Saat Bandara Internasional Dubai Menutup Penerbangan ke/ dari Iran karena Iran Terserang Virus Corona, Kapal Perang Iran Bersandar di Tanjung Priok Jakarta

 

Wakil menteri kesehatan Iran terinfeksi virus corona, peningkatan kasus di luar China ‘sangat mengkhawatirkan’

 “Saya mengalami demam semalam dan tes pendahuluan hasilnya saya positif,” kata Harirchi wakil menteri kesehatan Iran dalam sebuah video yang dirilis pada hari Selasa (26/02).

Anggota parlemen Iran, Mahmoud Sadeghi, juga dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Bandara Dubai – yang dikenal sebagai pusat transit penerbangan internasional dan markas bagi maskapai Emirates dan Etihad – telah membatalkan penerbangan penumpang dan kargo ke Iran selama sepekan terakhir “sebagai upaya pencegahan”.

https://www.nahimunkar.org/wakil-menteri-kesehatan-iran-terinfeksi-virus-corona-peningkatan-kasus-di-luar-china-sangat-mengkhawatirkan/

 

Di saat dunia mencemaskan meruyaknya wabah virus corona di Iran setelah China Komunis, ternyata Kapal Perang Iran Bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Inilah beritanya.

 

***


Kapal Perang Iran Bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok

 


KOMPAS.com –  Kapal perang Angkatan Laut Republik Islam Iran bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (27/2/2020) dalam acara 70 tahun hubungan diplomasi dengan Republik Indonesia.

Selain merayakan 70 tahun hubungan diplomasi  Republik Iran dengan Republik Indonesia, ada serangkaian acara, yakni pertemuan dengan pejabat TNI AL Republik Indonesia, Open Ship, dan olahraga bersama mahasiswa Angkatan Laut Indonesia.

 

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Kapal Kharg ini membawa 300 mahasiswa Akademi Angkatan Laut Iran.

 

Kapal Kharg mulai bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok pada Selasa (25/2/2020) hingga Jumat (28/2/2020) dan melanjutkan perjalanan ke India.

 

“Kapal ini akan meninggalkan Indonesia dan melanjutkan perjalanan ke India,” ujar Ali salah satu Humas Iran untuk Indonesia.

Penulis  M Lukman Pabriyanto

 

Editor  Roderick Adrian

Kompas Images – 27/02/2020, 16:23 WIB

 

***

China Komunis dan Iran Sama-sama Kejam terhadap Umat Islam, Kini Terdepan dalam Tersebarnya Wabah Virus Corona yang Mematikan

 

China dan Iran yang kini sedang resah galau kalang kabut karena wabah virus corona itu adalah pemerintahan yang memusuhi Islam. Di China, Muslim terutama Muslim Uighur di Xinjiang, ribuan masjid dihancurkan oleh China Komunis, Umat Islam dibantai, dilarang shalat, puasa, baca Al-qur’an dan beribadah, dipenjarakan, dipaksa makan daging babi dan minum khamr yang sangat dilarang Islam. Wanita2 Muslimah diperkosa, yang hamil dipaksa aborsi ada yang berkali-kali.

Rezim China Komunis ‘Pembantai Muslim Uighur dan Perusak Ratusan Masjid’, Kini Kalang Kabut

Posted on 11 Februari 2020

by Nahimunkar.org


Rezim China Komunis ‘Pembantai Muslim Uighur dan Perusak Ratusan Masjid’, Kini Kalang Kabut

https://www.nahimunkar.org/rezim-china-komunis-pembantai-muslim-uighur-dan-perusak-ratusan-masjid-kini-kalang-kabut/

Iran juga sangat kejam terhadap Umat Islam (Sunni, bukan syiah). Hingga Kejamnya itu melebihi negeri2 kafir sekalipun, karena negeri2 kafir masih membolehkan adanya masjid2, namun di Teheran ibukota Iran, tidak boleh ada masjid (ahlussunnah/ sunni, bukan syiah). Dan entah berapa saja ulama yang digantung dengan tuduhan yang dibuat-buat.

Jumlah Eksekusi Mati Terbanyak di Dunia Justru oleh Iran

Posted on 4 Januari 2016

by Nahimunkar.com

 


Menurut Amnesty International, jumlah eksekusi mati terbanyak di dunia justru ada di negara Iran. Mengutip laporan dari Alarabiya, Jumat (11/12/2015), Iran bahkan mengeksekusi mati dua orang pemuda yang masih berusia di bawah 18 tahun.

Sebagian yang dihukum mati didakwa karena berkaitan dengan narkotika. Sebagian lainnya merupakan para dai sunni, yang kebanyakan berasal dari wilayah Ahwaz, wilayah yang dihuni oleh etnis Arab di Iran.

Berikut beberapa nama dai sunni yang dieksekusi mati di Iran :

  1. Pada 2009, Iran menghukum mati dua ulama sunni, Syaikh Khalilullah Az-Zara’i dan Syaikh Al-Hafidz Sholahuddin Syed.
  2. Pada 27 Desember 2012, Syaikh Ashgar Ruhaimi, juga dieksekusi mati oleh Iran.
  3. Abdul Malik Rigi, bersama dengan 15 warga sunni lainnya dieksekusi mati oleh pemerintah Iran pada 26 Oktober 2013. Sebelumnya mereka mendekam di penjara Zehdan.
  4. Masih di tahun yang sama, saudara Abdul Malik Rigi, Habibullah Rigi juga dieksekusi mati.
  5. Di tahun 2014, dua kakak beradik, Wahid Syah Bakhs (22 tahun) dan Mahmud Syah Bakhs (23 tahun) juga dieksekusi mati.
  6. Terakhir, Syahram Amiri, dai sunni Iran juga diberikan hukuman mati setelah saudaranya, Bahram Amiri (lihat beritanya di : Dai Sunni Hendak Dieksekusi Mati di Iran, Ibunda : Biar Aku Saja Yang Mati dan Menggantikan Hukumannya)

Keseluruhannya, diberikan tuduhan sebagai orang-orang yang “memerangi Allah dan Rasul-Nya”. Sebuah tuduhan yang dipaksakan hanya karena berbeda paham dari mayoritas warga Iran lainnya.

https://www.nahimunkar.org/jumlah-eksekusi-mati-terbanyak-dunia-justru-iran/

***

Video Republik Iran Resmi Melarang Pendirian Masjid Sunni di Teheran

 

https://youtu.be/bLzE0AO7TnM

 

By nahimunkar.com on 28 March 2014

(Bukti ke 8 tentang Dusta Buku Putih Syiah, Tak Terbantahkan!!!)

Kita pernah menurunkan makalah membuktikan bahwa di Teheran tidak ada masjid ahlussunnah waljamaah, sementara itu yahudi , nasrani dan lainnya memiliki tempat ibadah yang banyak. Di situ kami buktikan dengan 7 bukti. Silakan dirujuk kembali: http://www.gensyiah.com/buku-putih-madzhab-syiah-berkata-dusta-ada-9-masjid-sunni-di-teheran.html

Kini kita hadirkan pernyataan tegas dan kesakssian Syaikh Abdullah Nafisi al-Kuwaiti bahwa setelah beliau ke Iran dan investigasi menanyakan kepada umat Islam (di Teheran Ibukota Iran)  bahwa mereka tidak punya masjid, lalu menanyakan kepada yahudi dan nasrani, ternyata masing-masing menjawab punya rumah ibadah (sinagog dan gereja) banyak. Yahudi punya empat atau lima (sinagog).
Setelah pulang, Syaikh Abdullah mengundang duta besar Iran di Kuwait namanya Ali Jannati .
Dia datang dengan sopir dan satu pengawal. Lalu diminta sopir tetap di mobil dan yang masuk Ali Jannati dan temannya.
Setelah mukaddimah dan basa-basi, Syaikh Abdullah Nafisi al-Kuwaiti berkata:
Syaikh: Saya ada permintaan
Dubes Iran: Silakan
Syaikh: Kami orang-orang Kuwait telah mengumpulkan uang untuk membangun masjid. Kita ingin membeli tanah di Teheran untuk kita bangun masjid di atasnya. Saya ingin anda menulis surat rekomendasi yang isinya bahwa yang membawa surat ini namanya Fulan Nafisi, tolong dipermudah urusannya dalam hal ini dan itu….
Dubes (mendengar itu Dubes langsung tertawa terbahak-bahak.)
Syaikh: (setelah itu Syaikh bertanya) apa jawab Anda, Anda memberi surat rekomendasi apa tidak?
Dubes Iran: Tidak mungkin… ada qarar (keputusan) dari pemimpin kami , dia atas, bahwa tidak mungkin bagi sunni membangun masjid di Teheran!
(Syaikh menerangkan: tidak mungkin dari pasal manapun –ketika bercerita tentang ini)
Dubes: Orang pertama yang akan menolak permohonan ini adalah ayahku “Ahmad Jannati” Khathib Jum’at di Teheran dan anggota dewan pakar.
Syaikh: Mengapa?
Dubes: Ya sudah menjadi keputusan! Kami tidak mengizinkan kalian Ahlussunnah untuk memiliki masjid di Teheran.
Syaikh: Kalau begitu kalian bukan Republic Islam, tapi Republic Iran! Maka saya nasehatkan pada kalian: buang kata Republic Islam, ganti dengan Republic Iran!
Dan saya akan mengundurkan diri dari keanggotaan “Perhimpunan Internasional Untuk Taqrib Antara Madzhab-Madzhab Islam” dan saya akan keliling kemana-mana untuk mengabarkan ini bahwa Iran adalah Republik Iran bukan Republic Islam. Dan saya akan bekerja atas dasar ini.”

Inilah kisah beralihnya Syaikh Abdullah Nafisi dari Taqrib Sunnah Syiah, المجمع العالمي للتقريب بين المذاهب الإسلامية “Perhimpunan Internasional Untuk Taqrib Antara Madzhab-Madzhab Islam” yang didirikan oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada tahun 1990, dan saat ini dipimpin oleh Ayatollah Ali Taskhiri.

 

SILAKAN SIMAK VIDEO BERIKUT

 

https://www.youtube.com/watch?v=bLzE0AO7TnM

 

Mar27 pada 5:32 PM

 

فيديو: جمهورية إيرانية رسميا تمنع بناء أي مسجد سني في طهران

هذه البينة الثامنة على كذب شيعة إندونيسيا

http://www.gensyiah.com/video-resmi-republik-iran-melarang-pendirian-masjid-sunni-di-teheran-bukti-ke-8-tak-terbantahkan.html

March 25, 2014

Video, Secara Resmi Iran Melarang Sunni Membangun Masjid Di Teheran

https://www.nahimunkar.org/jauh-benar-bedanya-syaikh-kuwait-kecam-syiah-di-iran-tokoh-islam-indonesia-lain-lagi/

***

Kapal perang Iran di Tanjung Priok Jakarta hingga 28/2 2020, selanjutnya dikabarkan mau ke India, negeri yang sangat memusuhi Islam pula yang baru saja ada pembakaran masjid dan pembunuhan terhadap puluhan Umat Islam India.

 


Masjid Dibakar, 20 Orang Tewas dalam Kekerasan Menolak UU Anti-Muslim di India



NEWDELHI – Saat Donald Trump dan PM India Narendra Modi berpawai di seluruh negeri, massa secara terbuka menyerang Muslim, menjarah bisnis mereka dan menodai rumah-rumah ibadah seperti yang Anda lihat di video ini yang dilakukan oleh ekstrimis Hindu di negara tersebut.

?? India
Saat Donald Trump dan Modi berpawai di seluruh negeri, massa secara terbuka menyerang Muslim, menjarah bisnis mereka dan menodai rumah-rumah ibadah seperti yang Anda lihat di video ini yang dilakukan oleh ekstrimis Hindu dinegara tersebut#ShameOnYouIndia
From Arjun pic.twitter.com/JCi5e1jEiW

— Twitpos+™ (@twitpos) February 25, 2020

Laporan BBC per hari ini, Rabu (26/2), angka korban tewas mencapai 20 orang. Di mana 189 orang lainnya terluka, dengan 60 korban luka tembak.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan memantau konflik mematikan antara kelompok Hindu dengan Muslim di New Delhi.

“Kami tentu saja mengamati situasi ini dengan baik,” kata juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, dilansir dari APP pada Rabu, (26/2).

Kerusuhan terjadi karena protes terhadap UU Amandemen Kewarganegaraan (Citizenship Amendment Act/CAA), yang dinilai telah merugikan Muslim di India.

At least 7 people were killed and 150 wounded in New Delhi during clashes over India’s citizenship law, which critics say is anti-Muslim. The clashes were just miles from where President Trump was meeting PM Modi.

Some mobs were photographed beating a Muslim man with sticks: pic.twitter.com/Np0UhThY9L

— AJ+ (@ajplus) February 25, 2020

Korban Tewas bertambah menjadi 20 orang

Bendehara Hindu dikibarkan diatas sebuah masjid.#ShameOnDelhiPolice#ShameOnYouIndiapic.twitter.com/18sh8TLpt4

— Twitpos+™ (@twitpos) February 26, 2020

People collecting burnt pages of Quran outside a vandalised mosque in Ashok Nagar, North East Delhi.@BBCIndia @BBCHindi pic.twitter.com/QaAxDorZFr

— Pritam Roy (@pritamroy_) February 26, 2020

 

video

https://twitter.com/i/status/1232588153061380096

 

[portal-islam.idRabu, 26 Februari 2020  Berita Internasional

https://www.nahimunkar.org/masjid-dibakar-20-orang-tewas-dalam-kekerasan-menolak-uu-anti-muslim-di-india/

 

***

Hati-hati, Doa Buruk Umat Islam yang Dizalimi


Posted on 30 Oktober 2019

by Nahimunkar.org


 

Terhadap yang bicara agama, namun muatannya menjerumuskan sekali, bila sampai ada yang mendoakan buruk, bagaimana ya.

Umat Islam merasa agamanya diselewengkan (hingga kalau mengikutinya bisa sesat jauh, bahkan bisa murtad), namun suara umat Islam belum tentu digubris, berarti Umat Islam dizalimi.

***

Pada dasarnya, dibolehkan bagi orang yang dizalimi dan dianiaya untuk membela dirinya, salah satu bentuknya adalah dengan mendoakan keburukan atas orang yang menzaliminya.

Allah Ta’ala berfirman,

لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا
“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Nisa’: 148)

Ibnu Abbas berkata tentang ayat ini: “Allah tidak suka seseorang mendoakan keburukan untuk selainnya, kecuali ia dalam keadaan dizalimi. Allah memberikan keringanan baginya untuk mendoakan keburukan atas orang yang menzaliminya. Dan itu ditunjukkan oleh firman-Nya, “Kecuali oleh orang yang dianiaya.” (namun), jika bersabar maka itu lebih baik baginya. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir terhadap ayat di atas)

Firman Allah yang lain,

وَلَمَنِ انْتَصَرَ بَعْدَ ظُلْمِهِ فَأُولَئِكَ مَا عَلَيْهِمْ مِنْ سَبِيلٍ
“Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada suatu dosa pun atas mereka.” (QS. Al-Syuura: 41)

. . . dibolehkan bagi orang yang dizalimi dan dianiaya untuk membela dirinya salah satu bentuknya adalah dengan mendoakan keburukan atas orang yang menzaliminya. . .

Namun, apakah ini yang terbaik baginya? Tidak. Jika ia membalas kepada orang yang menzaliminya dengan doa keburukan, maka ia tidak mendapat apa-apa karena ia telah mendapatkan apa yang ia inginkan (kepuasan).

Berbeda jika doanya dengan niatan agar orang-orang tidak lagi menderita akibat kejahatannya, maka ia mendapat pahala dengannya. Terlebih jika niatnya untuk menghilangkan kezaliman, menegakkan syariat Allah dan hukum-Nya, maka pahala yang didapatkannya lebih banyak./ voa-islam.com

***

Kalau mendokan buruk ke orang yang menzalimi kita, sebaiknya diniatkan agar hilang kezalimannya, dan agar Umat Islam tidak terzalimi lagi hingga dapat beribadah kepada Allah Ta’ala dengan khusyu’, dan beraktivitas dengan tenang.

***

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mendo’akan para pemimpin:

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ هَذِهِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ. وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهَا فَاشْفُقْ عَلَيْهِ. رواه مسلم.

“Yaa Allah, siapa saja yang memimpin/mengurus urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah ia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka SUSAHKANLAH DIA”. (HR. Imam Muslim).

Ilustrasi/ Annas Indonesia
https://www.nahimunkar.org/hati-hati-doa-buruk-umat-islam-yang-dizalimi/

(nahimunkar.org)