• Puluhan pelajar SMK di Kampung Karang Tengah menumpang sebuah truk di Jalan Raya Cibadak, Sukabumi.
  • Saat jalan macet, pelajar sekolah lain tiba-tiba menyerang. Takut dikeroyok, diduga sejumlah pelajar yang panik menceburkan diri ke sungai.Mereka yang mencebur ke sungai untuk Hindari Tawuran itu dikabarkan 4 Siswa Tewas Tenggelam, 2 Hilang.
  • Sebelumnya, di Sukabumi pula, para gadis pelajar tawuran gara-gara rebutan pacar.
  • Di Indonesia sering terjadi tawuran pelajar, bahkan ada yang hampir setiap hari.
  • Di Indonesia ada rupa-rupa tawuran pelajar bahkan ada sejumlah tawuran yang begitu sadis.

.

Tuntunan Islam :

.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو – رضى الله عنهما – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ. متفق عليه‏.‏ وزاد الترمذي والنسائي‏:‏ ‏(‏والمؤمن من أمِنَه الناس على دمائهم وأموالهم‏)‏ وزاد البيهقي‏:‏ ‏(‏والمجاهد من جاهد نفسه في طاعة الله‏)‏‏

“Dari Abdullah bin Umar Radhiallahu’anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Seorang muslim sejati adalah orang yang menyelamatkan muslim yang lain dari kejahatan lisan dan tangannya. Dan muhajir sejati adalah orang yang berhijrah dari hal yang dilarang oleh Allah‘ “. (HR. Bukhari-Muslim). Dalam riwayat At Tirmidzi dan An Nasai terdapat tambahan: “Seorang mu’min sejati ialah mu’min yang menjaga darah dan harta muslim yang lain“. Dalam riwayat Al Baihaqi terdapat tambahan: “Mujahid sejati ialah mujahid yang bersungguh-sungguh dalam ketaatan kepada Allah

Tuntunan Islam itu mestinya dididikkan kepada para murid dan mahasiswa serta dicontohi oleh para guru, para orang tua, pejabat dan masyarakat. Terjadinya berbagai tawuran tidak lepas dari system yang tidak menggubris Islam ditambah dengan gejala menjauhnya para orang tua, guru, dan pejabat serta masyarakat dari agamanya yang benar. Hingga berbagai keberkahan kemungkinan dicabut oleh Allah Ta’ala, kedamaian diganti dengan tawuran, di antaranya seperti berita-berita ini.

***

 Hindari Tawuran, 4 Siswa Tewas Tenggelam, 2 Hilang

Liputan6.com, Sukabumi : Korban tawuran di Sukabumi, Jawa Barat terus bertambah. Hingga kini 4 pelajar SMK ditemukan tewas setelah terjun ke Sungai Cimahi, Sukabumi, Jawa Barat, menghindari serangan pelajar lain.

Seperti tayangan Liputan 6 Siang SCTV, Senin (11/11/2013), diperkirakan korban masih akan bertambah karena sejumlah pelajar lain masih hilang.

Jenazah siswa bernama Indrianto ditemukan warga Minggu 10 November sore di Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat. Keluarga korban terpukul mendapati kenyataan pahit ini.

Warga bersama TNI masih meneruskan pencarian, karena 2 siswa dilaporkan masih hilang.

Sebelumnya, Muhammad Rizki, siswa SMK di Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat juga ditemukan tidak bernyawa. Ia bersama puluhan pelajar SMK di Kampung Karang Tengah menumpang sebuah truk di Jalan Raya Cibadak, Sukabumi.

Saat jalan macet, pelajar sekolah lain tiba-tiba menyerang. Takut dikeroyok, diduga sejumlah pelajar yang panik menceburkan diri ke sungai.

Mengantisipasi tawuran lanjutan, Polsek Cisaat, Sukabumi, menggelar razia. Sedikitnya 29 pelajar dari 4 sekolah ditahan beserta berbagai senjata tajam seperti gobang, golok, serta gir.

Akibat tawuran pada Sabtu 9 November sore ini, selain 4 pelajar tewas, 2 pelajar lainnya dirawat di rumah sakit akibat luka-luka. (Rmn/Yus) Oleh Asep Didi Posted: 11/11/2013 14:33

 ***

Gadis Sekarang, di Sukabumi Rebutan Pacar Para Siswi Tawuran

Written By Jaisy01 on 9 April 2010 | 11.30

Sukabumi – Delapan siswi di dua sekolah menengah atas (SMA) swasta di Kota Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), diamankan oleh petugas Polresta Sukabumi karena terlibat perkelahian saat jam istirahat, Kamis (8/4/2010).

Perkelahian itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB ketika para siswi tengah istirahat. Peristiwa yang melibatkan dua sekolah swasta, yakni siswi kelas XI SMA Pasundan dan siswi kelas XII SMA Yayasan Akhmad Djuaini (YAD) itu dipicu saling cemburu dan berebut pacar.

Para siswi yang terlibat perkelahian itu, yakni IN, AR, WI, dan AN melawan empat siswi Kelas XII SMA YAD, yaitu YN, NL, AN, dan AG. Mereka berkelahi dengan saling jambak di depan SMA Pasundan. Bahkan, satu di antara mereka terluka akibat terkena pecahan botol yang dipegangnya.

Satuan pengamanan (satpam) dan polisi yang kebetulan melintas di Jalan Pasundan itu langsung melerai perkelahian dan membawa mereka ke Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Sukabumi.

Mereka lantas diperiksa polisi, lalu diberi pembinaan mental oleh pihak Bagian Bina Mitra Polresta Sukabumi.

Kepala Bagian Bina Mitra Polresta Sukabumi, Kompol Sumarta Setiadi, mengatakan, peristiwa itu disebabkan oleh saling cemburu dan salah seorang pelajar SMA YAD yang menerima “short message service” (SMS) berisi ajakan berkelahi yang seolah-olah dari siswi SMA Pasundan.

“Tanpa pikir panjang, siswi dari SMA YAD langsung mendatangi SMA Pasundan. Setelah siswi dari Pasundan keluar dari pintu pagar sekolah mereka langsung terlibat perkelahian,” kata Sumarta, Kamis.

Insiden perkelahian siswi ini sangat disayangkan oleh Kepala SMA YAD Mamat Rahmat.

Mamat mengaku tidak ada sanksi tegas terhadap para siswi itu, tetapi hanya pembinaan khusus karena mereka sudah mau selesai sekolahnya.

“Sayang sekali kalau masa depan mereka hancur hanya gara-gara insiden ini,” katanya.

Kepala SMA Pasundan Asep Sukanta mengaku, pihaknya merasa kecolongan akibat insiden itu karena ketika para siswi itu izin keluar, mereka mengaku ada urusan penting di luar kepentingan sekolah.

“Tetapi, ternyata mereka keluar untuk berkelahi. Kami akan memberikan pembinaan khusus kepada siswi tersebut agar tidak mengulangi lagi perbuatannya,” katanya.(surya) suaranews.com

***

Senin, 11 November 2013 19:07:34 WIB

Nyaris Tiap Hari, Pelajar Tawuran di Jalan Martadinata

TANJUNG PRIOK (Pos Kota) – Puluhan pelajar dari dua kelompok pelajar SMA, saling serang dengan menggunakan kayu dan batu di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/11) sore. Tidak ada korban dalam tawuran itu, namun Jalan RE Martadinata sempat tersendat.

Aksi saling serang itu reda setelah anggota Polsek Tanjung Priok tiba di lokasi. Dua kelompok pelajar kemudian kabur membubarkan diri masuk ke perkampungan warga di Kampung Bahari, Tanjung Priok.

Tawuran terjadi pukul: 16.30 usai pulang sekolah. Salah satu sekolah SMA yang ingin pulang tiba-tiba diserang pelajar SMA lain. Tawuran pun tak dapat dihindari. Saling lempar di tengah jalan membuat lokasi penuh dengan batu dan kayu.

Mario, salah satu warga mengatakan, tawuran pelajar di lokasi itu hampir setiap hari terjadi pada saat jam pulang sekolah. “Ada dua titik sering pelajar tawuran di Jalan RE Martadinata dan Jembatan Goyang, Pademangan dan ini sangat berbahaya bagi pengendara yang melintas,” kata Mario.

Banyak pengendara yang harus berhanti bahkan memundurkan kendaraannya, karena takut keselamatan jiwanya dan kendaraannya terkena lemparan. “Lebih baik menghindar dari pada apes terkena lemparan. Mereka ini mungkin tawuran karena dendam,” ucapnya. (Ilham) poskotanews.com

***

5 Kasus Tawuran Pelajar Paling Parah di Indonesia

Tawuran di kalangan pelajar di sejumlah wilayah masih marak. Entah bagaimana awalnya, namun aktivitas pelajar dengan saling menyerang menggunakan batu, senjata tajam maupun benda tumpul seolah menjadi potret umum sehari-hari. Tak jarang sejumlah pelajar terluka atau bahkan tewas karena serangan senjata tajam dan pukulan benda tumpul. Atau mungkin mengalami kecelakaan karena terdesak saat diserang oleh kelompok pelajar lain yang menjadi lawannya. unikgaul.com

1. Bacok leher belakang  Satu siswa SMK Sudirman Ungaran, Kabupaten Semarang atas nama Alga Hidayat (15) warga Pudakpayung Sewan, RT 5 RW 4 Kelurahan Pudakpayung, Kota Semarang tewas terkena bacokan pada leher belakang saat terlibat tawuran antar pelajar di Lingkungan Tambakboyo, Ambarawa, Jawa Tengah Jumat(27/9)sore. Korban sempat dibawa oleh warga yang saat itu berada di sekitar lokasi ke RSUD Ambarawa untuk menjalani perawatan. Namun karena terluka parah dan mengalami pendarahan banyak maka Alga akhirnya meninggal dalam perawatan tim medis, Jumat(27/9) sekitar pukul 23.40 WIB malam. Informasi yang berhasil dihimpun merdeka.com, polisi baik Polsek Bawen maupun Polsek Ambarawa sempat melakukan penyisiran di dua wilayah yakni Bawen dan Ambarawa yang ditengarai bakal menjadi tempat tawuran. Namun, polisi tidak menemukan adanya indikasi tawuran. Kasubag Humas Polres Semarang, AKP Endang Suprobo saat dikonfirmasi menyatakan, ketika melakukan pengecekan ke RSUD Ambarawa polisi mendapat keterangan bahwa tidak ada apa-apa atau tidak ada yang mengkhawatirkan tentang kondisi korban.unikgaul.com

2. Telinga ditusuk  Puluhan pelajar dari dua SMK berbeda, yakni SMK Mandiri Legok dan SMK Yastrif terlibat tawuran di Kampung Baru, Desa Babak, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Kamis (6/9). Satu orang alumni SMK Mandiri bernama Suhendar alias Enday tewas dengan luka tusuk pada belakang telinga kanan. Peristiwa itu berawal ketika pelajar SMK Mandiri Legok meminta bantuan kepada Enday. Enday terkenal sebagai alumni yang pemberani dalam urusan tawuran.  “Mereka (pelajar SMK Mandiri) rencananya akan menyerang pelajar Yastrif di Parung Pajang Bogor. Namun, belum sampai di sekolah yang akan dituju, mereka sudah bertemu. Korban diajak adik kelasnya,” kata seorang anggota Polsek Legok yang enggan disebutkan namanya. Dalam tawuran itu, korban dan siswa SMK Mandiri Legok mengalami kekalahan karena jumlahnya lebih sedikit.

3. Dua hari tiga tewas  Rabu (29/8), seorang siswa SMPN 06 Jakarta Timur, Jasuli (16), tewas tertabrak kereta di sekitar Stasiun Buaran, Duren Sawit, Jakarta Timur. Remaja ini kehilangan nyawanya karena tertabrak kereta api saat dirinya dikejar oleh kelompok pelajar lain. unikgaul.com Dalam keadaan panik Jasuli bahkan sempat beberapa kali berlari dari satu jalur kereta api ke jalur kereta lainnya hingga tiba-tiba sebuah kereta api dari arah Stasiun Kota menuju Stasiun Bekasi menabrak dan menyeret tubuhnya. Masih gara-gara tawuran, Kamis (30/8), seorang pria paruh baya Rahiman (64) warga asal Dusun Gempol Jaya RT 5 RW 2, Karawang tewas tertabrak kereta karena menghindari tawuran antar pelajar di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Jakarta Timur.  Saat itu Rahiman hendak menyeberang jalan melihat adanya tawuran antar pelajar. Dia panik dan menyeberang rel kereta tanpa melihat adanya kereta. Masih di hari yang sama, seorang pelajar bernama Ahmad Yani (16), salah seorang siswa kelas 1 SMK 39, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, akhirnya meregang nyawa di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rumah Sakit Islam, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Korban tewas kehabisan banyak darah setelah dibacok di bagian punggung oleh kelompok pelajar lainnya saat terlibat tawuran di Fly Over Pondok Kopi sekitar pukul 17.00 WIB. Akibat peristiwa itu, 16 pelajar dari kedua belah pihak berhasil diamankan di Polsek Duren Sawit.

4. Bekali diri pakai pisau dan onderdil Sembilan pelajar di Kota Padang diamankan Kepolisian Resor setempat karena diduga terlibat tawuran dan membawa senjata tajam, saat pengumuman hari kelulusan Ujian Nasional 2013. Kabag Ops Polresta Padang Kompol Yudi Sulistyo mengatakan, sembilan pelajar diamankan saat akan melakukan tawuran di kawasan RTH Imam Bonjol Padang, dan untuk mencegahnya mereka semua digiring ke Makopolresta. unikgaul.com “Bersama sembilan orang tersebut juga diamankan senjata tajam jenis pisau, dan juga onderdil kendaraan bermotor yang diduga benda tersebut akan dijadikan sebagai alat untuk tawuran,” kata Yudi di Padang, Jumat ( 24/5). Sembilan pelajar yang diamankan tersebut dari pendataan yang dilakukan pihak kepolisian setempat terdiri dari pelajar kelas I, kelas II, dan kelas III, dari SMK 1 Padang, SMK Kosgoro, dan SMK Muhammadiyah.

5. Siram air keras  Polres Metro Jakarta Timur berhasil mengamankan pelaku penyiram air keras ke bus PPD 213 jurusan Kampung Melayu-Grogol. Aksi itu menyebabkan 13 orang penumpang mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP M. Shaleh mengatakan, pelaku utama yang menyiramkan air keras ke bus PPD 213 adalah seorang pelajar yang masih duduk di kelas XII di SMK 1, Jakarta Pusat. “Namanya Ridwan Nur alias Tompel pelajar kelas XII SMK 1 atau biasa dikenal STM Boedoet. Ia ditangkap semalam saat sedang nongkrong dengan teman-temannya,” kata Shaleh kepada merdeka.com, Minggu (6/10). Shaleh mengatakan, Tompel kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Jakarta Timur untuk dimintai keterangan. Shaleh mengatakan Tompel adalah pelaku tunggal dalam kasus ini. “Motifnya belum kami ketahui karena masih dalam pemeriksaan. Dia menyiram seorang diri, dan barang bukti sedang kita amankan,” paparnya. Sumber: unikgaul

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.311 kali, 1 untuk hari ini)