RUU HIP Harus Segera Ditarik karena Berpretensi sebagai UUD

 

Silakan simak ini.

 

***

 

 

Isus Kebangkitan PKI

Fadli Zon Tegaskan Alasan Kenapa RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) Harus Segera Ditarik

lihat foto

Istimewa

Fadli Zon adalah Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, saat menjadi pembicara dalam sesi pertama “The Central Role of Education in the 2030 Agenda for Sustainable Development” di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

 

JAKARTA – “Setiap undang-undang tak boleh berpretensi menjadi undang-undang dasar. Namun, fatsoen ketatanegaraan itu telah dilanggar oleh RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang kini tengah memancing penolakan di tengah masyarakat,”.

Hal tersebut diungkapkan Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon

Pretensi menjadi undang-undang dasar inilah, menurutnya, menjadi alasan pertama kenapa RUU HIP perlu segera ditarik, dan bukan hanya butuh direvisi.

Dirinya menunjukkan rumusan identifikasi permasalah dalam Naskah Akademik RUU HIP.

“Rumusan identifikasi masalah semacam itu sebenarnya lebih tepat diajukan saat kita hendak merumuskan undang-undang dasar, bukannya undang-undang,” ungkap Fadli Zon dalam siaran tertulis pada Senin (15/6/2020).

Alasan kedua, lanjutnya, Pancasila adalah dasar negara, sumber dari segala sumber hukum yang mestinya menjadi acuan dalam setiap regulasi atau undang-undang.

Namun ironisnya, RUU HIP ini katanya justru akan menjadikan Pancasila sebagai undang-undang itu sendiri.

“Standar nilai kok mau dijadikan produk yang bisa dinilai? Menurut saya, ada kekacauan logika di sini,” tegas Fadli Zon.

Dirinya pun berpendapat Pancasila tak boleh diatur oleh undang-undang, karena mestinya seluruh produk hukum dan perundang-undangan bansa menjadi implementasi dari Pancasila.

Satu-satunya ‘undang-undang’ yang bisa mengatur institusionalisasi Pancasila ditegaskannya hanyalah Undang-Undang Dasar 1945, dan bukan undang-undang di bawahnya, termasuk bukan juga oleh ‘omnibus law‘.

wartakotalive.com, Senin, 15 Juni 2020 21:09

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 203 kali, 1 untuk hari ini)