Tabir gelap tragedi barbar, yang semula dibuat samar, kini mulai terkuak lebar. Skenario busuk yang dibangun Ferdy Sambo, tak lagi kokoh bahkan sudah roboh.

 

Dalam kasus tewasnya Brigadir J, Sambo merekayasa modus operandi pembunuhan dari ditembak menjadi tembak menembak. Kesannya, seolah peristiwa pembunuhan biasa dimana Bharada E telah dipasang sebagai pelakunya.

 

Akhirnya, kasus terkuak. Modus operandi bukan tembak menembak, dan belakangan motifnya juga bukan pelecehan di duren tiga, diubah pelecehan di Magelang. Bahkan, ini kasus pembunuhan berencana bukan pembunuhan biasa.

 

Meski demikian, publik belum percaya pada pengakuan Sambo yang membunuh karena marah, istrinya dilecehkan di Magelang. Mengingat, Sambo membiarkan istrinya bersama Brigadir J pulang ke Jakarta, sang Bu PC juga nyaman jalan bareng Brigadir J ke Jakarta.

 

Lagipula, Ibu Putri Chandrawati yang mengaku dilecehkan Brigadir J di Magelang harus mengajukan bukti, harus ada saksi. Kalau tidak, itu hanya klaim sepihak dan fitnah terhadap orang yang sudah mati.

 

Rekayasa aparat dalam kasus ini juga terkonfirmasi adanya pengedaran kabar bohong, pencurian CCTV, penghilangan dan/atau pengrusakan barang bukti, menghalangi penyelidikan dan/atau penyidikan. 

 

Akibat rekayasa ini, 31 polisi diperiksa!!!

 

portal-islam.id, 14 Agustus 2022 CATATAN

(nahimunkar.org)