Foto: Kanker Sarkoma Kaposi penyakit menular seksual akibat zina./ foto nibib- dok / net


RUU P-KS Disebut Isinya Pro Zina dan Pemerintah Harus Sediakan Kondomnya

Itu inti isi video seorang tokoh di MUI yang beredar, sangat prihatin dengan RUU P-KS yang tokoh ini menangis sedih.

Video:

INALILLAHIWAINAILAIHIROJIUNMASYA ALLAH ASTSGFIRULLAHALAZDIM…UMAT ISLAM HARUS TONTON VIDIO INI….MAU DI BIKIN APA GENERASI MUDA KITA….MAU DI JADIKAN APA NEGARA KITA….😢😢😢😢😢

Gepostet von Raden Rara Soffia Edleweiys am Mittwoch, 6. März 2019

Sementara itu detikcom memberitakan,

Rancangan Undang-undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) jadi kontroversi setelah muncul petisi penolakan.

 Di situs DPR, RUU ini diusulkan oleh tiga fraksi, yaitu Fraksi PDIP, PKB dan PAN.

RUU PKS ini merupakan inisiatif DPR. PDIP dan PKB membenarkan sebagai fraksi pengusul. Sementara Ketua Fraksi PAN Mulfachri Harahap membantah. Namun di situs DPR, tiga fraksi itu ditulis sebagai pengusul.

RUU PKS Diusulkan masuk program legislasi nasional (prolegnas) DPR pada 26 Januari 2016. Komisi VIII DPR yang ditugaskan membahas RUU ini./ lihat news.detik.com Senin 04 Februari 2019, 11:25 WIB

***

Tak Hanya AIDS, Penyakit Mengerikan Ini Intai Para Pezina

Posted on 28 September 2016 – by Nahimunkar.com

Foto: Kanker Sarkoma Kaposi penyakit menular seksual akibat zina.

KIBLAT.NET, Jakarta – Dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin dr. Dewi Inong Irana, SpKK menegaskan bahwa perzinaan akan bermuara pada penyakit menular seksual. Salah satu yang membahayakan adalah kanker sarkoma kaposi.

Dokter Inong memberikan pemaparan bahaya perzinaan bagi kesehatan dalam seminar kebangsaan Reformasi KUHP: Delik Kesusilaan dalam Bingkai Nilai-nilai Keindonesiaan di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta. Dia mengungkap sejumlah penyakit yang ditimbulkan oleh hubungan di luar pernikahan tersebut.

“Zina, cabul sesama jenis, perkosaan itu muaranya adalah infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS, ingat bukan hanya HIV/AIDS,” kata dr. Inong, Senin (26/09).

Salah satu penyakit menular yang disebutkannya akibat praktik perzinaan adalah kanker sarkoma kaposi. Kanker yang menyerang dinding pembuluh darah itu umumnya diderita orang dengan HIV/AIDS. Namun kini penyakit tersebut juga muncul di kalangan orang yang tidak mengidap HIV/AIDS.

“Sebenarnya dulu (kanker) itu mucul pada penderita AIDS yang tidak diobati. Tapi kenapa sekarang kok muncul di orang HIV negatif di kalangan gay,” ujarnya.

Kanker sarkoma kaposi saat ini juga muncul pada orang-orang yang sebelumnya pernah diobati. Hal itu, dr. Inong menjelaskan, membuat kalangan dokter spesialis kulit dan kelamin kebingungan. Para ahli terus berusaha mencari obat yang dapat membunuh dengan cepat itu.

“Cepat sekali, belum ada obatnya kanker ini. Aneh, mutasi sepertinya,” ungkapnya.

Dokter Inong kemudian menjelaskan keanehan penyakit ini, yaitu sebelumnya tak muncul pada penderita yang telah diobati. Tetapi kini muncul pada pasien gay yang sebelumnya telah sembuh.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, penyakit ini juga muncul di kalangan pelaku biseksual, yaitu orang yang berhubungan dengan lawan jenis dan sesamanya. Akibatnya, panyakit ini kemudian juga menjangkiti kalangan perempuan yang terkait dengan pelaku biseks.

Dokter spesialis kulit dan kelamin itu mengimbau kepada masyarakat agar tidak menjauhi pada penderita penyakit menular seksual tersebut. Harapannya mereka kemudian akan insaf dan tak lagi melakukan perzinaan.

“Karena mau kita rangkul, jangan dijauhi,” ungkapnya.

Dia pun menekankan bahwa upaya judicial review pasal perzinaan juga penting untuk menanggulangi praktik perzinaan yang berpotensi menyebarkan penyakit menular. “Sebenarnya kita bukan mau memenjarakan, bukan segampang itu. Kita ini aware, ini bahaya lho,” pungkasnya.

Reporter: Imam S.
Editor: M. Rudy

Sumber: kiblat.net/Selasa, 27 September 2016

(nahimunkar.org)

(Dibaca 224 kali, 1 untuk hari ini)