AKSI menolak Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok turut dilakukan oleh Rois Syuriah PWNU DKI Jakarta, K.H. Maulana Kamal Yusuf. Penolakan terhadap Ahok, kata Kyai Nahdliyin ini, dilakukan karena Ahok lebih dulu menghina ajaran Islam.
“Ahok itu pemimpin yang arogan, bicara sembarangan, dan menghina SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan). Dia melarang pemotongan hewan qurban di sekolah-sekolah dasar dan masjid. Dia juga mengatakan ayat konstitusi lebih tinggi dari kitab suci. Ini bentuk penghinaan kepada Kalamullah,” orasinya dalam aksi damai Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) tolak Ahok, Senin (10/11/2014) di depan gedung Balai Kota.
Dia mengungkapkan, siapapun warga Jakarta menolak kepemimpinan Ahok. Dari mulai Kyai, ustadz hingga preman banyak melakukan kecaman atas kepemimpinan Ahok.
“Jadi supaya Ahok mengerti, kalau pemilik rumah tidak setuju, Ahok jangan masuk rumah itu,” tuturnya.
Terakhir, dia berdoa, “Ya Allah, turunkan Ahok, jangan jadikan Ahok sebagai gubernur.” [andi/islampos] Selasa 18 Muharram 1436 / 11 November 2014 16:01
(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.281 kali, 1 untuk hari ini)