hanya sibuk jadi pendamping, Lady-in-waiting, manager kampanye terselubung, ditolak DPR 2 tahun (World Record!) membuat banyak BUMN merugi, kok terus dipertahankan,” pungkasnya.

(Akbar)

Sumber : harianterbit.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.596 kali, 1 untuk hari ini)