Bila pedagang dipesani barang oleh pembeli maka mesti mengadakan barang sesuai pesanan. Namun belum tentu pedagang itu amanah lagi jujur. Ada juga yang saking tidak jujurnya, maka barang yang bagus hanya yang tampak di luar, sedang di dalamnya barang-barang buruk, tidak sesuai pesanan.

Resiko pedagang yang tidak jujur bahkan tidak mengadakan barang sesuai pesanan itu cukup berat. Orang yang memesan barang tetapi dikhianati pasti akan kecewa bahkan menolaknya.

Ketika seperti itu, maka sang pedagang sudah berpayah-payah dan keluar biaya namun tidak diterima pula. Salah siapa?

Berikut ini, gambaran keadaan yang tidak jauh berbeda dengan itu.

***

 

Yang Harus Mereka Siapkan Jika Menjadi BID’AH LOVERS

Berikut ini poin-poin yg harus mereka siapkan jika menjadi BID’AH LOVERS yang menyelisihi ahlussunah (wahabi katanya):

1. Beli celana dan gamis baru semua ,karena celana di rumahnya semuanya cingkrang.(padahal sunnah Rosul)

وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الْإِزَارِ فَإِنَّ إِسْبَالَ الْإِزَارِ مِنْ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ

 ”Janganlah engkau isbal (menjulurkan pakaian melebihi mata kaki), karena isbal itu termasuk kesombongan. Dan sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menyukai kesombongan.” (HR. Ahmad, V/64, Shahiihul Jaami’, no. 7309)

 2. Harus sering2 beli silet dan pencukur jenggot, karena rata rata Bid’ah Lovers gak suka jenggotan,kayak kambing,kaya teroris katanya (padahal sunnah Rosul juga) Di dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

جُزُّوا الشَّوَارِبَ ، وَأَعْفُوا اللِّحَى ، وَخَالِفُوا الْمَجُوسَ.

“(artinya) : Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot memanjang, selisihilah orang-orang Majusi”( Shahih Muslim, kitab Ath-Thaharah (260)

 3. Beli foto ulama aswaja dan bingkainya ukuran besar,untuk dipajang di rumah,musholla atau masjid.(padahal malaikat gak mau masuk jika ada gambar/foto makhluk) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengabarkan kepada kami:

أَنَّ الْمَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ تَمَاثِيلُ ، أَوْ صُورَةٌ

“Sesungguhnya malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat patung, atau gambar makhluk hidup.” ( HR.Ahmad No 11426)

4. Beli buku surat yasin,untuk yasinan malam jum’at,untuk acara ritual tahlilan,selametan rumah,ngajiin orang meninggal (Yg shahih adalah baca surah Al Kahfi di hari jum’at)

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ.

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi)

 5. Beli bunga, kembang tujuh rupa, air kembang mawar,.(padahal hadits mengenai hal tsb tentang syafaat Rosul ) “Saya melewati dua buah kubur yang penghuninya tengah diadzab. Saya berharap adzab keduanya dapat diringankan dengan syafa’atku selama kedua belahan pelepah tersebut masih basah.” (HR. Muslim: 3012).

6. Mengadakan tour berziarah ke makam para wali minimal setahun sekali.(untuk minta barokah)

« إِنَّمَا يُسَافَرُ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِ الْكَعْبَةِ وَمَسْجِدِى وَمَسْجِدِ إِيلِيَاءَ ».

“Safar hanyalah boleh dilakukan ke tiga masjid: Masjidil Ka’bah (Masjidil Haram), Masjidku (Nabawi) dan Masjid Iliya’ (Baitul Maqdis)”. (HR. Muslim dalam Shahihnya no 1397)

 7. Menyiapkan uang untuk kirim pahala dan juga nyewa calo untuk kirim pahala kalau mau berziarah minimal seminggu sekali kalau bisa disiarkan lewat speker masjid pd waktu sholat jum’at . Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ;

“Apabila mati seorang manusia maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal : 1. Dari anak yang sholeh yang mendoakannya ( perhatikan redaksi haditsnya ! hanya anak yang “sholeh”, bukan anak yang tidak sholeh. Kemudian yang “mendo’akan” bukan ngirim pahala ) 2. Shadaqah Jariyah yang dilakukan selama di dunia,( perhatikan redaksinya,shodaqoh jariyah,bukan shodaqoh tahlilan,haulan),  3. Ilmu yang bermanfa’at padanya dan bagi orang lain.( perhatikan redaksinya,ilmu yg bermanfaat,bukan ilmu kebal senjata tajam).

8. Menyiapkan makanan jika ada anggota keluarganya yang meninggal (tahlilan/haul/ratiban). Dari Jabir bin Abdillah Al Bajaliy, ia berkata:

عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الْبَجَلِيِّ ، قَالَ : كُنَّا نَرَى الاِجْتِمَاعَ إِلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعَةَ الطَّعَامِ مِنَ النِّيَاحَةِ.

”Kami (yakni para Sahabat semuanya) memandang/menganggap (yakni menurut mazhab kami para Sahabat) bahwa berkumpul-kumpul di tempat ahli mayit dan membuatkan makanan sesudah ditanamnya mayit termasuk dari bagian meratap.” Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ibnu Majah (no 1612) dengan derajat yang shahih. Dan niyahah/ meratap ini adalah perbuatan jahiliyyah yang dilarang oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam; Diriwayatkan dalam sahih Muslim dari Abu Hurairah radiyallahu anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

« اثْنَتَانِ فِى النَّاسِ هُمَا بِهِمْ كُفْرٌ الطَّعْنُ فِى النَّسَبِ وَالنِّيَاحَةُ عَلَى الْمَيِّتِ ».

“Ada dua perkara yang masih dilakukan oleh manusia, yang kedua duanya merupakan bentuk kekufuran: mencela keturunan, dan meratapi orang mati (niyahah)”.  [Shahih Muslim, Kitab al-Iman, Bab Ithlaqu Ism al-Kufr, 1/82, no. 67]

 9. Menyiapkan uang untuk acara maulid Nabi di sekolah, di rumah,di musholla,di masjid. (padahal haditsnya mengenai puasa sunnah senin)

10. Menyiapkan uang untuk maulid akbar,seperti membeli jaket majlis, stiker majlis, bendera majlis. “Hari tersebut (Senin) adalah hari kelahiranku, hari aku diangkat sebagai Rasul atau pertama kali aku menerima wahyu.” (HR. Muslim [Muslim: 14-Kitab Ash Shiyam, 36-Bab Anjuran Puasa Tiga Hari Setiap Bulannya])

11. Menyiapkan uang untuk acara mitoni/selamatan kehamilan/telonan..

12. Dan lain sebagainya…..silahkan ditambahkan sendiri.

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ».

“Jauhilah semua perkara baru (dalam agama), karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah merupakan kesesatan.” (HR Abu Dawud, no. 4607; Tirmidzi, 2676; Ad Darimi; Ahmad; dan lainnya dari Al ‘Irbadh bin Sariyah)

Izol Imambenzol SyamsArmy

 via fp nahimunkar.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.547 kali, 1 untuk hari ini)