Kunjungan kerja DPR ke Eropa untuk studi banding RUU Keadilan Dan Kesetaraaan Gender rencananya menelan Rp 1,8 miliar. Sementara itu masyarakat yang menolak RUU yang pekat dengan misi liberal alias menentang Islam itu akan mengadakan tabligh akbar. Untuk menghadiri tabligh akbar itu gratis tanpa dipungut biaya.

Alokasi anggaran sebesar Rp1,8 miliar ini hanya menghambur uang demi kesenangan mereka saja. Dan anggaran Rp 1,8 miliar ini hanya akan hangus dan hanya memperlihatkan bahwa DPR adalah salah satu yang bikin jebol 4 setiap tahun APBN sehingga inilah alasan pemerintah menaikan harga BBM.

Itulah yang namanya menyedot duit ummat Islam yang menjadi penduduk mayoritas Indonesia ini, namun justru untuk merusak Islam. Bagai isteri durhaka, meminta duit suaminya namun untuk menggugat cerai sang suami yang telah digerogoti duitnya itu, sambil bersenang-senang dengan pria lain. Siapa yang tidak sakit hati?

Inilah beritanya.

***

Kunker Komisi VIII DPR ke Eropa Utara Rp 1,8 miliar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA– Komisi VIII DPR berencana akan melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Kali ini, negara tujuan para wakil rakyat yang terhormat adalah Eropa Timur. Dana yang dipakai untuk melakukan kunjungan kerja cukup fantastis, sebesar Rp 1,8 miliar. Hal ini diungkap oleh SEKNAS FITRA.

“Tidak main-main, alokasi anggaran mereka atau uang pajak rakyat yang akan mereka hangsuskan hanya untuk mengisi hari reses saja sebesar Rp.1.8 miliar. Asumsi anggaran ini diperoleh dari perhitungan peraturan menteri keuangan No.84/PMK.02/2011 dengan asumsi anggota dewan yang berangakat sebanyak 9 orang dan ditemani oleh 4 staf mereka,” ujar oordinator Investigasi dan Advokasi Seknas FITRA, Ucok Sky Khadafi,dalam rilisnya kepada tribun.

Negara Eropa Tiimur yang dituju adalah Denmark dan Norwegia. Ucok mengungkap, kunjungan kerja ini dilakukan untuk studi banding terkait RUU Keadilan Dan Kesetaraaan Gender.

“Alokasi anggaran sebesar Rp1,8 miliar ini hanya menghambur uang demi kesenangan mereka saja. Dan anggaran Rp 1,8 miliar ini hanya akan hangus dan hanya memperlihatkan bahwa DPR adalah salah satu yang bikin jebol 4 setiap tahun APBN sehingga inilah alasan pemerintah menaikan harga BBM,” tegasnya.

Kunker yang akan dilakukan, sangatlah mahal. Hal ini, kata Ucok lagi, tidak mencerminkan semangat simpati dan empati penderitaan rakyat miskin terlebih Komisi VIII membidangi masalah kesejahteraan social, agama dan bencana.

“Kalau anggota DPR plesiran ke Eropa Utara dalam rangka Studi Banding RUU Keadilan Dan Kesetaraaan Gender, perlu dipertanyakan alasan ini. Karena, sampai saat ini FITRA belum melihat keberadaan draft RUU yang disusun oleh Komisi VIII DPR RI sehingga belum jelas apa yang mau dibandingkan atau substansi apa yang hendak diperoleh,” Ucok menegaskan.

(Oleh Rachmat Hidayat | TRIBUNnews.com – Jumat, 6 April 2012 04:04 WIB)

***

Hadirilah Tabligh Akbar Menolak RUU Gender “Liberal”

Ukasyah

Kamis, 5 April 2012 14:43:09

MIUMI mengundang pada seluruh umat Islam untuk menghadiri :

Tabligh Akbar MENOLAK RUU GENDER “LIBERAL”

Pembicara

  • H. Bachtiar Nasir Lc. (Sekjen MIUMI)
  • Dr. H. Adian Husaini (Univ. Ibn Khaldun, Bogor)
  • H. Zaitun Rasmin (Ketua Umum Wahdah Islamiyah)
  • Dr. Ahmad Zain An-Najah (Pakar Hukum Islam, DDII)
  • H. Jeje Zainuddin (Pakar Hukum Islam, Persis)
  • H. Henri Shalahuddin MA (Pakar Gender, INSISTS)
  • Wakil-wakil Organisasi Muslimah Indonesia

InsyaAllah pada hari Ahad, 8 April 2012 bertempat di Masjid Sunda Kelapa, pada pukul 12.00 – 15.00WIB (Shalat Dzuhur dan Asar berjama’ah).

Contact Person:

  • Maya 0815 9286168
  • Arna 0852 16046577
  • Khairul 0817 891379

Penyelenggara

  • Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI)
  • Organisasi-organisasi Muslimah Indonesia

Ajak sanak saudara, ramaikan majelis-majelis ta’lim… Sebarkan !/ arrhmh

(nahimunkar.com)

(Dibaca 446 kali, 1 untuk hari ini)